Terjerat Ranjang Hangat Si Culun Seksi

Terjerat Ranjang Hangat Si Culun Seksi
Bab 51 ~ Asha vs Edrik


__ADS_3

"Aku menginginkan nyawamu," jawab Edrik dengan senyuman smirknya.


Mendengar itu, Asha pun terkikik tanpa terlihat takut sedikit pun, kemudian Asha balik bertanya. "Kenapa harus nyawaku?" raut wajah Asha berubah serius.


"Siapa pun yang ada hubungan darah dengan Disha, maka dia harus mati di hadapanku!" jawab Edrik dengan raut wajah tampak begitu murka, bahkan urat-urat di lehernya mengencang, membuatnya tampak begitu mengerikan.


Sedangkan Tuan Riol mengedipkan sebelah matanya kepada Sang Putri, sebagai isarat bahwa tugasnya sudah berhasil dilakukan. Melihat isarat itu, Asha pun mengacungkan jempolnya secara diam-diam tanpa Edrik sadari.


"Kamu laki-laki dewasa dan aku perempuan yang lemah, aku izinkan kamu melenyapkanku. Tapi, harus dengan tanganmu sendiri. Bagaiamana? Apa kamu berani satu lawan satu denganku?" tawar Asha membuat Asisten Via kaget.


"Nona," panggil Asisten Via tentu saja tidak menyetujui keinginan Sang Nona muda.


"Tidak perlu khawatir," bisik Asha yakin.


"Bagaimana Tuan Edrik? Apa kamu takut pada Asha yang sekarang?" tanya Asha sengaja menantang, membuat Edrik tampak begitu tak sabar ingin menghabisi Asha saat itu juga.

__ADS_1


"Kau lihat Riol, putrimu sendiri yang menantang ku. Jadi, jangan salahkan aku bila setelah ini kamu tidak dapat melihatnya lagi," tutur Edrik semakin menekan kuat pistol yang dia todongkan tepat di kelapa Tuan Riol.


"Aku tidak sabar melihatmu yang meregang nyawa di tangan Putriku," balas Tuan Riol terlihat tetap santai.


"Haha ... Sayang, sepertinya Ayahmu masih sangat membencimu, lihatlah dia rela kamu mati di tanganku agar dirinya bisa selamat," ujar Edrik tertawa lepas. Sedangkan Asha hanya tersenyum kecil.


"Bukan aku yang akan mati, tapi kamulah yang akan mati di tanganku," sahut Asha berani.


Edrik berdecih kemudian berkata. "Kau tahu, Sayang. Pandai menembak saja tidak akan cukup untuk melawanku," ujarnya memandang Asha rendah.


"Lepaskan Ayahku dan kita lihat siapa yang akan menang dan siapa yang akan kalah!" tantang Asha membuat Edrik langsung melempar Tuan Riol jauh darinya, Asisten Via sigap mengamankan Tuan Riol, Asisten Via membawa Tuan Riol menjauh dari area permainan yang juga terdapat kolam bermain yang begitu luas di hadapan mereka.


"Waw, awal kecurungan," masih sempat-sempatnya Asha berkata di saat Edrik berlari mendekat padanya, bersamaan dengan hujatan senjata yang terus dia arahkan pada Asha. Asha melesat ke kiri serta ke kanan dengan lincahnya, untuk menghindari peluru yang tak henti mengejarnya.


Tepat setelah pelurunya habis, Edrik sudah ada di hadapan Asha dan langsung melayangkan satu pukulan ke arah wajah Asha yang berharga. Namun, bukan Asha namanya kalau tidak bisa menagkis pukulan yang Edrik berikan kepadanya.

__ADS_1


"Jangan terlalu terburu-buru, nyawamu dalam bahaya kalau sampai kehabisan peluru," kata Asha sambil tetap menahan kepalan tangan kekar Edrik.


"Teknik menghindari seranganmu boleh juga," puji Edrik. Asha dapat membaca gerakan Edrik, ketika Edrik kembali melayangkan pukulan dengan tangan sebelahnya yang aman, Asha dapat menahannya dengan baik.


Namun, Asha tak menduga kalau Edrik melayangkan pukulan bersamaan dengan tangan yang telah Asha lepaskan. Pukulan yang tak sempat Asha duga itu mengenai perut Asha, hingga Asha mundur beberapa langkah dengan teriakan serta darah segar mengalir dari sudut bibirnya.


"Seahli apa pun kamu, kamu tetap bukan lawanku," ucap Edrik mengambil pistol baru dari saku jass dan siap menodongkannya ke arah Asha dan ....


DOR!


*


*


*

__ADS_1


Anggap aja gambar kanan yang pegang anggur itu Riol dan disebelahnya Edrik🙈😂. Hem ... kok mereka kelihatan deket, ya🤔



__ADS_2