
"Usan, Edrik adalah Ayah tiriku," tutur Asha.
"What! Itu artinya Ibumu punya dua Suami? Tunggu ... Apa itu artinya kamu dan Kak Simone adalah Kakak Adik kandung?" tanya Usan dengan ekspresi kagetnya.
Asha terdiam tak menjawab karena apa yang kini dirinya ketahui cukup mengejutkan baginya. Sama halnya dengan Usan yang juga kaget mengetahui fakta yang masih membuat bingung keduanya.
"Entalah. Tapi, dari yang Ayahku ceritakan ....
***
Flashback On
Di kamar Tuan Beredariol
"Dia adalah Edrik, Suami pertama Ibumu," jawab Tuan Riol.
"Maksud Ayah, sebelum menikah dengan Ayah. Ibu sudah memiliki Suami?" tanya Asha bingung tak mengerti.
"Benar, sebenarnya Edrik adalah sahabat terdekat Ayah. Namun, dia berubah sejak dia menyukai Ibumu, Disha yang kala itu adalah kekasih Ayah. Dia membawa Disha pergi dan menikahi Disha tanpa sepengetahuan Ayah. Ayah pun juga tidak mencari keberadaan Disha karena Daddy tidak bisa menghindari pernikahan yang Kakek dan Nenekmu atur untuk Daddy. Selang beberapa tahun, Istri pilihan yang Ayah nikahi meninggal dunia karena penyakit keras yang dia derita. delapan tahun kemudian, Edrik kembali dan mengancam akan membunuh Disha bila Ayah tidak memberikannya uang. Edrik menjual Ibumu kepada Ayah, hingga akhirnya Ayah pun menikah kembali dengan Disha, Ibumu. Dan kamu pun hadir menambah kebahagiaan." jelas Tuan Riol panjang kali lebar.
"Jadi benar kalau Edrik adalah Ayah tiriku?"
__ADS_1
"Iya, Sayang."
"Kalau dia sendiri yang menjual Ibu kepada Ayah, kenapa dia menyerangku? Apa salahku?"
"Apa? Dia menyerangmu?" tanya Tuan Riol panik.
"Iya, Ayah. Dia menyerangku, tapi Ayah tidak perlu Khawatir karena aku bisa menjaga diri."
"Ayah harus menangkapnya agar tidak lagi menyakitimu. Tapi, kenapa dia menyerangmu? Mulai sekarang kamu harus berhati-hati, Sayang. Di acara pernikahan Laura, Ayah yakin dia akan muncul, itu kesempatan untuk menangkapnya, kita harus membuat rencana."
Flashback off
***
"Usia Tuan Simone berapa tahun?" tanya Asha ingin memastikan.
"Usia kak Simone sekarang tiga puluh empat tahun, saat ditemukan dia masih berusia tujuh tahun," jawab Usan mengingat ketika Sang Daddy menceritakan segalanya di malam itu, ketika pertama kalinya dia mengetahui kalau Simone bukanlah Kakak kandungnya.
"Berarti aku dan Tuan Simone benar-benar Kakak Adik kandung, pantas saja pertama kali bertemu dengannya jantungku berdebar kencang. Kukira aku telah jatuh cinta kepadanya. Tapi ternyata, aku dan Tuan Simone punya ikatan batin," ujar Asha tanpa sadar.
"Jangan macam-macam, kau itu kekasihku," tekan Usan yang cemburu tanpa dirinya sadari.
__ADS_1
"Dia Kakakku," ketus Asha.
"Tetap saja dia laki-laki," balas Usan tak peduli.
"Kamu cemburu?"
"Aku tidak suka berbagi wanita," sahut Usan keukeuh.
"Kamu ... Aw!" baru saja Asha ingin memukul Usan, tapi dia malah kesakitan kala melupakan ada luka yang masih basah di bahunya.
"Hati-hati, apa masih sakit?"
"Tidak." kilah Asha.
"Tuan Nona, kita sudah sampai," potong Sekretaris Evan.
Setelah hellikopter berhasil mendarat dengan aman di halaman Mansion TB yang luas. Usan pun langsung menggendong Asha masuk ke dalam Mansion. Kedatangan Usan dan Asha pun disambut oleh Daddy Lolan, Mommy Ziva, Arra, dan Simone yang sebelumnya begitu mengkhawatirkan keadaan Usan.
Masuk ke dalama rumah, Usan langsung mendudukan Asha di atas sofa, semua anggota keluarga pun berkumpul di ruang tamu itu. Setelah mendudukan Asha di sofa, Usan pun bangkit dan tepat di hadapannya ada Sang Mommy yang menatapnya dengan raut wajah murka.
PLAKK!
__ADS_1