Terjerat Ranjang Hangat Si Culun Seksi

Terjerat Ranjang Hangat Si Culun Seksi
Bab 61 ~ Rencana Usan


__ADS_3

"Bukan begitu maksudku, Kak Lorix. Aku hanya, aku hanya—" balas Asha.


"Sudah, masuklah dan temani saja Ayahmu. Ayahmu membutuhkanmu saat ini," potong Lorix memberi titah yang tak dapat Asha bantah.


"Tapi, bagaimana kalau Usan benar-benar masuk dan melihat Kakak, aku tidak ingin privasi Kakak terganggu," terang Asha dan Lorix pun mengangkat dagu Asha dengan lembut.


"Dia tidak akan bisa masuk karena Kakak sudah menempatkan banyak pengawal di luar," terang Lorix sambil mengelus lembut kepala Asha.


"Hem, begitu. Baiklah, Kak." Asha pun pasrah dan kembali ke ranjang di mana Sang Ayah terbaring lemah. Lorix juga ikut mengekor di belakang Asha, setelah sebelumnya menutup pintu kamar.


"Ayah kenapa?" tanya Asha khawatir kala melihat Tuan Riol menekan kuat keningnya.


"Tidak apa-apa, Sayang. Ayah baik-baik saja. Hanya pusing biasa, hal ini sudah biasa terjadi," ungkap Tuan Riol membuat Asha malah semakin khawatir.


"Apa ini efek dari racun yang selama ini Ayah konsumsi? Bagaiamana ini, aku tidak ingin Ayah sakit-sakitan lagi, Asha ingin Ayah sembuh seperti semula. Ini terjadi karena Ayah ingin menyelamatkan Asha, kalau tidak, Ayah tidak akan mengalami semua ini dan Ayah pasti akan—"


"Sssstt, tenanglah Sayang. Ini Ayah lakukan atas keinginan Ayah sendiri. Kamu tidak bersalah sama sekali, Sayang. Jadi, Ayah mohon berhenti menyalahkan dirimu," bujuk Tuan Riol.

__ADS_1


"Tenang saja, Asha. Di Italia ada seorang Dokter ahli yang dapat mengeluarkan seluruh racun yang mengendap di dalam tubuh Ayahmu," sambung Lorix membuat Asha langsung bangkit seketika.


"Kakak serius?" tanya Asha berdiri tepat di hadapan Lorix.


"Tentu saja," jawab Lorix dengan senyuman yang mematikan.


"Terima kasih, Kak." ucap Asha tulus dan langsung memeluk Lorix erat.


"Sama-sama. Tapi, sementara Ayahmu akan dibawa ke Italia, karena pengobatan hanya bisa dilakukan di sana," jelas Lorix.


"Iya, Kak. Tidak apa-apa, apa pun yang terpenting Ayahku bisa segera sembuh," jawab Asha kembali pada Ayahnya dan memeluk Sang Ayah dengan tangisan kebahagiaan.


"Sialan! Aku akan—"


"Tahan, Tuan. Hati perempuan tidak akan bisa luluh dengan kekerasan," cegat Sekretaris Evan pada Usan, yang siap akan menyerang para pengawal yang menghalangi untuknya bertemu dengan Asha.


"Lalu, bagaiamana caranya?" tanya Usan membentak sambil menepis lengan Sekretaris Evan yang menahannya.

__ADS_1


"Lebih baik kita pulang dan pikirkan bagaimana caranya. Tentang Nona Asha, yang penting dia sudah baik-baik saja saat ini," imbuh Sekretaris Evan menjelaskan.


Usan mengabaikan perkataan Sekretaris Evan, namum dia langsung masuk ke dalam mobilnya. Melihat itu, sekretaris Evan hanya tersenyum, kemudian juga masuk ke dalam mobil, duduk di kuris kemudi dan langsung tancap gas untuk pulang.


"Ke Mansion, Tuan?" tanya Sekretaris Evan.


"Tidak. Antar aku ke Apartemen," jawab Usan pelan.


"Baik, Tuan."


Beberapa menit kemudian, mobil mewah itu pun berhenti di pelataran parkir. Usan langsung mauk ke Apartemen, Setelah membersihkan diri, Usan tak langsung beristirahat. Malainkan, memikirkan sebuah rencana.


Bila dengan kebaikannya gagal membuat Asha jatuh ke pelukannya. Maka, Usan akan berpura-pura menjauh dan tak peduli pada Asha. Dengan begitu, Usan yakin Asha akan merasa kesepian dan kehilangannya. Usan menyambar ponselnya di atas nakas, lalu menghubungi Sekretaris Evan.


"Ada apa, Tuan Usan? Saya baru saja akan pulang," sapa Sekretaris Evan melalui ponselnya.


"Besok, cari seorang wanita cantik dan seksi. Bawa dia ke perusahaan." titah Usan langsung memutuskan panggilan sebelum mendengar reaksi dari Sekretaris Evan.

__ADS_1


"Aku akan membuatnya cemburu agar dia sadar, kalau dia sudah jatuh cinta kepadaku," Usan tersenyum smirk.


__ADS_2