Terjerat Ranjang Hangat Si Culun Seksi

Terjerat Ranjang Hangat Si Culun Seksi
Bab 72 ~ Pesona Asha


__ADS_3

Dash Boutique.


"Kamu benar-benar mandi di sini?" Lorix mengusap wajahnya kasar kala melihat Asha yang keluar dari kamar mandi dengan handuk mini yang menggantung di tubuhnya yang seksi. Dengan handuk mini itu, lekuk tubuhnya yang bak gitar spanyol pun terekspos sempurna.


Asha mengabaikan ucapan Lorix, dia tetap melenggak-lenggokkan tubuh seksinya dan mulai mengaplikasikan cushion di wajah mulusnya yang glowing tiada tanding, tak lupa lipstik berwarna merah tua Asha oleskan di bibir sensualnya. Setelah itu, Asha mengikat rambutnya dengan gaya dicapol asal. Selesai urusan wajah, Asha pun menuju ruang ganti yang ada di ruangannya untuk berganti pakaian.


"Jangan mengintip!" seru Asha ketika masuk ke dalam ruang ganti yang hanya berdinding kain transparan yang menampakkan seluit tubuh Asha yang berlekuk-lekuk indah.


"Kakak bisa melihatnya, Asha!" kesal Lorix membuat Asha menongolkan kembali kepalanya sambil berkata. "Lihat saja, Kakak sendiri yang akan menderita, haha ..." tawa Asha kemudian menutup kembali tabir kain transparan itu.


Beberapa menit kemudian, Asha pun keluar dari ruang ganti dengan memakai dress polos berwarna menyatu dengan kulitnya yang putih bersinar.


"Bagaimana, Kak? Oke bukan?" tanya Asha sambil memutar tubuhnya hingga gaunnya pun mengembang indah.



"Ganti, itu terlalu polos. Tidak tampak berani sama sekali," mendengar perkataan Lorix, Asha pun masuk kembali ke dalam ruang ganti dengan raut wajah kesalnya.


"Ini bagaiamana, Kak? Warna merah membuatku tampil berani," tanya Asha ketika keluar dari ruang ganti untuk yang kedua kalinya.

__ADS_1



"Kita mau ke pesta ulang tahun, Asha. Bukan olahraga di kamar," tekan Lorix.


"Kenapa Kakak berpikiran kotor begitu?"


"Salah kamu sendiri, mau ke pesta kok pakai lingerie?" mendengar ocehan Lorix, Asha pun kembali masuk ke dalam ruang ganti dengan menghentakkan kakinya murka.


"Kalau ini?"



"Ini bagaimana, Kak?" tanya Asha pelan sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain. Asha menyandarkan tubuhnya ke meja hias yang ada di belakangnya, karena benar-benar merasa lelah.



"Ganti, bunga-bunga begitu, memangnya kita mau ke pantai!"


"Sial! Pria ini membuat keahlianku sebagai Desainer benar-benar tidak ada artinya!" kesal Asha akan kembali masuk ke dalam ruang ganti.

__ADS_1


"Tunggu," cegat Lorix.


"Apa?" desak Asha.


"Coba ini," imbuh Lorix sambil mengulurkan sebuah dress panjang tanpa lengan. Tanpa merespon, Asha meraih dress itu dengan kesal, kemudian menutup tabir dengan kasar. Sedangkan Lorix hanya mengulum senyum gemas.


"Apa lagi sekarang? Tidak cocok, terlalu biasa, atau terlalu seksi?" tanya Asha kesal.


"Perfeck!" seru Lorix membuat Asha membulatkan matanya sempurna.


"Kalau tahu begini, kenapa tidak dari tadi saja aku minta dipilihkan gaun olehnya. Sial, Kak Lorix mengerjaiku, lihat saja nanti aku akan membalasnya!" pekik Asha dalam hati.


Beberapa saat kemudian, Lorix melangkah semakin maju, membuat Asha mundur semakin mundur. "A-apa yang ingin Kakak lakukan?" tanya Asha ketakutan.


Lorix tersenyum jail, kemudian mengunci tubuh Asha ke dinding tembok ruang kerja Asha. "Kakak mau apa?" bentak Asha sambil pergi melepaskan diri. Asha pun berlari bersamaan rambut lurusnya yang berterbangan indah diterbangi angin, tepat setelah Lorix menarik ikat rambutnya hingga terlepas.



"Nah, ini baru sempurna. Kamu terlihat semakin cantik bila tidak mengikat rambutmu. Ayo berangkat!" Lorix menarik pergelangan tangan Asha, kemudian mereka berdua pun pergi menuju lokasi pesta ulang tahun Dokter Xean, yang diadakan di Mansion Jonason.

__ADS_1


__ADS_2