Terjerat Ranjang Hangat Si Culun Seksi

Terjerat Ranjang Hangat Si Culun Seksi
SEASON 2 ~ Bab 32


__ADS_3

Setelah menyelesaikan makam malam bersama, semuanya pun serentak berdiri untuk kembali ke kamar masing-masing.


"Aku bisa sendiri, Mommy," tolak Lewis ketika Asha akan membantunya turun dari kursi yang cukup tinggi. Walau kesulitan, akhirnya Lewis yang keras kepala berhasil turun dari kursi dengan selamat.


"Sayang, Malam ini kamu tidurnya bersama Grandma, ya. Grandma dan Grandpa sangat ingin menghabiskan malam denganmu," lagi dan lagi Mommy Ziva berusaha membujuk Lewis untuk tidur dengannya. Namun, hal itu bukanlah hal dapat dilakukan dengan mudah. Lewis belum bisa menerimanya dengan baik. Mommy Ziva sama sekali tak menyalahkan Lewis yang masih kecil dan tak mengerti apa-apa, dia juga sama sekali tidak menyalahkan Asha. Mommy Ziva sadar semua yang terjadi adalah kesalahan Putranya sendiri.


"Tidak bisa dan tidak mau," tolak Lewis menggelengkan kepalanya hingga terlihat begitu menggemaskan. Bila Usan hanya mempunyai satu kepribadian yaitu dingin. Maka, berbeda halnya dengan Lewis yang mempunyai dua kepribadian sekaligus. Dia dapat berubah secepat kilat.


"Mommy-mu akan tidur bersama Daddy, kalau Lewis ingin tidur dengan Mommy. Ayo, ikutlah bersama Daddy," kini giliran Usan yang mencoba membujuk Putranya yang sangat ingin dirinya peluk. Namun, memeluk bukanlah hal yang mudah untuk dirinya lakukan, dalam kondisi Lewis yang jelas masih marah dan belum terbiasa padanya.


Walau sangat terluka dan kecewa, tapi Usan tak bisa berbuat apa-apa. Lantaran sadar apa yang terjadi saat ini adalah karena sikap dan tingkah arogannya di masa lalu. Lewis mau tinggal seatap dengannya saja Usan sudah sangat gembira. Karena itu artinya dia bisa melihat Sang Putra setiap saat.

__ADS_1


"Tidak mau, Mommy dan Daddy adalah orang dewasa yang sudah menikah. Sebagai laki-laki yang juga sudah dewasa, aku tidak mau mengganggu. Fokus saja buatkan Adik perempuan untukku, rumah ini terlalu sepi," respon Lewis berhasil membuat semua orang tercengang. Mulai saat ini, semuanya mengerti kalau Lewis bukanlah bocil sembarang bocil.


Lewis berbalik badan sambil berjalan dengan santai. "Tunjukkan di mana kamar tamu berada?" pintanya tanpa ekspresi.


"Daddy antar—"


"Tidak perlu, Nona cantik baju pink bunga-bunga, tolong antarkan aku ke kamar tamu," pinta Lewis pada seorang pelayan berwajah cantik.


"Kalau ingin aku tinggal di sini, usahakan besok sudah ada kamar khusus untukku," Lewis pun langsung pergi menuju kamar tamu bersama dengan seorang pelayan cantik pilihannya.


"Daddy, Mommy, Kak Simone, Arra, dan juga Usan. Maaf atas kelakuan Lewis, sungguh aku tidak pernah mengajarkannya untuk bersikap seperti tadi," Asha menundukkan wajahnya karena merasa tidak enak hati.

__ADS_1


"Sudahlah, itu sudah biasa, Sayang. Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya," balas Mommy Ziva menatap tajam Usan. Sementara Usan hanya menatap dalam diam yang tersirat kekecawaan yang begitu dalam, namun berusaha dirinya tahan.


"Benar, Asha. Didikan Lorehot memang tidak mudah, Lewis sudah melewati banyak masa sulit, setidaknya kita merasa lega ketika dia sudah bebas seperti sekarang. Dia sebenarnya adalah anak yang baik, dia hanya butuh sedikit waktu untuk berinteraksi dengan lingkungan baru dan juga keluarga baru. Asha hanya terdiam.


"Bagaiamana kamu bisa membawa Lewis bersamamu?" tanya Usan penasaran.


"Dia mengizinkan kamu dan Asha merawat Lewis, tapi dengan satu syarat."


"Syarat apa?" desak Asha tak sabaran.


"Syaratnya ialah Lewis harus ....

__ADS_1


__ADS_2