
Malam itu, Asha telah siap dengan penampilan yang pastinya sangat mempesona. Dengan gaun berpita di bagian perutnya, mampu memberikan kesan cantik sekaligus imut hingga Asha terlihat lebih fresh.
Setelah merasa penampilannya sudah oke, barulah Asha turun ke bawah, tiba di parkir dan masuk ke dalam mobilnya. Asha Langsung tancap gas menuju ke kediaman Keluarga Talsen Baldev.
Tiba di Mansion Usan, Asha pun langsung masuk ke dalam setelah beberapa pelayan menyambut kedatangannya. Tiga orang pelayan perempuan mengantar Asha hingga sampai di dalam rumah yang tampak sepi dan tak terlihat ada seorang pun di dalamnya.
"Bukankah akan ada acara pernikahan? Di mana semua orang?" tanya Asha kepada para pelayan.
"Sedang bersiap-siap Nona, Nona ikutlah kami sebentar, kamu akan membantu Nona mengganti pakaian lebih dulu," ajak seorang pelayan yang berdiri di samping kanan Asha.
"Hah? Tidak-tidak, gaun ini cukup. Dengan gaun ini aku juga sudah tampil cantik," tolak Asha cepat.
"Asha Sayang," panggil Mommy Ziva yang baru keluar dari kamarnya dengan gaun berwarna putih yang sangat cantik, gaun selutut yang mirip gaun pengantin itu terlihat begitu pas di tubuh Mommy Ziva yang tetap langsing di usia yang tak lagi muda.
Asha pun menatap gaun cantik itu heran, beberapa detik kemudian barulah Asha sadari kalau gaun yang kini melekat di tubuh Mommy Ziva adalah gaun yang telah dirinya rancang. Guan itu juga termasuk gaun yang membuatnya begitu sibuk belakangan ini. Tidak disangka gaun itu adalah gaun untuk Mommy Ziva. Aneh, Kenapa yang memesan gaun itu adalah orang lain.
"Mommy Ziva," balas Asha.
__ADS_1
"Ada apa, Sayang? Kenapa kamu terlihat tidak baik?" tanya Mommy Ziva mendekat.
"Mereka bertiga memaksaku untuk mengganti gaun, aku tidak mau."
"Tapi sayang, Mommy yang meminta mereka untuk mengganti gaunmu," jawab Mommy Ziva dengan raut wajah melas.
"Maksudnya apa?" tanya Asha tak suka.
"Begini, Sayang. Mommy ingin mengerjai Simone, untuk itulah Mommy ingin meminta bantuanmu sebentar saja," bujuk Mommy Ziva membuat Asha memandangnya curiga.
"Apa?" tanya Asha penasaran.
"Aku menjadi Arra?" tanya Asha semakin bingung.
"Iya, Sayang. Ayolah ikut Mommy sebentar," Mommy Ziva menyeret Asha hingga tiba di kamar tamu. Tiga orang pelayan tadi juga turut mengekor di belakangnya.
Tanpa berkata-kata apa pun, Mommy Ziva dengan raut wajah tak bersalahnya, memberi perintah kepada para pelayan untuk membantu Asha mengganti gaun. Asha mengerutkan alisnya, jelas dirinya belum menyetujui. Tapi Mommy Ziva begitu terburu-buru.
Asha membelalakkan mata kaget kala dua orang palayan mulai mengeluarkan sebuah gaun pengantin indah dari dalam peti khusus. Sedangkan pelayan satunya sibuk mengganti make up Asha dengan make up yang lebih natural dari sebelumnya. Pelayan itu juga menggerai rambut Asha, kemudian dipasang mahkota indah berdesain cantik bertabur berlian serta mutiara yang bersinar indah.
__ADS_1
Sedangkan Asha masih memasang ekspresi kagetnya lantaran merasa kenal dengan gaun yang kini ada di hadapannya. Jelas Asha masih mengingat gaun pengantin itu, itu adalah gaun pengantin yang dia rancang selama dua minggu lamanya.
Itu juga adalah gaun yang Asha rancang paling lama, hal itu terjadi karena seorang gadis yang memesannya menginginkan gaun spesial yang di desain sesuai yang Asha inginkan. Untuk itulah Asha mendesainnya cukup lama, karena Asha merasa tengah mendesain gaun pengantin untuknya sendiri.
Tentu saja Asha kaget, ternyata semua gaun-gaun yang membuatnya sibuk selama dua minggu belakangan ini, adalah gaun untuk pesta pernikahan Arra. Kenapa tidak mereka sendiri yang datang ke butik. Hal itu tentu menambah kecurigaan Asha.
"Ya Tuhan, Simone sudah menunggu. Ayo Asha, ayo kita keluar sekarang!" desak Mommy Ziva mengajak Asha untuk keluar dari kamar. Dan dengan bodohnya Asha mengikuti seakan terhipnotis.
Mommy Ziva menuntun Asha melangkah perlahan, sedangkan tiga orang pelayan tadi membantu membawakan ekor gaun yang luar biasa besar, panjang, sekaligus cukup berat.
"Gelap?" ujar Asha heran, karena saat keluar dari kamar kondisi ruangan sangatlah gelap. Asha dibuat semakin heran lantaran Mommy Ziva dan tiga orang pelayan tadi sudah tak lagi berada di sisinya.
"Mommy Ziva, pelayan, kalian semua di mana? Keluarlah atau aku akan ....
*
*
*
__ADS_1