Terjerat Ranjang Hangat Si Culun Seksi

Terjerat Ranjang Hangat Si Culun Seksi
SEASON 2 ~ Bab 18


__ADS_3

"Apa yang terjadi?" bentak Daddy Lolan.


"Asha pingsan." "Arra terluka." jawab kedua pengantin pria bersamaan.


"Apa!" teriak Daddy Lolan dan Ayah Riol bersamaan pula. Sedangkan Mommy Ziva langsung naik ke lantai atas untuk mengecek keadaan Putri dan juga menantunya.


BRUUKK!


Usan dan juga Simone mundur beberapa langkah ke belakang usai mendapatkan tonjokkan dari Mertua masing-masing. Di saat kondisi yang darurat, keduanya malah terjebak dalam pertikaian yang sulit, dan waktu untuk memeriksa Istri masing-masing harus terulur cukup lama.


Namun, apa yang kini dilakukan oleh Daddy Lolan dan Ayah Riol membuat Usan dan Simone tercengang. Bagaimana tidak, setelah Usan dan Simone yang memperebutkan Dokter Xean, kini berbalik Daddy Lolan dan Ayah Riol yang juga memperebutkan Dokter Xean. Dan tragedi tarik menarik pun kembali terjadi.

__ADS_1


"Asha dulu, dia pingsan!" seru Ayah Riol menarik lengan kanan Dokter Xean.


"Tidak bisa begitu, Putriku Arra terluka. Dia yang harus ditangani lebih dulu!" sahut Daddy Lolan tak ingin kalah, dia juga menarik lengan kiri Dokter Xean. Sementara Dokter Xean terlihat pasrah, tapi memberikan tatapan tajam kepada Dokter Yuna yang malah menertawakan dirinya. Sadar akan kondisi Usan Dan Simone yang menghubunginya di waktu yang hampir sama.


Dokter Xean juga membawa serta Sahabatnya Dokter ahli kandungan yaitu Yuna. Namun karena panik, kedua pengantin pria dan kedua Pria paruh bayah itu pun melupakan kehadiran Dokter Yuna. Mendapat tatapan tajam dari Sahabatnya itu, barulah Dokter Yuna menengahi perdebatan sengit kedua antara Daddy Lolan dan Ayah Riol


"STOP!" pekik Dokter Yuna membuat kedua pria paruh baya itu terdiam, sementara Usan dan Simone serentak menyeka darah seger yang mengalir dari sudut bibir masing-masing.


"Saya juga Dokter di sini. Usan dan juga Tuan Riol, antar saya ke kamar di mana Nona Asha berada, saya akan mengecek kondisinya," terang Dokter Yuna membuat Tuan Riol langsung melepaskan Dokter Xean, kemudian ikut mengekor di belakang Usan dan Dokter Yuna yang langsung masuk ke dalam lift menuju lantai tiga di mana Asha berada. Sedangkan Daddy Lolan ikut menaiki anak tangga, mengekor di belakang Simone dan Dokter Xean yang menuju lantai dua.


"Kak Simone, kenapa dengan pipi, Kakak? Kenapa bengkak begitu?" tanya Arra sambil meringis kesakitan. Meski kakinya terasa begitu sakit, tapi dia tetap masih memperhatikan Suaminya tercinta.

__ADS_1


"Daddy yang memukulnya, kamu terluka pasti karena dia. Padahal, Daddy sudah ingatkan untuk melindungimu dan jangan sampai menyakitimu," sahut Daddy Lolan menjelaskan kekhawatirannya.


"Mommy, Daddy memukul Kak Simone, padahal Kak Simone sama sekali tidak bersalah. Aku terluka karena kesalahan aku sendiri yang tidak berhati-hati ketika di kamar mandi. Daddy jahat Mommy, aku tidak suka Daddy," adu Arra yang tak suka melihat Simone terluka.


Mendengar kekhawatiran Sang Istri, Simone pun langsung mendekat dan duduk di pinggir ranjang. Kemudian Simone membelai lembut kening Arra, juga sedikit menarik selimut untuk menyelimuti leher Arra guna menyembunyikan hasil karyanya yang terdapat di sana.


"Jangan berkata begitu Arra. Kakak juga bersalah karena menjadi penyebab kamu terburu-buru di kamar mandi. Kakak baik-baik saja, tidak perlu sampai menyalahkan Daddy, Daddy begitu karena mengkhawatirkanmu," terang Simone membuat Arra memandang Sang Daddy lembut. Seakan ingin mengucapkan kata maaf.


"Sudah, lupakan semuanya. Sekarang fokus saja pada lukamu," ucap Daddy Lolan sambil membalas tatapan Putrinya tercinta.


"Lukanya perih Daddy, tapi lebih perih hatiku," tutur Arra mulai mencebikkan bibirnya.

__ADS_1


"Kenapa dengan hatimu, Sayang?" tanya Simone menatap Arra lembut.


"Hatiku sakit karena malam pertama kita akan ditunda, huwa ...."


__ADS_2