Terjerat Ranjang Hangat Si Culun Seksi

Terjerat Ranjang Hangat Si Culun Seksi
SEASON 2 ~ Bab 34


__ADS_3

Uhh ....


Lenguh Arra tak tertahan ketika Simone memainkan miliknya di bawah sana. Setelah acara makan malam, pasangan pengantin baru itu sama-sama tak sabar untuk memulai pergulatan yang sempat tertunda di malam pertama.


"Kak Simone!" teriak Arra dengan tubuh yang bergetar hebat, dengan senyuman puas di wajah cantiknya. Begitu pun sebaliknya, Simone terlihat semakin tampan dengan senyuman bangga kala berhasil membuat Sang Istri puas dengan pelayanan terbaiknya.


Simone menanggalkan seluruh pakaian di tubuhnya. Ketika melihat Arra tenang dengan napas yang mulai teratur, barulah Simone memposisikan tubuhnya senyaman mungkin.


"Kakak mulai, ya?" Arra mengangguk cepat karena memang sudah tidak tahan akan hasrat yang menginginkan gelora lebih.


Dengan insting kelelakiannya, Simone mulai melakukan penyatuan dengan sangat lembut. Ketika Arra meringis kesakitan, saat itu pula Simone berhenti sesaat. Saat Arra sudah mampu beradaptasi dengan kehadirannya, barulah Simone kembali mendorong dengan begitu perlahan.


"Apa sakit?" bisik Simone pelan dengan ekspresi yang terlihat sangat mengkhawatirkan kondisi Arra.


"Ahh ... sa-ngat pe-rih, Kak," jawab Arra mencengkam kuat punggung Simone, meninggalkan bekas cakaran tanpa sadar. Simone tak merasa sakit sama sekali, kala rasa sakit di punggungnya, tak sebanding dengan sensasi pijatan nikmat di bawah sana.


"Apa dilanjutkan besok saja?" tanya Simone tak tega.

__ADS_1


"Jangan! Aku tidak mau mengulang sakitnya, ayo dorong lagi, Kak. Masukan semuanya," pinta Arra dengan napas yang memburu. Meski merasa tak nyaman di bawah sana, tapi Arra tak ingin mengecewakan pria yang sangat dicintainya.


"Baiklah," Simone mendorong maju tubuhnya, semakin membenamkan miliknya ke dalam inti milik Arra yang terasa begitu sempit. Ketika telah masuk seutuhnya, saat itu pula Arra mengigit bibirnya berusaha menahan jeritan agar tak membuat Simone merasa bersalah padanya.


Sementara Simone menengadahkan kepalanya, menatap langit-langit atap kamar, sambil menikmati sensasi luar biasa di bawah sana yang terasa menjalar ke seluruh aliran darahnya. Simone tersenyum bangga kala telah berhasil menyatukan tubuhnya dan tubuh seksi Arra. Dia tak melakukan apa-apa karena ingin Arra beradaptasi dengan kehadirannya terlebih dahulu.


"Are you oke?" tanya Simone menatap Arra khawatir.


"Aku baik-baik saja, Kak," Arra tersenyum nanar. Tahu Arra membohonginya, Somone mendaratkan kecupan di kening Arra yang dipenuhi keringat sambil mengucapkan kata cinta dengan penuh ketulusan. Arra juga membalasnya sambil memeluk tubuh kekar Simone.


Setelah itu, Arra tak lagi merasakan sakit, karena rasa sakit sebelumnya mampu dikalahkan dengan rasa kenikmatan tiada tara yang terus Somone berikan kepadanya. Gerakan Simone yang begitu pelan saja mampu membuat Arra tumbang berkali-kali.


Daddy Lolan dan Mommy Ziva pun menyetujui keinginan Simone, walau berat bagi keduanya untuk melepaskan kedua anaknya yang akan hidup terpisah darinya. Tapi, karena itu adalah keputusan Simone, Daddy Lolan dan Mommy Ziva percaya bahwa itu adalah yang terbaik untuk kebahagiaan keduanya.


***


Di lantai tiga.

__ADS_1


Kamar Usan dan Asha.


"Setelah mandi?"


"Baru wangi," Asha tersenyum lebar sambil melepaskan jubah mandi yang semula melilit di tubuh seksinya, yang rupanya sudah berbalut lingerie seksi. Membuat mata Usan seketika berkabut nafsu.


"Kau sengaja menyiksaku, Sayang?" tanya Usan menelan saliva, menerima jubah mandi yang Asha berikan kepadanya. Sementara Asha mulai melenggak-lenggokkan tubuh seksinya berjalan menggoda hingga naik ke atas ranjang, lalu berbaring dengan posisi yang pastinya juga menggoda.


"Mandi sana! Kuberi waktu lima menit, kalau lewat maka aku akan langsung tidur," imbuh Asha membuat Usan langsung berlari menuju kamar mandi dengan penuh semangat.


Asha tersenyum melihat Usan yang telah masuk ke dalam kamar mandi. Beberapa detik kemudian, senyuman itu pudar seketika.


"Astaga, apa aku sudah gila? Sangat memalukan!"


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2