Terjerat Ranjang Hangat Si Culun Seksi

Terjerat Ranjang Hangat Si Culun Seksi
SEASON 2 ~ Bab 6


__ADS_3

"Kecelakaan, sama sepertimu." Asha tercengang.


"Sa-sama sepertiku?" tanya Asha yang mengira kalau Simone mengetahui keberadaan Putranya, Lewis.


"Iya, kecelakaan sama sepertimu dan Usan. Sayangnya kamu tidak hamil," jawab Simone membuat Asha menghela napas lega.


Bisa gawat bila Simone mengetahui keberadaan Putranya. Mereka pasti akan merebut Lewis dari Nenek Lore, Asha tak ingin ada pertumbuhan darah lagi. Lebih tepatnya, Asha tak ingin kehilangan orang yang dia sayangi.


Walau bagaimana pun Asha tetap menyayangi Simone sebagai Kakaknya, dan Usan sebagai kekasih yang Asha harapkan dapat membahagiakannya di masa depan kelak. Untuk Lewis, tentu Asha akan merebutnya, tapi dengan caranya sendiri.


"Ada apa, Asha? Kenapa raut wajahmu tiba-tiba memucat? Kamu baik-baik saja, bukan?" tanya Simone yang malah mengkhawatirkan kondisi Asha yang terlihat tidak baik-baik saja.


"Tidak apa-apa, Kak. Aku pucat hanya karena melupakan makan siang. Biasanya selalu Asisten Via yang mengingatkan aku untuk makan, sekarang sudah tidak lagi. Aku sudah terbiasa dengannya." terang Asha beralasan. Tapi, memang benar dia melupakan makan siang karena tidak ada seorang pun yang mengingatkan dirinya seperti Asisten Via dahulu.


"Ini sudah mau malam, Asha. Kamu harus menjaga makanmu dan jangan sampai jatuh sakit hanya karena lupa makan. Apa di ruangan ini ada dapurnya?" tanya Simone.


"Adanya dapur mini, Kak. Kakak mau apa?"


"Mini? Tapi bisa dijadikan tempat masak, bukan?" tanya Simone.

__ADS_1


"Tentu saja bisa, Kak. Aku biasanya juga masak di sana."


"Katakan di mana tempatnya?"


"Di sebelah sana," tunjuk Asha dan Simone pun bangkit, berjalan menuju arah tunjuk Asha. Melihat Simone yang pergi ke dapurnya, Asha juga ikut dengannya.


Tiba di dapur, Asha melihat Simone mengeluarkan beberapa jenis sayuran dan juga daging, yang semula tersimpan rapi di dalam kulkas. "Kakak mau masak, biar kubantu," Asha turut ingin memotong sayuran, tapi malah diusir oleh Simone.


"Duduk manis di sini, Kakak hanya ingin merasakan bagaimana rasanya punya Adik perempuan. Selain itu, Kakak juga ingin memanjakanmu," imbuh Simone membalikkan badan, kembali pada tugasnya.


"Bukankah Arra adalah Adik Kakak?"


"Karena Ada cinta yang berbeda, jadi rasanya juga berbeda."


"Sekali tepuk dua nyamuk kebakaran!" seru Asha dalam hati. Gambar itu Asha gunakan agar Usan cemburu, itu sebagai balasan karena Usan tidak mendatanginya setelah keluar dari rumah sakit. Namun, Asha yakin tidak hanya Usan yang akan cemburu, karena ada Arra yang pasti juga akan cemburu.


"Belum. Dia sangat pemilih soal makanan, banyak alergi juga. Kakak takut salah memasak sembarang makanan untuknya," terang Simone yang mulai memanggang daging. Aromanya membuat Asha memejamkan mata sambil menikmati aroma nikmat itu.


"Kakak akan menikah beberapa jam lagi, tidakkah Kakak terlalu banyak menghabiskan waktu di tempatku ini, undangan untuk tamu lainnya, apa susah selesai Kakak bagikan? Tidak-tidak, aku pasti adalah tamu terakhir yang diundang."

__ADS_1


"Pernikahan ini rahasia, Asha. Hanya kamu orang luar yang diundang."


"Oh begitu, ternyata rahasia sekali."


"Karena orang-orang masih mengira Kakak dan Arra adalah Kakak Adik kandung," terang Simone yang kini menyajikan steak ukuran jumbo lengkap dengan sayuran segar di sekelilingnya. Melihat steak lezat di hadapannya, Asha kalap dan langsung melahapnya tanpa menawarkan apakah Simone juga menginginkannya.


***


"Sial, beraninya Kak Simone menggoda, Ashaku!" bentak Usan murka.


"Apa Kakak bilang? Lihatlah wajah centil Kak Asha! Jelas terlihat Kak Asha-lah yang menggodanya!" bentak Arra yang tak terima calon Suaminya dikatakan sebagai penggoda. Keduanya seakan melupakan status Simone dan Asha sebenarnya.


"Kakak mau ke mana?" lanjut Arra.


"Menyiapkan bumbu-bumbu untuk memasak dan melahap Rubah Betina!"


*


*

__ADS_1


*


Setelah acara pernikahan dan seterusnya, pastikan umur kalian cukup untuk membacanya, ya, guys💃💃💃


__ADS_2