Terjerat Ranjang Hangat Si Culun Seksi

Terjerat Ranjang Hangat Si Culun Seksi
SEASON 2 ~ Bab 24


__ADS_3

"Sial!" umpat Usan dalam hati, kemudian langsung keluar dari tempat persembunyiannya, membuat Asha begitu terkejut akan kehadirannya yak tak terduga.


"U-Usan," ucap Asha terbata. Asha membelalakkan matanya ketika melihat kehadiran Usan. Bagaimana pria itu masuk ke dalam Mansion Lorix yang dijaga begitu ketat. Bahkan, disetiap sudutnya terdapat cctv juga pengawal.


"Iya, Sayang. Maaf karena aku mengikutimu, Lewis adalah Putraku, tentu saja aku harus ikut ambil andil untuk merebutnya kembali," terang Usan sambil berjalan mendekat, lalu duduk tepat di samping Asha.


Usan merangkul wanita cantik yang selalu berpenampilan seksi itu. Kemudian mencium pipinya sekilas, tepat di hadapan Lorix. Apa yang kini Usan lakukan, seakan mempertegas kalau Asha adalah wanitanya, yang tidak boleh dekat dengan siapa pun. Termasuk Lorix.


"Bagus, bertambah orang, maka kita akan bertambah kuat. Tapi, kita tidak akan adu kuat dengan Nenekku, karena kita tidak akan mungkin bisa mengalahkannya." imbuh Lorix seketika mematahkan semangat Usan.


"Maksudmu apa, Lorix? Lalu bagaiamana dengan Putraku?" tanya Usan dengan nada suara yang tinggi.


"Tidak perlu khawatir, Nenek tidak akan mungkin menyakiti Lewis, karena dia membutuhkan Lewis untuk dijadikan sebagai ketua Gangster Lorehot selanjutnya. Aku pastikan dia tidak akan berani melukai Lewis," tutur Lorix yang setidaknya dapat memberikan ketenangan pada Asha yang sedari awal begitu gelisah.


"Usianya belum genap tiga tahun, tapi sudah melakukan pelatihan-pelatihan berat itu. Kamu pikir aku akan membiarkan Putraku tumbuh menjadi pria tak punya hati seperti Nenekmu itu!" bentak Usan begitu emosi stelah tahu kalau Putranya akan dijadikan ketua Gangster sebesar Lorehot.


Tentu Usan mengerti pelatihan-pelatihan apa saja yang Putranya lalui, untuk itu Usan tidak akan mengizinkan hal itu terjadi kepada Lewis. Lewis harus menjadi Pria yang pintar seperti Kak Simone, tidak boleh menjadi sepertinya.

__ADS_1


"Karena itulah aku dan Asha akan membuat rencana untuk merebut Lewis kembali. Tapi sekali lagi aku katakan, rencana ini tidak dengan kekerasan. Karena kalau iya maka kita akan kalah," sekali lagi Lorix tekankan. Bukan Nenek yang dia takutkan, tetapi jumlah pengawal aktip yang luar biasa banyak dan semuanya memiliki keahlian luar biasa. Jika terjadi pertumbuhan darah, bukan tidak mungkin akan ada banyak orang yang gugur.


"Baik apa rencana kalian?" tanya Usan serius.


"Aku akan menikahi Asha," jawab Lorix membuat Usan terbelalak kaget, dengan kedua tangan yang sudah terkepal sempurna, siap mendaratkan bogem mentah di wajah Lorix.


"Usan hentikan!" beruntung Asha cepat menahannya.


"Kenapa? Kamu senang karena akan menikah dengannya?" bentak Usan menggenggam erat dagu Asha. Emosinya seketika memuncak, membuatnya sulit mengendalikan tindakannya sendiri.


"Kamu menyakiti Istrimu sendiri, Usan!" Lorix menepis genggaman kencang Usan dari dagu Asha.


"Kau yakin? Kalian berdua tidak membodohiku, bukan?" tanya Usan yang ragu untuk mengizinkan Asha melakukan rencana gila dari seorang Lorix.


"Untuk apa aku dan Lorix membodohimu? Kamu pikir aku mau melakukan semua ini? Tapi, ini adalah jalan satu-satunya untuk menyelamatkan Lewis. Kamu tenang saja, aku tidak akan mungkin mengkhianatimu. Kak Lorix sendiri juga sudah punya kekasih yang dia cintai, jadi tidak mungkin aku dan Kak Lorix akan menikah sungguhan." kembali Asha menjeskan.


"Katakan kalau kamu mencintaiku." pinta Usan membuat Asha menelan saliva yang tercekat.

__ADS_1


"Kau gila?" malah kalimat itu yang keluar dari mulut manis Asha.


"Kalian berdua hentikan, Usan sebaikmya kamu pergi sebelum orang-orang Nenek Lore menyadari kehadiranmu di Mansionku," usir Lorix.


"Baiklah, ayo kita pulang bersama," ajak Usan langsung menarik lengan Asha dan membawanya pergi.


Di dalam mobil milik Asha.


"Kau mau membawaku ke mana? tanya Asha santai.


"Menurutmu?" tanya balik Usan.


"Hotel?"


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2