
DOR!
Asha mengelak dengan gesit, sakit pada perut tidak dapat menghentikannya. Gerakannya begitu aktip dan Asha dapat melesat ke sembarangan arah guna menghindari hujatan peluru yang terus Edrik layangkan. Tubuh Asha yang begitu lentur membuatnya dapat menghindari dengan mudah. Bahkan, dress ketat yang mini dan heels yang kini melekat di tubuhnya, sama sekali tidak dapat menghentikannya.
Selama baku senjata terjadi, Asha sama sekali tidak menyerang. Asha hanya terus menghindari serangan dari Edrik, Asha berencana akan menyerang hanya saat Edrik kehabisan peluru. Namun, sepertinya kesempatan itu akan sulit datang karena Edrik menyiapkan banyak senjata di tubuhnya.
Sedangkan Asha hanya punya satu senjata yang dirinya simpan di saku anti peluru yang sempat Asisten Via kenakan padanya. Untuk itulah Asha lebih memilih menghindar tanpa menyerang.
Kapal mulai tampak sepi lantaran para tamu undangan yang berada di dalam dalam kapal telah di evakuasi oleh pihak Suami Laura, begitu pun Laura sudah dibawa pergi oleh Suaminya menggunakan kapal mini yang tersedia.
Beruntung tamu undangan tidaklah banyak, hingga kapal mini itu pun cukup untuk membawa semuanya sekaligus. Semuanya pergi meninggalkan kapal dengan berita palsu yang mereka dapatkan. Yaitu berita tentang adanya penyusup yang ingin menghancurkan pesta. Tapi, mereka semua tidak tahu apa, kenapa dan siapa penyusup tersebut.
Malam itu, hari sudah semakin gelap dengan rintik-rintik hujan beserta angin yang bertiup cukup kencang. Ombak laut semakin tinggi membuat kapal berlayar dalam posisi yang sulit stabil. Beruntung kapal dikemudikan dan dikendalikan oleh Nakhoda dan perwira geledak yang handal, hingga dapat dipastikan semuanya akan baik-baik saja.
__ADS_1
"Bagaimana kabar Asha sekarang? Ini sudah dua puluh menit berlalu, astaga," tutur Tuan Riol mengkhawatirkan Putrinya tercinta.
"Kondisi Tuan semakin melemah, saya harus membawa Tuan pergi untuk mendapatkan penanganan. Saya mohon ikutlah dengan saya, Tuan Riol. Percayalah, Nona Asha pasti akan menang melawan Edrik. Nona sangatlah kuat dan tidak terkalahkan," jelas Asisten Via berusaha membujuk Tuan Riol agar mau ikut pulang dengannya.
"Aku tidak bisa pulang tanpa Putriku!" tegas Tuan Riol keukeuh.
"Saya mohon jangan kecewakan Nona Asha, Tuan. Jangan sia-siakan pengorbanannya. Lagipula, di sini para pengawal terus memantau, mereka akan langsung bertindak sebelum Nona mengatakan menyerah."
"Siap, Tuan." jawab mereka serentak. Namun, mereka tetap fokus mengarahkan senjata masing-masing ke arah Edrik. Setelah itu, barulah Tuan Riol dibawa pulang oleh Asisten Via bersama dengan Nyonya Kiya yang berhasil mereka sekap.
Sedangkan Asha, masih terus bertahan menghindari serangan-serangan peluru yang Edrik layangkan. Asha bertahan dan berlindung di balik drum alumunium yang berada di sana. "Apa kamu tidak akan menyerah? Apa tidak lelah terus menghindar?" tanya Edrik yang kini tak lagi menyerang dengan senjata, melainkan dengan tangan kosong.
"Kata menyerah tidak ada dalam kamusku," jawab Asha mencoba memberi tendangan kaki, namum berhasil Edrik hindari.
__ADS_1
"Akhh!" teriak Asha kala Edrik memberikan tembakan jarak dekat membuat Asha sulit menghindar, hingga peluru itu berhasil menggores luka tembak Asha yang sebelumnya belum sembuh total. Bak luka lama diusik kembali, darah mengucur begitu deras kala jahitannya terbuka.
Meski sudah mendapatkan luka cukup parah, tapi Asha tak juga memberikan kode menyerah hingga para pengawal yang terus mengawasinya tak dapat bertindak. Karena sesuai rencana, mereka akan bertindak ketika sudah mendapatkan kode dari Asha sendiri.
"Selamat tinggal Ashaku, Sayang. Salahkan dirimu yang terlalu mirip dengan Ibumu," kini tubuh Asha sudah dikunci oleh Edrik, membuat Asha tak lagi dapat bergerak.
Melihat nyawa Nona mereka dalam bahaya, para pengawal mulai sigap mendekat. Namun, lagi-lagi Asha menatap mereka dari jauh dengan senyuman seakan mengatakan kalau dirinya baik-baik saja. Pengawal pun mengurungkan niatnya dan mundur kembali.
"Kau pikir aku sudah menyerah?" tanya Asha kesulitan berbicara.
"Rupanya kamu masih ada nyali. Baiklah, kita akhiri sekarang juga!"
"Aakkhh! ....
__ADS_1