Terjerat Ranjang Hangat Si Culun Seksi

Terjerat Ranjang Hangat Si Culun Seksi
Bab 33 ~ Ayah Tiri Asha?


__ADS_3

"Rahang tegas pria itu sangat mirip dengan rahang milik Tuan Simone," jawab Asha membuat Asisten Via berpikir keras.


"Tuan Simone lumpuh dan sangat tidak mungkin kalau itu dia," saut Asisten Via.


"Kau benar, mana mungkin dia ingin membunuhku. Aku rasa, aku tidak pernah membuat masalah dengannya, malahan dia menolongku ketika Adiknya ingin menamparku. Kalau bukan dia, lalu siapa pria misterius itu?, apakah orang suruhan Ibu tiriku yang tak sabar ingin melenyapkanku?" tutur Asha bingung.


"Sepertinya benar begitu, Nona. Mulai sekarang Nona harus berhati-hati," Asisten Via mengingatkan.


"Kau benar-benar, mereka sudah bertindak. Aku akan bersiap dan tak boleh lengah sedetik pun karena pertarungan sudah dimulai," balas Asha menyeringai.


Tok, tok, tok ....


Pintu kamar Asha diketuk seseorang, Asisten Via segera membukanya. Ternyata seorang pelayan yang mengantarkan makan siang untuk Nona Mudanya. Asisten Via menyambut makanan itu dan membawanya masuk ke dalam kamar.


"Makanlah dulu, Nona. Apa mau saya suapi?" tawar Asisten Via.


"Tidak perlu, Via. Lengan kananku baik-baik saja, kau Istirahatlah, aku sudah merasa lebih baik," titah Asha yang tahu kalau Asisten Via juga belum makan siang.


"Baik, Nona. Kalau begitu saya pamit. Kalau butuh sesuatu hubungi saja saya." Asha menganggukkan kepalanya.


Setelah kepergian Asisten Via, Asha pun mulai melahap makananya. Namun, suara ponsel yang berdering mangurungkan niatnya. Asha menatap curiga panggilan yang berasal dari nomor yang tak dia kenali.

__ADS_1


Penasaran, Asha langsung mengangkatnya. Asha diam tak bersuara dan menunggu seseorang di seberang sana yang mengeluarkan suaranya lebih dulu.


"Hallo, Nak. Apa kabarmu?" tanya suara serak seorang pria di seberang sana.


Sebelum menjawab, Asha berpikir keras siapa pria yang kini tengah berbicara dengannya. Mungkinkah Ayahnya Bredariol? Tidak, tidak mungkin Ayahnya. Asha hapal suara Ayahnya tidaklah serak.


"Siapa kamu?" tanya Asha akhirnya bersuara.


"Luka tembakmu, apakah sudah ditangani, Sayang?" Pria itu mengabaikan pertanyaan Asha.


Mendengar pertanyaan itu, Asha pun mengerti bahwa seseorang yang kini menelponnya adalah pria yang sama, yang telah mencelakainya tadi.


"Aku adalah Ayahmu, Sayang. Ayah tirimu," jawab pria itu dengan suara yang terdengar begitu menakutkan.


"Ibuku sudah meninggal dunia saat masih menjadi Istriku Ayahku Bredariol, kamu jangan coba-coba ingin menipuku!" tegas Asha.


"Aku adalah Suami pertama Ibumu, Bredariol adalah Suami keduanya," balas pria di seberang sana. Seketika Asha pun semakin murka kala mendengar peryataan pria misterius itu.


"Aku tidak percaya sedikit pun karena Ibuku hanya pernah menikah sekali. Jadi, cepat katakan siapa kamu sebenarnya?"


"Aku adalah Ayah tiri yang akan menghabisimu, Sayang."

__ADS_1


"Hallo! Aakh! Sialan! Siapa pria itu?" amuk Asha ketika pria itu langsung memutuskan panggilan setelah mengucapkan kalimat ancamannya.


Terburu-buru, Asha langsung mengirimkan nomor itu kepada Asisten Via untuk dilacak pemiliknya dan di mana dia berada sekarang.


Beberapa menit kemudian, pintu pun kembali diketuk. "Masuk!" teriak Asha yang tahu bahwa itu adalah Asisten Via.


"Apa sudah ditemukan informasinya?" tanya Asha cepat.


"Tidak, Nona. Tidak ada satu pun informasi dari nomor itu. Nomornya pun juga sudah tak lagi aktif. Tapi, Nona tenang saja, saya sudah mengirimkan nomor itu ke pusat Italia, saya yakin mereka pasti akan mendapatkan informasinya," Asisten Via sengaja datang untuk memberikan berita itu.


"Baiklah," jawab Asha sambil menghela napas lega.


"Apa yang penelpon itu katakan kepada Nona?" seperti biasa, Asisten Via akan introgasi Asha.


"Ayah tiriku. Dia mengatakan kalau dia adalah Ayah tiriku."


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2