
Setelah merasa puas merekam video Asha menghajar kedua temannya, wanita itu pun langsung mengunggah video tersebut ke akun fake sosial medianya. Hanya butuh waktu beberapa menit, berita itu pun viral dan mampu menggeser berita Asha sebelumnya.
Asha lagi-lagi menjadi tanding topik di sosial media, berita itu pun sampai ke indera penglihatan dan indera pendengaran Laura Sang Adik tiri.
Di Mansion Bredariol.
"Ibu! Ibu!" Laura berlarian keluar dari kamarnya menuju ke ruang makan sambil berteriak memanggil Ibunya, yang sedang bersantai menikmati makan siang.
"Ada apa, Lau? Jangan berteriak kencang, Ayahmu sedang istirahat," sahut Ny. Kiya heran.
"Ini ibu, lihatlah berita ini," Laura memberikan ponselnya kepada Sang Ibu, Ny. Kiya pun melihat Asha yang kembali menjadi tranding topik.
"Wujud si rubah betina. Ahaha ... Lucu sekali, dia sendiri yang merusak imagenya, jelas-jelas berita ini lebih menggemparkan daripada berita yang kita buat kemarin. Ibu yakin, orang-orang akan berpikiran bahwa dia memang wanita yang tidak benar, dan orang-orang akan semakin membencinya," ujar Ny. Kiya senang.
"Sepertinya tidak sepenuhnya begitu, Ibu."
"Maksudmu?"
"Ibu lihatlah video ini, lihatlah betapa kuatnya Kak Asha sekarang. Kita akan kesulitan menyingkirkannya, Ibu," jelas Laura sedari tadi bergidik ngeri melihat Asha menghajar dua orang wanita tanpa ampun sedikit pun.
"Kau benar, Sayang. Tapi, kamu tidak perlu khawatir, Ibu punya banyak cara untuk melenyapkannya," balasnya dengan raut wajah yang begitu menakutkan.
"Dan satu lagi Ibu. Apa Ibu tahu, berkat beritanya yang terus menjadi tranding topik, kudengar rancangan busana Dash Boutique naik harga karena peminatnya semakin bertambah dan mereka dibanjiri pesanan, beritanya bahkan juga mempengaruhi saham TB Grup yang juga ikut naik semakin menanjak. Jelas berita ini malah membuat mereka untung besar Ibu," lanjut Laura menjelaskan lagi.
"Aneh, kenapa bisa begitu?" tanya Ny. Kiya bingung. Bagaiamana bisa itu terjadi, bukankah seharusnya orang-orang malah membenci Asha.
"Itu terjadi karena secara tidak langsung berita ini juga sebagai ajang promosi Ibu. Orang-orang semakin mengenal Dash Boutique dan tahu betapa bagusnya kualitas produk di sana."
"Tidak masalah, bukankah kita juga akan merebut Dash Boutique?" sahut Ny. Kiya dengan entengnya.
"Oh iya, Sayang."
__ADS_1
"Ada apa, Ibu?"
"Apa yang akan terjadi kalau Neneknya yang menderita penyakit jantung itu, mendengar dan melihat berita ini?"
"Membunuh yang disengaja, tapi dengan cara yang tidak sengaja. Ibu, ibu memang yang paling hebat," puji Laura.
***
Di ruangannya, Usan tengah membaca beberapa dokumen penting yang membutuhkan tanda tangannya. Bosan dengan semua itu, Usan pun menyingkirkan dokumen-dokumen yang membuatnya pusing itu. Usan meraih ponselnya, berniat ingin menghubungi Asha dan menanyakan sudah sampai mana.
Tak disangka, Usan malah dikejutkan dengan notifikasi berita viral. Sebelumnya, Usan tak ingin melihatnya, tapi entah kenapa dia begitu penasaran dengan berita tranding topik nomor satu itu. Tanpa berlama-lama, Usan pun langsung membuka dan melihat berita yang juga dilengkapi dengan video tersebut.
Usan membulatkan matanya sempurna kala melihat di mana Asha kekasihnya, tengah menghajar dua orang karyawannya dengan tangan kosong. Dengan perasaan yang dibaluti kekhawatiran, Usan langsung bangkit dan mengajak Sekretaris Evan untuk ikut bersamanya.
