Terjerat Ranjang Hangat Si Culun Seksi

Terjerat Ranjang Hangat Si Culun Seksi
Bab 30 ~ Pria Misterius


__ADS_3

Di Mansion Talsen Baldev.


"Mommy," panggil Arra yang baru turun dari lantai atas setelah menemani Simone makan siang.


"Iya, Sayang." jawab Mommy Ziva yang tengah bersantai bersama Daddy Lolan di ruang tamu. Kedua pasangan yang sudah tak lagi muda itu tengah menikmati secangkir teh dan cake yang Mommy Ziva buat sendiri. Sedangkan Dokter Adit telah pulang setelah makan siang.


"Aku ingin bicara sesuatu kepada Mommy dan juga Daddy," ujar Arra langsung mengambil posisi duduk di tengah-tengah kedua orang tuanya.


"Apa kamu membuat masalah di kampus, Sayang?" tebak Mommy Ziva dan Arra pun menggeleng cepat.


"Lalu, apa kamu sudah mulai jatuh cinta?, katakan kepada Daddy siapa pria itu, untuk menjadi kekasih seorang Harra Atlemose Talsen Baldev harus melewati beberapa tahapan seleksi yang sulit dan tidak boleh sembarangan," sambung Daddy Lolan posesif dan seketika membuat Arra tak yakin ingin mengungkapkan apa yang tadi ingin dia katakan.


"Iya. Arra memang ingin membicarakan tentang seorang lelaki yang ingin Arra nikahi."


Uhukk ....


Kedua pasangan itu pun terselak teh masing-masing kala kaget mendengar ucapan Putri tercinta mereka yang mengatakan kata nikah.


"Mommy dan Daddy menakutiku," Arra mencebikkan bibirnya.


"Sayang, kamu masih terlalu muda untuk menikah, kedua Kakakmu dulu yang menikah, setelahnya baru kamu nyusul yah," tutur Mommy Ziva berusaha memberikan pengertian kepada Sang Putri.


"Benar, Sayang. Memangnya kenapa kamu ingin buru-buru menikah?, kuliahmu saja belum lulus," Daddy Lolan tampak begitu penasaran dengan kisah cinta Putrinya yang begitu dia sayangi.


"Arra ingin memberikan Mommy dan Daddy Cucu. Kalau menunggu Cucu dari Kak Usan, maka itu tidak akan pernah terjadi," jawab Arra polos.

__ADS_1


"Wah, kamu serius, Sayang?" seru Mommy Ziva yang memang sudah tak sabar ingin menimang seorang Cucu.


"Sayang," senggol Daddy Lolan.


"Kenapa, Sayang?, bener apa yang dikatakan Arra, mungkin nyawaku sudah hilang barulah Usan akan menikah," lanjut Mommy Ziva geram.


"Sayang, jangan bicara begitu!" bentak Daddy Lolan murka.


"Makannya, biarkan Arra menikah lebih dulu. Aku benar-benar menginginkan seorang Cucu," Arra ingin berteriak saking senangnya kala melihat Sang Mommy yang begitu mendukungnya.


"Baiklah-baiklah. Tapi, pria yang akan menikahi Arra harus melalui tahap seleksi dariku lebih dulu, bila lolos baru boleh dilanjutkan," imbuh Daddy Lolan memberikan syarat.


"Terima kasih Daddy, Mommy." Arra langsung menghamburkan tubuhnya ke dalam pelukan kedua pasangan Suami Istri itu.


"Dia adalah ....


***


"Apa begini sudah aman?" tanya Asha yang telah siap dengan jaket hitam yang menutupi tubuh hingga kepalanya, lengkap dengan masker dan kacamata yang membuatnya semakin tak dikenali.


"Sudah aman Nona, saya yakin orang-orang maupun wartawan tidak akan ada yang mengenali Nona dengan penampilan seperti ini," jawab Asisten Via memberikan penilaian.


"Bagus, aku bisa pergi makan siang dengan nyaman dan aman."


"Apa perlu saya temani, Nona?" tawar Asisten Via yang selalu khawatir bila Sang Nona Mudanya keluar sendirian.

__ADS_1


"Kamu lupa sudah berapa sabuk yang aku terima? Tidak perlu khawatir padaku, kamu jaga butik, aku pergi tidak akan lama," tutur Asha langsung pergi begitu saja.


Tiba di mobilnya, Asha langsung melesat membelah jalan raya menuju ke sebuah restoran favorit Almarhum ibunya.


Tiba di restoran mewah itu, Asha turun dari mobil dan langsung memasuki restoran bergaya jepang itu, Asha memesan ruangan yang menjadi tempat favoritnya makan bersama Sang Ibu. Tak disangka ruangan favoritnya itu sudah ditempati oleh seseorang.


"Maaf, Nona. Saya lupa kalau ruangan ini sudah dipesan oleh orang lain," tutur seorang pelayan dan Asha hanya mengangguk sambil mengibaskan tangannya sebagai isarat agar pelayan itu segera pergi.


Asha kecewa lantaran terlambat memesan ruangan itu. Namun, tidak disangka pintu ruangan itu tiba-tiba berderit dan pria didalamnya pun keluar dari ruangan itu.


"Silahkan masuk, Nona Asha. Saya ada urusan mendadak," ujar pria berpakaian serba hitam persis Sepertinya itu. Mendengar itu, seketika Asha pun gembira.


"Terima kasih, Tuan." ucap Asha berterima kasih, pria itu pun mengangguk sambil menurunkan topinya untuk menutupi wajahnya yang misterius.


Setelah pria itu pergi, barulah Asha menyadari sesuatu. "Tunggu, kenapa pria misterius itu, dapat mengenaliku?"


*


*


*


Simone


__ADS_1


__ADS_2