
Setelah selesai mengantar Asha hingga tiba di Mansionnya, diam-diam Lorix pergi ke sebuah rumah sakit jiwa yang ada di kota Oesteria. Di sana-lah tempat belahan jiwanya berada.
Beberapa tahun lalu, seorang wanita biasa dibawa oleh Neneknya. Wanita itu dilatih untuk menjadi mafia girl yang akan mendampingi hidupnya atau menjadi Istrinya, bila berhasil dilatih.
Namun, wanita itu gagal. Meski sudah dilatih cukup lama, tapi wanita itu tak kunjung bisa. Hingga akhrinya wanita itu harus dihukum mati. Namun, Lorix telah jatuh cinta kepada wanita itu, Lorix memohon kepada Nenek Lore agar tidak menghukum wanita yang dicintainya. Nenek Lore pun setuju, tetapi dia tetap menghukum wanita itu secara diam-diam dengan hukuman yang sangat berat, yaitu melayani birahi sepuluh orang anggota Lorehot.
Gyana Methra, menjadi wanita sakit jiwa usai diper kosa oleh sepuluh orang anggota Lorehot. Tak ingin kehilangan nyawa wanita belahan jiwanya, Lorixs Lore terpaksa melepas cinta wanita yang selama ini membuatnya bahagia. Kemudian, Gyana dibuang ke kota Oesteria dan dikurung dalam penjara sebuah rumah sakit jiwa.
Meski Sang Nenek sudah berhasil mendapatkan wanita pengganti, yaitu Asha seorang wanita kuat untuk mendampinginya. Tetapi Lorix tetap terjerat oleh cinta tulus Gyana Methra. Tidak ada satu wanita pun di dunia ini yang dapat menggantikan posisi Gyana di hatinya, termasuk Asha. Selama ini, Lorix hanya menganggap Asha sebagai Adik yang begitu dia sayangi.
Seperti biasa, Lorix hanya dapat menatap Gyana dari jarak jauh. Lantaran Gyana akan menyakiti dirinya sendiri bila ada orang lain yang mendekatinya. Dari jarak jauh, Lorix dapat melihat Gyana bersimpuh di sudut kamar dengan rambut yang acak-acakan.
Tak sanggup melihat wanitanya menderita, Lorix langsung keluar dari rumah sakit jiwa itu dengan hati yang benar-benar hancur. Sungguh dirinya sangat mencintai Gyana. Namun apa daya, hidupnya milik Sang Nenek, meski sanggup melawan Sang Nenek, tapi tak mungkin Lorix melakukan hal itu. Karena dirinya hanyalah seorang anak angkat yang dipungut.
Malam itu, Lorix tak pulang ke Mansionnya. Melainkan tidur di mobil yang terparkir di pelataran parkir rumah sakit jiwa Oesteria.
__ADS_1
Ada yang mau kisah Lorix dan Gyana. Okey, Guys. Kapan-kapan Othor bikin kisah mereka ya. Ditunggu😍😍😍
***
Keesokan harinya.
Di Markas tersembunyi, di ruangan bawah tanah. Lorix, Asha, dan beberapa anggota Gangster Lorehot lainnya tengah berkumpul di ruangan sedikit gelap dan pengap, mereka semua sedang mendiskusikan rencana apa saja yang akan dilakukan untuk melumpuhkan Edrik.
"Aku mengerti, Kak!" seru Asha yakin.
Setelah dipasang rompi anti peluru, barulah semuanya memakai pakaian serba hitam seperti biasa, untuk melindungi rompi agar tak terlihat. Sedangkan Asha tetap dengan pakaian seksi dan heelsnya, karena tanpa keduanya Asha tak akan punya kepercayaan diri. Itulah uniknya dari seorang Dasha Drace. Dia dapat menjadi begitu hebat dan melesat tak tertebak dengan penampilan yang seperti itu. Begitu pun sebaliknya, bila memakai pakaian seperti Asisten Via dan anggota lainnya, maka Asha akan menjadi lemah karena merasa tidak percaya diri.
Gaun ketat bermotif macan tutul itu membuat Asha tampil begitu cantik. Penampilan seksi dan cantik seperti itu, bukan hanya dapat membuat Asha berlaga dengan penuh kepercayaan diri, tapi juga sangat berguna untuk menarik perhatian musuh dan mengelabuhi para musuh. Beberapa musuh tak akan berkedip melihat penampilannya yang seksi, hingga dirinya dapat menyerang tanpa perlawanan.
__ADS_1
Namun, musuhnya kini hanya satu, yaitu hanya Edrik seorang. Karena itulah Asha begitu yakin dapat melumpuhkan Edrik dengan begitu mudah. Usai berpakaian khusus, barulah semuanya menuju ruangan rahasia lainnya yang menyimpan begitu banyak koleksi senjata api.
Para pengawal masing-masing membawa senjata berupa senapan M-16 yang telah dimodifikasi hingga memiliki suara yang begitu halus. Sementara Asha sudah terbiasa menggunakan senjata jenis ckit yang menampung enam peluru. Tak lupa Asha juga meletakan peluru cadangan di stockingnya.
Setelah semua siap dengan perlengkapan dan senjata masing-masing, barulah anggota khusus yang berjumlah sekitar dua puluh orang, masuk ke mobil masing-masing, mobil yang memiliki roda besar dan tinggi khusus penakluk hutan. Semuanya terpecah menjadi lima tim dengan lima mobil. Satu mobil dinaiki empat anggota.
Sedangkan Asha akan berada di mobil bersama dengan Lorix. "Kamu siap, Asha?" tanya Lorix ketika sudah berada di dalam mobil.
"SIAPP!"
*
*
*
__ADS_1