Tiba di lantai dasar, sudah tidak ada lagi ramai orang pun di lokasi kejadian. Hanya ada seorang office girl yang membersihkan lantai, og itu terlihat kaget dengan kehadiran Bos besarnya. Usan bertanya kepadanya, dan og itu mengatakan kalau dua wanita yang terluka sudah di bawa ke rumah sakit. Sementara Asha di bawa ke kantor polisi untuk diperiksa.
"Kita ke kantor polisi sekarang, Tuan?" tanya Sekretaris Evan.
"Tidak, ikut aku ke ruangan IT!" seru Usan sambil berlari menuju ruang IT yang letaknya tersembunyi.
"Sial! Apa yang dikerjakan HRD? Kenapa bisa memperkerjakan karyawan yang tidak bermutu seperti itu!" bentak Usan murka kala melihat kedua karyawannya tengah menganiaya satu orang karyawan culun.
Tak lama Asha datang, Usan tahu Asha seperti melihat dirinya dulu. Usan tampak kaget dengan apa yang Asha lakukan. Asha benar-benar seperti Rubah Betina, Usan tersenyum senang melihat Asha yang terlihat begitu hebat.
Usan langsung pergi ke kantor polisi bersama dengan bukti rekaman cctv yang dia dapatkan. Sedangkan Sekretaris Evan, Usan perintahkan untuk mencari dan membawa gadis culun yang Asha tolong untuk membantu memberikan keterangan.
***
Di kantor polisi.
"Jadi bener Nona menganiaya kedua karyawan TB Grup?" seorang polisi mengintrogasi.
__ADS_1
"Pak, bapak masuk ke sini lewat jalur belakang, ya?" dengan santainya Asha bertanya sambil mendekatkan wajahnya.
"Nona, mohon jaga bicara anda," seorang polisi menodongkan sebuah pistol tepat ke arah kepala Asha.
"Saya hanya bertanya saja, lagian bapak ini pertanyaannya aneh. Apa video di berita itu kurang jelas?" tanya Asha tersenyum smirik sambil melipat kembali kedua tangannya. Sedangkan polisi yang menginterogasinya tetap mempertahankan wajah tanpa ekspresinya.
"Kenapa Nona melakukan itu?"
"Karena mereka berdua menganiayanya seorang gadis culun yang lemah. Saya hanya ingin memberi mereka berdua pelajaran sekaligus memberitahu kalau bukan hanya mereka berdua saja wanita yang kuat," jelas Asha jujur tanpa ada yang ditutup-tutupi.
"Siapa wanita culun itu? Dia tidak ada di video."
"Lantas, dia harus ada di video? Pak, ini bukan drama yang sengaja di susun dengan rapi kemudian di rekam dengan terencana. Sepertinya dugaan saya memang benar, bapak masuk ke sini lewat jalur belakang. Ahaha ..."
"Apa pun alasannya, Nona tetap akan ditahan karena sudah melukai orang lain dengan sengaja. Keluarga dari kedua korban juga sudah melayangkan surat tuntutan."
"Kalau saya ditahan, maka dua wanita itu juga harus ditahan!" seru Asha.
"Tidak ada bukti, maka hukum tidak akan bisa berjalan."
"Saya gadis culun itu, Pak!" Potong seorang gadis culun yang dipenuhi luka di sekujur tubuhnya. Di belakang gadis culun itu ada Usan, sedangkan sekretaris Evan memantau di luar.
"Nona Asha menyelamatkan saya, saya pergi begitu saja karena saya takut. Maafkan saya Nona, saya mohon maafkan saya," gadis culun malang itu membungkukkan tubuhnya ke hadapan Asha. Asha berdiri dan memeluknya.
"Ini rekaman cctv semua kejadian. Di video ini ada adegan lengkap kejadian itu." Ujar Usan menyerahkan rekaman cctv kepada Polisi yang tadinya mengintrogasi Asha, polisi itu menerima rekaman cctv dengan tubuh bergemeretak, kala gugup berhadapan langsung dengan seorang Dusan Atlemose.
Walau ada bukti lengkap itu, tapi Asha tetap akan ditahan sama seperti kedua wanita yang dia hajar.
"Maaf, Tuan. Hukum akan tetap berjalan dan Nona Asha tetap akan ditahan."
*
__ADS_1
*
*