
Asha mencurigai pria itu dan langsung berlari keluar dari restoran, untuk menyusul pria yang juga berpakaian serba hitam sama seperti dirinya.
Tiba di pelataran parkir, Asha melihat pria itu masuk ke dalam mobil mewahnya dan melesat keluar dari tempat parkir. Melihat itu, Asha langsung berlari masuk ke dalam mobilnya, lalu tancap gas mengejar mobil berwarna hitam. Asha pun semakin dibuat curiga kala mobil yang pria itu kendarai tak memiliki plat nomor polisi.
Cukup lama Asha mengikuti pria itu secara diam-diam, hingga mobil itu tiba-tiba berhenti saat tiba di jalan yang dikelilingi oleh hutan lebat. Menyadari ada yang tidak beres, Asha pun bersiap dengan langsung menyambar pistol berjenis Colt yang selalu dia bawa ke mana-mana.
Asha menyembunyikan pistol itu di tempat khusus yang terdapat di balik jaket yang kini dia kenakan. Asha langsung turun dari mobil dengan segala kebaranianya, rasa penasaran yang begitu besar seakan menarik Asha hingga mendekati mobil itu.
Bruuum!
Braaakk!
__ADS_1
Tak disangka, mobil itu mundur dengan kecepatan tinggi hingga menabrak mobil milik Asha, menyebabkan ringsek parah di bagian depannya. Sedangkan Asha terdampar di pinggir jalan ketika melompat sekuat tenaga saat menghindari mobil pria misterius itu.
Melihat bahaya yang kembali mengancam, Asha berusaha bangkit. Namun terlambat kala mobil itu semakin mendekat padanya. Ketika Asha sudah berhasil berdiri, jarak mobil hanya tinggal beberapa senti dari tubuhnya. Tak lagi sempat menjauh, Asha pun melompat dan bergantungan di pinggir mobil yang sengaja di bawa dengan kecepatan tinggi oleh Sang Pemilik.
Asha berusaha bertahan dengan memegang apa saja di badan mobil yang dapat Asha jangkau dan dapat digunakan sebagai tempat untuknya berpegang agar tak berakhir jatuh. Asha terus berusaha naik semakin ke atas hingga berhasil berada di atas atap mobil.
Sedangkan mobil di setir tak terkendali. Asha pun sadar bahwa pria yang tadinya dia ikuti memang sengaja membuatnya penasaran lalu menjebaknya. Asha kesulitan melakukan sesuatu, yang dapat Asha lakukan saat ini hanya tetap bergelantungan di atap mobil.
"Loncatlah Nona!" teriak Asisten Via dibelakang sana. Asha tampak kebingungan bagaimana caranya untuk meloncat ke belakang dalam keadaan mobil yang terus melaju dengan kecapatan tinggi.
Saat mobil melewati sebuah jembatan yang dibawahnya ada sungai yang airnya terlihat tenang, Asha pun berniat untuk terjun ke sungai itu. Namun, Asisten Via berteriak dan melarangnya meloncat karena air sungai di bawah sana sangatlah dingin dan Asha pun mengurungkan niatnya.
__ADS_1
Asha berpikir keras bagaimana caranya membuat mobil agar mengurangi kecepatannya. Tak punya pilihan lain, Asha mengambil senjatanya, kemudian berusaha membidik badan mobil agar mengenai pria di dalam sana. Asha pun menyerah kala kehabisan peluru sebelum dapat menembus badan mobil yang ternyata anti peluru.
Beberapa detik kemudian barulah Asha dapat merasa lega, ketika melihat mobil yang Asisten Via kendarai berhasil menyelinap dan sejajar dengan mobil yang kini dia naiki.
"Loncat sekarang, Nona!"
Dengan segala keyakinan dan keberanian, Asha pun meloncat dan mendarat tepat di atap mobil Asisten Via. Tak disangka, hal itu dijadikan kesempatan emas oleh pria misterius itu untuk melukai Asha.
DOR!
"Aaaakhhh ....
__ADS_1