Terjerat Ranjang Hangat Si Culun Seksi

Terjerat Ranjang Hangat Si Culun Seksi
SEASON 2 ~ Bab 22


__ADS_3

"Kenapa?" tanya Usan ketika melihat Asha yang tiba-tiba meringis sambil mengelus dadanya.


"Tidak apa-apa, hanya perasaanku saja yang tiba-tiba terasa tidak nyaman," jawab Asha memilih menyandarkan tubuhnya yang terasa lemas.


"Berbaringlah," Usan menunrunkan punggung kursi, menuntun Asha hingga berbaring dengan nyaman.


"Mau ke rumah sakit?" tanya Usan sebelum melajukan mobilnya. Melihat kondisi Asha yang tidak baik, membuatnya merasa khawatir.


"Tidak mau, aku tidak mau ke rumah sakit," tolak Asha menggeleng cepat.


"Baiklah, aku akan mengantarmu ke rumah," balas Usan, Asha pun tak melarang. Perasaanya benar-benar tidak bisa diajak kompromi. Asha ingin berbaring di rumah lantaran tak sanggup menahan kepalanya yang terasa begitu berat.


Beberapa menit perjalanan, mobil yang Usan kendarai pun berhenti di pelataran Mansion mewah milik Asha. Jarang terjadi, tanpa sadar Asha sudah terlelap saat diperjalanan hingga tiba di Mansionnya. Tak tega membangunkan Asha, Usan pun berinisiatif langsung menggendong Asha hingga tiba di kamarnya.


Seorang pelayan wanita membantu Usan membuka pintu kamar Asha. Sampai di ranjang, Usan membaringkan Asha perlahan. Namun, tiba-tiba saja Asha berteriak kencang sambil memanggil nama Putranya, Lewis.


"Tenanglah itu hanya mimpi buruk," Usan memeluk Asha guna menenangkan.

__ADS_1


"Aku baik-baik saja, tolong lepaskan, aku ingin minum," Usan lupa kalau Asha bukanlah seorang wanita lemah yang akan ketakutan hanya karena sebuah mimpi buruk yang jelas hanyalah bunga tidur.


"Tentang Lewis, percayakan semuanya kepadaku," Usan memberikan segelas air putih kepada Asha. Asha menyambutnya cepat, lalu meneguknya hingga habis.


"Aku percaya kepadamu. Pergilah, aku ingin istirahat," usir Asha. Usan hanya menggelengkan kepalanya. Setelahnya, Usan bangkit dan bersiap untuk kembali ke perusahaan.


"Aku pergi, jaga dirimu baik-baik dan jangan ke mana-mana," Asha mengabaikan dan tetap fokus menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.


Begitu pintu kamar kembali tertutup, Asha langsung turun dari ranjangnya. Membuka lemari dan segera mengganti semua pakaiannya juga heels khusus miliknya.


Jauh di belakang mobil Asha.


"Hallo, ada apa, Kak?" tanya Usan pada ponselnya.


"Kamu di mana? Datanglah ke perusahaan sekarang juga," desak Simone di seberang sana.


"Meeting? Kakak saja. Karena Kakak sudah sembuh dan kembali ke perusahaan sebagai CEO. Jadi Kakak saja, ya. Sekarang aku adalah COO atu excecutive vice president atau direktur operasional. Kalau tidak ada Kakak baru akan aku gantikan," terang Usan langsung mematikan panggilan, lalu fokus mengikuti mobil Asha secara diam-diam.

__ADS_1


"Sudah aku duga, dia tetap bertindak sendiri dan tak percaya kepadaku. Wanita satu ini benar-benar langkah," oceh Usan langsung berhenti ketika mobil yang Asha kendarai masuk menuju Mansion rahasia milik Lorix.


Karena kawasan itu berbahaya untuknya, Usan pun memilih meninggalkan mobilnya. Kemudian memasuki kawasan lorong sepi itu dengan berlari sambil menghindari cctv yang dipasang di mana-mana. Usan berlarian persis seperti aktor-aktor laga di film-film action.


Dengan mengerahkan keahliannya sebagai mantan mafia, Usan dapat memasuki Mansion Lorix dengan selamat. Tanpa diketahui oleh pengawal yang berjaga di Mansion mewah milik Lorix.


Kini, Usan sedang bersembunyi di balik dinding ruang tamu. Sedangkan Asha dan Lorix ada di depan sana, keduanya terdengar sedang berbincang. Usan terus mendekat untuk menguping.


"Kita kedatangan tamu," ujar Lorix pada Asha. Perkataan pertama Lorix yang Usan dengar, cukup membuatnya terkejut.


"Sial!"


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2