Terjerat Ranjang Hangat Si Culun Seksi

Terjerat Ranjang Hangat Si Culun Seksi
SEASON 2 ~ Bab 26


__ADS_3

"Sudah aku ingatkan, karena kamu sendiri yang menginginkannya. Jadi, jangan salahkan aku bila mengingkari janji!"


"Hemp ...." de sah Asha kala Usan melu mat bibirnya dengan penuh nafsu. Asha sama sekali tak menolak, dia juga turut andil dalam ciuman kali ini, bila Usan memberi maka Asha menerima. Pertautan kian panas, Usan mulai menurunkan resleting gaun Asha, kemudian berpindah ke bawah dan meninggalkan jejak kepemilikan di leher jenjang itu.


Ketika kedua tangan nakalnya akan mere mas sesuatu yang lembut dan kenyal, saat itu pula pintu ruangan diketuk seseorang. Asha langsung menjauh dari atas tubuh Usan, kemudian meminta bantuan kepada Usan untuk menaikan kembali resleting gaunnya yang telah turun.


Setelah memastikan semua aman, barulah Usan berteriak, "Masuk!" tak lama pintu berderit, setelahnya munculah sosok pria kekar berwajah tampan, pria berpakaian rapi itu masuk dengan santai dan langsung mengambil posisi duduk di hadapan Usan.


"Ada apa, Kak?"


"Apa mengganggumu?"


"Sangat menggangu," tekan Usan mendapatkan pukulan dari Asha yang berdiri di sampingnya.


Keduanya pun hanya membahas seputar bisnis, membuat Asha bosan mendengarnya. Asha yang bosan langsung mengasingkan diri, duduk manis di sofa sambil memainkan ponsel Usan yang diam-diam dirinya ambil.


Jemari Asha begitu lancar memainkan ponsel milik Suaminya. Melihat ada begitu banyak berita miring tentang dirinya. Asha langsung mengambil beberapa Selfi terbaik, kemudian sengaja mengunggahnya di akun sosial media Usan. Tak lupa Asha memberi caption yang pastinya akan membuat semua orang heboh.


"Ranjang Terhangat."

__ADS_1



***


Beberapa jam perjalanan dengan menggunakan pesawat pribadinya. Kini, Lorix pun telah sampai di negara di mana Neneknya berada. Tiba di bandara, sudah ada mobil beserta Supir khusus yang akan mengantarnya menuju Mansion sekaligus markas terbesar Gangster Lorehot.


Ketika sampai di Mansion, Lorix langsung berjalan cepat menuju ruangan di mana Neneknya berada. Saat sudah berdiri di depan pintu, dua orang pengawal yang berjaga membungkukkan tubuhnya terlebih dahulu. Setelahnya, barulah mereka membuka pintu lalu mempersilahkan Lorix untuk masuk.


"Kamu sudah datang," sambut Nenek Lore yang sudah memprediksa kedatangan Putra angkatnya, Lorixs Lore. Lorix hanya diam tak menjawab, sangat jauh berbeda seperti sebelum-sebelumnya, di mana dirinya sangat menghormati Sang Nenek.


"Duduklah," titah Nenek Lore meminta agar Lorix duduk di sampingnya.


"Berpura-pura menyetujui pernikahan yang Nenek atur, kemudian merebut Lewis. Apa maksudmu rencana yang itu?" Nenek Lore beringsut sambil membenarkan posisi tongkat ajaibnya.


"Aku tidak pernah mencintai Asha, aku hanya mencintai Gyana!" tegas Lorix.


"Kalau begitu nikahi Gyana," balas Nenek Lore sambil meraih cawan berisi teh, lalu meneguk isinya dengan santai.


"Mak-maksud, Nenek?" tanya Lorix yang tampak kaget mendengar ucapan Sang Nenek yang tak terduga. Membuatnya menaruh perasaan bahagia.

__ADS_1


Sepersekian detik kemudian, Lorix pun sadar ada sesuatu yang aneh. Tidak mungkin Sang Nenek begitu cepat berubah pikiran, terkecuali ada rencana lain yang pastinya akan sangat sulit Lorix tebak.


"Apa Nenek bercanda? Nenek rela membuatnya menjadi wanita sakit jiwa demi tidak bisa bersamaku. Namun sekarang, Nenek memintaku untuk menikahinya dengan begitu entengnya. Apa Nenek mempermainkan perasaanku? Rencana apa lagi yang kini Nenek rencanakan?" geram Lorix bertanya sambil menatap tajam wanita keriput di sampingnya.


"Lakukan saja apa yang Nenek perintahkan padamu, jangan sekali-kali membantah!" tekannya membuat Lorix mengepalkan tangan.


"Pasti ada sesuatu yang Nenek inginkan, katakan kepadaku apa itu?" desak Lorix yang tahu bahwa Sang Nenek pasti punya persyaratan yang pastinya akan berat untuknya jalani.


"Tentu saja ada persyaratannya."


"Apa itu?"


"Kamu harus ....


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2