Terjerat Ranjang Hangat Si Culun Seksi

Terjerat Ranjang Hangat Si Culun Seksi
SEASON 2 ~ Bab 25


__ADS_3

Setelan kepergian Usan dan Asha, Lorix langsung terbang ke negeranya untuk menemui Sang Nenek. Ketika tengah berbincang dengan Usan dan juga Asha, Lorix sadar ada seorang suruhan Nenek Lore yang menguping semua perbincangannya.


Sadar akan rencana yang gagal sebelum dimulai. Lorix pun memilih untuk langsung menemui Neneknya dan memberitahu apa saja yang dirinya inginkan. Selama diperjalanan, Lorix menyusun beberapa kalimat yang akan dirinya ungkapkan kepada Sang Nenek.


***


"Kau mau membawaku ke mana? tanya Asha santai.


"Menurutmu?" tanya balik Usan.


"Hotel?" tanya Asha sengaja menggoda Usan yang tengah fokus mengemudikan mobilnya.


"Sekali lagi kamu memancingku, maka aku pastikan akan memakan umpannya sampai habis tak tersisa!" tekan Usan malah membuat Asha tertawa terbahak-bahak.


"Kita ke perusahaan sekarang," lanjut Usan menatap Asha sekilas, lalu kembali fokus pada kemudinya.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan tidur lagi. Bangunkan aku kalau sudah tiba di perusahaanmu. Ingat, bangunkan, jangan gendong aku!" ancam Asha menunjukkan jari telunjuknya tepat ke arah wajah Usan yang menatapnya sekilas.


Usan menepati janjinya, dia langsung membangunkan Asha ketika mobilnya sudah terparkir di pelataran parkir gedung pusat TB Grup. Sekali tepukan di pipi, Asha langsung membuka matanya cepat, kemudian langsung keluar dari mobil meninggalkan Usan yang mengekor di belakangnya.


Seperti biasa, tentu ada saja yang memotret keduanya yang turun dari mobil yang sama. Dalam hitungan detik, kisah cinta mereka pun kembali menjadi perbincangan hangat. Di dalam kisah versi netizen, Asha adalah wanita sempurna yang suka memainkan perasaan pria, terutama Usan dan Simone.


Tiba di ruangannya, tak Asha sangka di sana sudah ada disainer cantik Lulu yang tampak duduk manis di sofa. "Ah Sayang, sepertinya kamu sedang ada tamu. Aku pergi cari makan siang dulu kalau begitu," tutur Asha membalikkan badan, berucap sambil mengusap dada bidang Usan yang kekar. Asha siap melangkah akan pergi, tapi tiba-tiba Usan mencegatnya dan menariknya hingga tiba di samping meja kerja.


"Ada apa, Sayang? Kenapa aku tidak boleh pergi? Bagaiamana dengan tamumu? Apa tidak masalah kalau aku mengganggu?" Asha semakin menggoda fisik Usan, membuat seorang wanita cantik di seberang sana, menatapnya penuh amarah.


"Baiklah, kalau begitu aku tidak akan pergi," jawab Asha, kemudian naik ke atas pangkuan Usan, mengusap bibir sensual Usan dengan lembut sambil tersenyum penuh arti ketika merasakan benda yang semakin mengeras di bawah sana.


"Apa perlumu?" tanya Usan pada Lulu yang sudah berdiri dari duduknya sedari tadi. Tepat setelah menatap tak suka Asha yang begitu murahan di matanya.


"Saya datang hanya ingin memberikan hasil desain saya, kalau Tuan ada waktu saya ingin menjelaskan sedikit tentang temanya," pinta Lulu berharap Usan mau berbincang dengannya dan meninggalkan Asha sang wanita penggoda. Dia tidak tahu saja apa status Asha kini.

__ADS_1


"Menurutmu aku sedang sibuk atau tidak?" tanya Usan mengintimidasi. Lulu mengerutkan alisnya ketakutan, kemudian mengerti maksud lain pertanyaan Usan.


"Kalau begitu saya permisi, Tuan. Lain kali saya akan datang dengan membuat janji," tuturnya kemudian langsung keluar dari ruangan Usan.


"Musuhmu sudah pergi. Apa masih ingin menggodaku?"


"Kamu pasti tidak tahan, ya?" goda Asha, membuat Usan menyeringai penuh arti.


"Sudah aku ingatkan, karena kamu sendiri yang menginginkannya. Jadi, jangan salahkan aku bila mengingkari janji!"


"Ahhh ....


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2