Terjerat Ranjang Hangat Si Culun Seksi

Terjerat Ranjang Hangat Si Culun Seksi
Bab 49 ~ Si Brengsek?


__ADS_3

"Apa!" bentak Usan yang kaget kala mendengar perkataan Sekretaris Evan yang mengatakan kalau Asha sudah berangkat sendirian ke acara pesta pernikahan Adik tirinya Laura.


"Kalau Tuan ingin menghadiri pesta itu, kenapa Tuan menolak undangan yang mereka kirimkan," balas Sekretaris Evan heran.


"Wanita sialan itu, seharusnya dia membawaku sebagai pasangan," kesal Usan.


"Nona Asha berbeda, Tuan. Tanpa Tuan, dia dapat melakukan apa pun," sambung Sekretaris Evan membuat Usan semakin murka.


"Siapkan helikopter, kita ke sana sekarang!" titah Usan dan Sekretaris Evan pun segera melaksanakan tugasnya.


Ketika semuanya sudah siap, Usan langsung menuju atap perusahaannya karena helikopternya telah menunggu. Kedatangan Usan dan Sekretaris Evan disambut oleh pengawal yang bertugas. Sebelum Usan dan Sekretaris Evan masuk, mesin helikopter telah menyala sedari tadi dan ketika Usan dan Sekretaris Evan masuk ke dalam hellikopter dan telah duduk di kursi khususnya, hellikopter pun langsung lepas landas tanpa harus menunggu lama.


"Jam berapa pesta itu dimulai?" tanya Usan seraya memainkan jemari di layar ponselnya untuk mengirimkan pesan kepada Asha. Pesan yang Usan kirimkan hanya berupa pertanyaan "Apa kabar?" Dia benar-benar tak pandai berbicara dengan seorang kekasih.


"Sekarang pesta itu pasti sudah dimulai, Tuan."

__ADS_1


"Kak Simone?" tanya Usan pada diri sendiri.


"Tuan Simone ada di rumah, Tuan."


"Aku tidak bertanya kepadamu," cela Usan langsung mendekap ponselnya di telinga setelah mengangkat panggilan telpon dari Sang Kakak.


"Hallo, Kak. Ada apa?" tanya Usan.


"Kamu di mana sekarang?" tanya Simone dengan suara khawatirnya.


"Kamu mau ke mana, Usan?" Kini Daddy Lolan yang bertanya dengan nada suara yang sama khawatirnya.


"Aku akan menghadiri pesta pernikahan Putri Tuan Bredariol," jawab Usan jujur.


"Putar balik dan pulang sekarang juga!" tegas Daddy Lolan membuat Usan mengerutkan alis heran.

__ADS_1


"Ada apa Daddy? Apa yang terjadi? Kenapa meminta pulang terburu-buru?" tanya Usan bingung sekaligus penasaran.


"Pulang sekarang juga Usan! Kali ini saja, menurutlah!" bentak Daddy Lolan telah habis kesabarannya. Pria paruh bayah itu bingung bagaimana harus menyuruh Putra kesayangannya pulang dari sana. Karena Lolan tahu bagaimana Putranya, kalau dia mengatakan yang sebenarnya, sudah dipastikan Usan tidak akan pulang, melainkan akan semakin yakin untuk pergi ke sana.


"Usan, Sayang. Mommy mohon pulanglah, kalau tidak kamu tidak akan bertemu dengan Mommy lagi," kali ini Mommy Ziva yang mencoba membujuk Usan.


"Kenapa? Setahuku Mommy baik-baik saja. Usan tahu kalian semua membohongi Usan, katakan apa yang terjadi sebenarnya?" pinta Usan memaksa.


"Dasar Putra bodoh! Di kapal itu ada pria si brengsek sialan! Pulanglah sekarang juga!" bentak Daddy Lolan.


Usan terdiam seribu bahasa, seketika hatinya dipenuhi rasa khawatir yang begitu beratnya. Pria yang sebelumnya telah melukai Asha dengan mudahnya, kini berada dalam satu kapal yang sama dengan Asha.


Tiba-tiba Usan merasa kehilangan oksigen hingga membuatnya kesulitan bernapas, tubuhnya terasa bergetar hebat, untuk pertama kalinya Usan merasakan perasaan tak nyaman ini, Usan ingat ketika masih aktip di Gangsternya, musuh sekuat apa pun tidak akan membuatnya merasa segugup ini. Namun, memikirkan Asha yang kini dalam bahaya, dapat membuatnya merasa begitu khawatir. Bahkan, Usan tak lagi sanggup memegang ponselnya hingga terjatuh ke lantai begitu saja.


"Kita pulang sekarang, Tuan?" tanya Sekretaris Evan.

__ADS_1


Usan bangkit dari duduknya, Sekretaris Evan pun turut bangkit. "Tambah kecepatan! Kita harus sampai ke pesta itu secepat mungkin!" teriak Usan pada pilot yang bertugas.


__ADS_2