Terjerat Ranjang Hangat Si Culun Seksi

Terjerat Ranjang Hangat Si Culun Seksi
SEASON 2 ~ Bab 1


__ADS_3

Malam nahas itu, malam yang menjadi saksi kemenangan Asha melawan Edrik. Pria kejam dan tak punya hati itu benar-benar telah pergi untuk selama-lamanya. Namun, Asha terpaksa harus menelan pil kekecewaan ketika Usan mendapatkan luka parah di bagian perutnya. Luka yang didapat ketika akan melindungi wanita yang dia cintai dengan segenap jiwa dan raga.


Asha kehilangan kesadarannya tepat setelah berteriak usai Usan juga kehilangan kesadarannya. Para pengawal langsung mengangkat tubuh Usan untuk di bawa ke rumah sakit menggunakan hellikopter, yang mereka bawa ketika mengantar Usan dan Simone ke hutan lebat itu.


Sementara Lorix juga mengangkat tubuh lemah Asha, yang juga dia bawa bersama dengan Usan. Mereka langsung pergi ke rumah sakit untuk memberikan penanganan kepada Usan dan juga Asha. Sementara Simone masih tetap berada di bangunan tua itu, ditemani para pengawal lainnya, Simone mengurus jenazah Ayahnya dengan baik.


Hanya butuh waktu beberapa menit saja, hellikopter sudah mendarat di atap rumah sakit kota Oesteria. Beberapa Dokter ahli yang sudah dipersiapkan sebelumnya termasuk Dokter Xean, telah lama siap menunggu dan langsung menangani Usan begitu tiba di rumah sakit.


Asha yang telah sadarkan diri, seketika berontak lantaran tak ingin dibawa ke ruang UGD untuk diobati luka di beberapa bagian tubuhnya, termasuk lengan yang terkena goresan senjata api. Asha tak ingin diobati, dia mendorong Dokter dan Perawat, setelah itu langsung berlari menuju ruang operasi, di mana Usan tengah mendapatkan penanganan.


"Asha tenangkan dirimu, Usan akan baik-baik saja," bujuk Lorix berusaha menenangkan Asha yang tak henti menangisi Usan.


"Tidak bisa, Kak. Bagaimana mungkin aku bisa tenang, Usan terluka karena aku, kalau sampai terjadi apa-apa padanya, aku bersumpah tidak akan memaafkan diriku sendiri!" bentak Asha menepis tangan seorang perawat yang diam-diam ingin membersihkan luka di lengan Asha.

__ADS_1


"Usan bukan pria yang lemah. Kakak yakin dia akan bertahan demi kebahagiaan kamu. Tapi, sekarang pikirkan juga dirimu sendiri. Apa kamu mau Usan kecewa padamu lantaran tidak ingin diobati," imbuh Lorix mengusap rambut Asha dengan penuh kelembutan.


Mendengar itu, Asha pun mulai merasa tenang, Asha terisak-isak di dalam pelukan Lorix. Dan Perawat di sampingnya mulai memberikan penanganan pada luka cukup parah yang terdapat di lengan Asha.


Beberapa menit kemudian, Daddy Lolan, Mommy Ziva dan Arra tiba di rumah sakit dan langsung menanyakan keadaan Putranya kepada Lorix, yang masih memeluk Asha yang tak henti menangis.


"Masih dioperasi," jawab Lorix membuat Daddy Lolan menyeka kasar wajahnya. Sedangkan Mommy Ziva dan Arra langsung menjatuhkan tubuh ke atas kursi lantaran tak lagi sanggup menopang berat badan.


"Putra bodoh itu! Bagaimana mungkin aku melahirkan seorang Putra yang begitu bodoh Sepertinya!" ketus Mommy Ziva kesal.


Mommy Ziva menelan saliva yang tercekat kala tatapan tajam Asha terasa mengintimidasinya. "Tidak. Bukan begitu maksud Mommy, Asha." balas Mommy Ziva yang kini tak lagi menangis.


Sebenarnya, sudah biasa baginya berada di posisi sekarang ini. Usan sudah seringkali melakukan operasi besar untuk mengeluarkan peluru di tubuhnya. Apalagi ketika menjadi ketua Gangsternya dulu. Hingga Mommy Ziva, Daddy Lolam dan juga Arra mulai terbiasa dengan kondisi saat ini. Fisik Usan adalah yang paling kuat, dan mereka semua yakin bahwa Usan akan bertahan.

__ADS_1


Tak berselang lama kemudian, pintu ruang operasi tiba-tiba berderit, Dokter Xean keluar dari balik pintu yang terbuka. Daddy Lolan, Mommy Ziva Arra, Lorix dan Asha pastinya, langsung mengerumumi Dokter Xean.


"Bagaiamana? Bagaimana keadaan Usan? Dia baik-baik saja bukan? Cepat katakan!" desak Asha tak sabaran.


"Kondisi Usan saat ini ....


*


*


*


Lanjut nggak, nih? Kalau lanjut votenya dulu dong๐Ÿ™ˆ๐Ÿ’ƒ๐Ÿ’ƒ

__ADS_1


Calangeo Guys๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Sekali lagi selamat hari raya idul Fitri. Senangnya karena udah bisa buat bab anu lagi๐Ÿคฃ๐Ÿ’ƒ


__ADS_2