Terjerat Ranjang Hangat Si Culun Seksi

Terjerat Ranjang Hangat Si Culun Seksi
Bab 50 ~ Edrik


__ADS_3

Ketika Nyonya kiya tengah menjadi pusat perhatian semua orang. Tiba-tiba saja Asha tak sengaja melihat sosok pria misterius yang ada di atas sana, sontak saja Asha langsung mengeluarkan senjatanya dan ....


DOR!


Asha langsung menembak dari jarak jauh dan tentu saja pria misterius itu berhasil menghindar. Mendengar suara tembakkan yang begitu memekakkan telinga, semua tamu undangan pun menjadi panik dengan berteriak histeris membuat keadaan di dalam kapal menjadi ricuh.


Masih dengan gaun serta heelsnya, Asha melesat berlari kencang mengejar pria misterius yang menghilang begitu saja. Tinggi tubuh Asha mencapai seratus tujuh puluh lima sentimeter, dengan tinggi yang semampai itu, tentu saja Asisten Via kesulitan menyeimbangi langkah Asha yang begitu lebar. Asisten Via yang hanya memiliki tinggi badan seratus enam puluh sentimeter, terus berusaha untuk tetap berada di sisi Nona Mudanya guna melindungi karena itulah tugasnya.


Asha dan Asisten Via terus berlari menyusuri lorong demi lorong untuk mengejar pria misterius yang berlari begitu cepat. Tak keduanya sadari kalau mereka sudah berada di bagian luar kapal, tepatnya di Playing Area. Asha benar-benar melihat pria itu berlari ke arah sana, tapi ketika sampai lagi-lagi Asha kehilangan jejak.


"Para pengawal di mana, Via?" tanya Asha dengan posisi siap bertempur, dia selalu waspada, waspada akan musuh yang bisa saja menyerang tanpa bisa ditebak akan datang dari arah mana.


"Sambungan tiba-tiba terputus, Nona, kita kehilangan jejak mereka. Hanya beberapa pengawal saja yang bisa dihubungi, kini mereka sudah berhasil menjinakkan semua bom yang dipasang di kapal ini. Sepertinya pria misterius itu tidak sendiri," jelas Asisten Via yang tak dapat menghubungi para pengawal yang semula berjaga di area yang sekarang ini keduanya pijaki.


"Sialan! Ayahku bagaimana?" tanya Asha membentak karena mengkhawatirkan Ayahnya.


"Maaf, Nona. Saya tidak dapat menghubungi para pengawal yang bertugas membawa Tuan Riol," imbuh Asisten Via juga tak kalah paniknya, tapi dia tetap terlihat tenang, agar tak membuat Sang Nona semakin khawatir.


"Astaga Via. Bagaiamana Ayahku?" Asha menekan kalimatnya sambil mengusap wajahnya kasar.

__ADS_1


"Ayah mana yang sedang kamu cari, Sayang? Ayah kandung atau Ayah tirimu ini?!" teriak seorang pria berpakaian serba hitam dengan topi dan masker yang menutupi indentitasnya. Pria misterius itu tengah menyekap Tuan Riol dengan menodongkan sebuah pistol. Bukannya kaget, panik dan khawatir, tapi Asha malah menyeringai penuh arti.


"Tuan ....


***


Flashback On


Di kamar Bredariol


"Musuh sesungguhnya bukanlah mereka berdua," jawab Tuan Riol dengan raut wajah penuh amarah yang serius.


"Lalu, siapa?" tanya Asha penasaran.


Flashback off


***


"Tuan Edrik, aku sudah mengetahui siapa dirimu sebenarnya. Untuk apa masih menutupi wajahmu yang jelek itu?" tanya Asha berdiri tegap sambil memasukan kembali senjatanya ke dalam saku dengan gerakan yang begitu santai.

__ADS_1


Sedangkan Edrik mulai melepaskan masker di wajahnya, dan Asha pun dapat melihat wajah itu dengan jelas. "Oh, jadi Ayahmu ini sudah menceritakan siapa diriku sebenarnya. Kalau begitu, sudah saatnya Ayahmu ini pergi untuk selama-lamanya." jawab Edrik mulai menarik pelatuk.


"Tunggu!" cegat Asha berteriak membuat Edrik tersenyum miring.


"Ada apa, Sayang? Apa kamu tidak tega melihat Ayahmu mati ditanganku? Sayang, kamu harus membencinya, bukankah dia sudah mengusirmu serta menelantarkanmu?" tanyanya dengan ekspresi yang begitu menakutkan.


"Apa yang kamu inginkan? RL Grup? Aku akan memberikannya kepadamu," imbuh Asha.


"Sayangnya aku sudah tidak lagi tertarik dengan harta," jawab Edrik perlahan mulai menarik pelatuk.


"Lalu, apa yang kamu inginkan?"


"Aku menginginkan ....


*


*


*

__ADS_1


Bukan harta yang musuh incar, Guys. Hem ... kira-kira apa, ya? Ada yang tahu?


Jangan lupa votenya ya guys🤗. Calangeo 😘😍


__ADS_2