Terjerat Ranjang Hangat Si Culun Seksi

Terjerat Ranjang Hangat Si Culun Seksi
Bab 54 ~ Terkuak


__ADS_3

"Asha!" panggil Usan langsung meloncat dari hellikopternya, kemudian berlari menuju di mana Asha tengah berdiri dengan luka di bahu, lengan dan juga lecet dibeberapa bagian kakinya.


Ketika sudah hampir mendekati Asha, tiba-tiba saja lima orang pengawal menghadang Usan yang ingin melihat kondisi Sang Kekasih. "Apa yang kalian lakukan?" bentak Usan murka.


"Melindungi Nona Muda dari Tuan tukang tindas," jawab mereka bersamaan.


"Sudah-sudah, tidak apa-apa. Aku akan ikut dengannya saja, kalian tetap cari pria itu sampai ketemu, jangan biarkan dia lolos," sanggah Asha langsung maju ke depan untuk menghampiri Usan.


"Aakh! Kamu apa-apaan Usan? Cepat turunkan aku!" bentak Asha kala Usan tiba-tiba langsung menggendongnya dan membawanya menuju hellikopter yang masih hidup mesinnya, membuat rambut Asha berantakan kala anginnya bertiup begitu kencang.


"Kamu terluka, jadi diam dan turuti saja apa yang aku lakukan untuk menyelamatkanmu," kesal Usan tak peduli dengan berontakan yang Asha lakukan.


"Dasar pahlawan kesiangan. Lagian, yang terluka itu bahuku, bukan kakiku, aku masih bisa jalan sendiri," cela Asha tak lagi berontak, melainkan semakin mengeratkan pelukan karena takut jatuh ketika Usan membawanya masuk ke dalam hellikopter.

__ADS_1


"Siapa suruh tidak mengajakku bersamamu. Kalau saja aku ada bersamamu, aku pastikan kamu tidak akan mendapatkan luka-luka parah ini. Dah lagi, si brengsek itu tidak akan melarikan diri," cerca Usan sambil mendudukan Asha di kursi, kemudian memanggil satu pengawalnya yang mengerti dan ahli tentang dunia medis.


Sedangkan Asha memilih diam, lantaran tahu kalau saat ini Usan pasti sangat mengkhawatirkan kondisinya. Asha juga tak ingin berdebat karena merasa begitu lelah, menghindari serangan-serangan Edrik yang tiada henti, cukup menguras energinya.


"Kau mau apa?" Usan malah membentak pengawal yang ingin memeriksa lebih dulu luka cukup parah di bahu Asha.


"Memeriksa lukanya, Tuan." jawabnya dengan tubun bergemeretak, Usan benar-benar membuatnya merasa terintimidasi.


Usan melepaskan jassnya, kemudian dia balutkan ke tubuh Asha yang masih berbalut dress seksinya. Setelah melewati banyak drama, akhrinya luka di bahu Asha berhasil di jahit dan ditutup kembali dengan perban yang baru. Sedangkan Usan masih membersihkan lecet-lecet yang terdapat di kaki Asha, setelah tak lagi ada darah di sana, barulah Usan tutup dengan plaster.


"Kau boleh pergi," usir Usan dah pengawal itu pun langsung kembali ke tempatnya semula. Begitu pun Sekretaris Evan, sekretaris Evan juga langsung duduk di tempat duduknya semula sebelum diusir oleh Sang Tuan Muda.


"Istirahatlah, tidak usah pikirkan Si Brengsek itu, aku sudah mengirimkan orangku untuk menangkap dan aku sendiri yang akan menghabisinya." ujar Usan menejelaskan sedangkan Asha tetap diam dan memilih beristirahat dengan tenang.

__ADS_1


"Dan juga Maaf karena aku kamu harus menjadi target sasaran pria brengsek itu," lanjut Usan membaringkan kepala Asha di pangkuannya.


"Apa maksudmu Usan?" tanya Asha seketika membuka lebar matanya.


"Pria yang menyerangmu tadi, sebenarnya dia adalah Ayah kandung dari Kak Simone. Ketika mengandungku, Daddy Lolan dan Mommy Ziva menyelamatkan Kak Simone yang saat itu akan dijual oleh Pria Brengsek yang menyerangmu tadi," jelas Usan membuat Asha langsung bangkit dari duduknya kala kegat mendengar pernyataan Usan.


"Maksudmu, Pria Brengsek itu adalah Edrik dan Tuan Simone adalah Putra kandung dari Edrik?" tanya Asha seketika melupakan lelah dan sakit pada tubuhnya.


"Iya, kamu benar."


"Usan, Edrik adalah Ayah tiriku," tutur Asha.


"What!"

__ADS_1


__ADS_2