
"Ada dua cara untuk menggapai sesuatu yang terlihat dekat, tetapi jauh. Pertama, luluhkan hatinya dan buat dia mencintaimu hingga tergila-gila, kalau perlu buat dia mencintaimu hingga sampai di titik dia rela berkorban nyawa untukmu," tutur Xean persis seperti seorang Dokter yang tengah mengajarkan pasiennya.
"Itu terlalu sulit, jelaskan padaku cara yang kedua?"
"Yang kedua adalah, hamili dia!" seru Xean bersemangat. Namun, malah mendapat pukulan di kepala oleh tangan kekar Usan.
"Kau gila! Asha bukan wanita yang mudah ditipu dengan minuman berisi obat perang sang, kemudian aku tiduri sekali setelah itu langsung hamil dalam sehari. Kau pikir ini dunia novel!" ketus Usan kesal.
"Ya sudah, kalau begitu kau pikirkan saja bagaimana caranya, tidak perlu bertanya kepadaku lagi. Wanita seksi, cantik, menarik, dan sempurna seperti Asha, akan sangat sulit untuk ditaklukan. Untuk mendapatkannya, tidak bisa hanya dengan mengandalkan ketampananmu saja, itu terlalu biasa," ejek Xean sambil mengelus kepalanya yang terasa panas akibat ulah Usan.
Setelah mengucapkan kelimatnya, Xean langsung berdiri ketika suara bel pintu Apartemennya berbunyi. Xean berjalan santai menuju pintu dan langsung membukanya saat telah sampai. "Terima kasih," ucap Xena seraya mengedipkan matanya kala yang mengantar makanan pesanannya adalah seorang gadis yang tampak begitu cantik.
"Dasar Playboy!" ejek Usan ketika Xean telah sampai kembali di tempat semula.
__ADS_1
"Walau playboy, tapi aku tidak suka celap celup dengan sembarang wanita, seperti dirimu. Cassanova berhasrat tinggi," ejek balik Xean.
"Kau datang kemari, apa hanya untuk bertanya cara menggapai wanitamu saja?" lanjut Xean mengucapkan kalimat yang bermakna mengusir.
"Kau mengusirku?"
"Haha ... ternyata kau masih peka. Katakan padaku apa lagi yang kau inginkan?" Xean mulai melahap makanannya dengan santai.
"Ini, hadiah ulang tahunmu," imbuh Usan sambil mengulurkan kunci mobil terbaru kepada Xean.
"Kau tidak mau? Kalau kau tidak mau aku akan memberikannya kepada Sekretaris Evan." kata Usan menarik kembali kunci mobil di atas meja.
"Hei, apa yang kau lakukan wahai Tuan Dusan Atlemose. Ini hadiah ulang tahunku, artinya ini sudah menjadi milikku. Tidak sopan mengambil kembali sesuatu yang telah diberikan kepada seseorang, apalagi aku ini adalah sahabatmu sendiri!" oceh Xean merebut kembali kunci mobil yang sudah berada di tangan Usan. Usan hanya mengulum senyum karena berhasil menggoda sahabatnya itu.
__ADS_1
"Oh iya, pesta ulang tahunku akan dilakukan di rumahku. Ajaklah pasangan untuk mendampingi, siapa itu namanya, oh iya, Lulu. Kalau didampingi Asha tidak mungkin, karena aku yakin dia akan datang bersama dengan tunangannya yang sempurna sama sepertinya," imbuh Xean dengan senyuman kecil tak lepas dari bibir tipis itu, karena merasa senang sudah mendapatkan mobil impiannya.
"Aku kekasihnya, tentu saja dia akan mendampingiku," balas Usan.
"Jangan lupakan Asha sudah punya tunangan, tentu saja dia akan datang bersama dengan tunangannya. Haha ... Sepertinya nanti akan sangat menyenangkan, aku tidak sabar ingin melihat seperti apa wajahmu ketika cemburu, haha ...."
"Jika sampai Asha benar-benar didampingi oleh Lorix, maka aku akan ....
*
*
*
__ADS_1
Asha