Terjerat Ranjang Hangat Si Culun Seksi

Terjerat Ranjang Hangat Si Culun Seksi
Bab 69 ~ Pengakuan Usan


__ADS_3

"Dia adalah ... Sebelum mengatakan siapa pria yang menjadi tunangan Asha, katakan dulu kepada Kakak, apakah kamu serius pada Asha? Apakah kamu mencintainya? Apakah kamu menyayanginya? Apakah tidak akan menyakitinya? Apakah—"


"Aku tidak mencintainya, aku juga tidak menyayanginya. Tapi, aku tidak akan pernah rela kalau dia dimiliki pria lain," potong Usan cepat.


"Kamu cemburu?" tebak Simone, Usan langsung menggeleng.


"Aku hanya menginginkannya, karena dia adalah wanita pemilik ranjang terhangatku," tegas Usan masih tak ingin mengakui perasaannya, yang sebenarnya sangat mencintai Asha.


"Kamu menginginkan dia untuk selalu berada di sisimu dan tidak ingin dia dimiliki pria lain. Tanpa kamu sadari, kamu sudah jatuh cinta padanya," terang Simone membuat Usan terdiam seribu bahasa.


"Aku akan menikahi Asha. Apa Kakak puas?" sahut Usan yakin, mendengar itu, Simone pun tersenyum puas.


"Itu baru laki-laki sejati. Kamu dan Asha adalah Adik yang sama-sama Kakak sayangi, tidak masalah bila kalian berdua membenci Kakak, asalkan kalian bisa bahagia, maka Kakak juga akan bahagia. Berjuanglah untuk cintamu pada Asha, Kakak yakin dia akan luluh padamu," tutur Simone memberi Usan semangat.


"Kakak begitu mengerti perasaanku. Lantas, bagaiamana dengan perasaan Kakak kepada Arra? Walau bagaimana pun, Arra adalah Adik yang aku sayangi. Aku juga ingin dia bahagia," balasan Usan membuat Simone juga ikut terdiam seribu bahasa.


"Ehem, Kakak dan Arra itu beda lagi masalahnya. Kakak hanya perlu waktu untuk meyakinkan hati karena tidak ingin mengecewakan Arra," jelas Simone membuat Usan langsung membuang pandangannya.


"Terserah Kakak. Lebih baik sekarang katakan kepadaku siapa pria yang menjadi tunangan dari kekasih yang aku cintai?" tanya Usan yang tak lagi ragu mengatakan kalau dia sangat mencintai Asha.


"Dia adalah Lorix, apa kamu merasa tidak asing dengan nama itu?" jawab Simone dan diakhir satu pertanyaan kepada Usan.

__ADS_1


"Lorixs Lore. Dia adalah keturunan tunggal Carlotte Lore, Carlotte adalah seorang mafia girl yang begitu melegenda pada masanya. Saat ini dia pasti sudah cukup berusia, dan Lorixs adalah keturunan satu-satunya. Lore Grup adalah perusahaan terkenal di dunia. Bagaiamana Asha bisa mengenal keluarga Lore?" tanya Usan dengan raut wajah yang seketika menciut kala mendengar nama legenda itu.


"Ternyata tebakan Kakak benar. Usan, sainganmu memang sangat berat," ejek Simone mengulum senyum.


"Seberat apa pun, Lorix dan Asha tidak akan pernah bersatu," ungkap Usan membuat Simome begitu tertarik untuk mendengarkan alasannya.


"Karena apa?" desak Simone.


"Karena Asha sangat mencintaiku." Usan menyeringai.


"Kau terlalu percaya diri."


***


Tok, tok, tok ....


"Masuk!" seru Asha, tak lama kemudian, Asisten Via pun masuk ke dalam ruangannya.


"Ini untuk Nona," Asisten Via memberikan sebuah undangan kepada Asha, Asha menerima dan langsung membacanya. Sedangkan Asisten Via langsung keluar setelah menundukkan badannya memberi hormat kepada Tuannya, yaitu Tuan Lorix.


"Dari siapa?" tanya Lorix penasaran.

__ADS_1


"Dari Dokter Xean. Emm ... Nanti malam apa Kakak ada pekerjaan penting?" Asha balik bertanya kepada Lorix.


"Sepertinya ada, tapi tidak terlalu penting. Ada apa?"


"Aku tidak punya pasangan untuk hadir di pesta ulang tahun Dokter Alxean malam ini. Kakak mau, kan, temenin aku ke sana?" bujuk Asha dengan ekspresi manjanya.


"Aku pastikan tidak ada satu orang pun yang dapat mengenali Kakak," lanjut Asha menyatukan kedua telapak tangan.


"Kenapa tidak pergi bersama Usan saja?"


"Dia ....


.


.


.


Asha


__ADS_1



__ADS_2