
Setelah mengatakan itu pak Dadang langsung menutup telponnya agar Willy tidak banyak lagi bertanya padanya.
Lalu pak Dadang kembali melirik kekursi belakang tempat Bagaskara duduk.
"Bagaimana?"tanya Bagaskara pada pak Dadang.
"Iya tuan,apanya?"tanya pak Dadang bingung.
Mendengar itu Bagaskara langsung menatap pak Dadang dari balik kaca spion.
"Perintahku tadi agar kamu katakan pada Willy!"bentak Bagaskara marah.
"I..iya sudah tuan,"jawab pak Dadang takut.
"Katakan juga pada Willy untuk menanyakan siapa nama gadis kecil itu,lalu carikan dia baju ganti yang layak untuk pernikahan!"
"Ba..baik tuan",jawab pak Dadang.
"Bilang pada Willy lakukan semuanya sebelum aku sampai kesana!".
"Apanya itu tuan?"tanya pak Dadang bingung.
"Persiapannya dan penghulunya paham!!"
"I..iya saya paham tuan".
Pak Dadang lalu melakukan apa yang diperintahkan Bagaskara tanpa menjawab protes atau pertanyaan bingung dari Willy karena dia sendiri juga tidak paham apa keinginan tuannya sebenarnya.
Apalagi berkali kali Willy mengatakan kekhawatirannya kalau dia akan dinikahkan dengan gadis kecil didalam kamar itu,memikirkan itu pak Dadang lebih pusing bagaimana kalau Willy menolak apakah dia yang akan menjadi tumbal untuk menggantikan Willy menikahi gadis yang lebih cocok dipanggilnya cucu itu,jadi setelah mengatakan perintah tuan Bagaskara pak Dadang langsung mematikan ponselnya agar Willy tidak terus bertanya yang membuat kepala tuanya semakin pusing.
Setelah menempuh perjalanan selama lebih dari dua jam dari kota mereka akhirnya sampai diVilla.
Pak Dadang menghentikan mobilnya dan langsung membukakan pintu untuk Bagaskara,saat turun.
Bagaskara turun dan langsung masuk kedalam Villa diikuti pak Dadang dibelakangnya.
"Mana Willy!!"panggilnya.
Membuat Willy yang masih berada dikamar untuk bicara pada beberapa orang yang ditugaskan menyiapkan Gadis yang mereka tangkap untuk didandani , langsung keluar mendengar suara keras Bagaskara.
"Ada apa tuan",jawabnya sambil setengah berlari menghampiri Bagaskara.
"Bagaimana dengan perintahku tadi!"ucap Bagaskara.
"Sudah saya laksanakan sebentar lagi penghulu yang anda inginkan akan datang".
__ADS_1
"Bagus lalu bagaimana dengan gadis kecil itu,sudah kamu tanyakan siapa namanya?"
"Sudah tuan ini namanya",Willy menyodorkan kertas berisi nama Gadis yang mereka kurung itu.
"Apa kamu menanyakan dimana rumah gadis ini tanya Bagaskara karena melihat kata Almarhum di ujung nama ayahnya.
Willy mengeleng"belum tuan",jawab Willy dengan tertunduk.
"Lalu apa yang kamu lakukan dari kemaren!!,"bentak Bagaskara marah.
"Maaf tuan,"jawab Willy dengan takut.
"Kamu tidak menyentuhnya kan?"tanya Bagaskara menatap Willy tajam.
Willy langsung menggeleng"Saya tidak berani tuan,saya hanya menjaganya diluar sementara itu saya tidak melakukan apa apa",jawab Willy.
Mendengar itu Bagaskara diam dan memandang kamar tempat gadis itu berada.
"Siapa yang ada didalam",tanyanya sambil menunjuk kamar itu dengan dagunya.
"Gadis itu yang sedang dirias oleh orang yang saya perintahkan".
Mendengar itu Bagaskara hanya diam tidak bicara lagi.
Dan tak berapa lama seorang penghulu yang diundang Willy datang bersama dua orang yang diminta sekalian oleh Willy sebagai saksi nanti saat pernikahan.
Meskipun sebenarnya gadis yang berada didalam kamar itu juga cantik tidak kalah cantik dengan menantu beliau.
Tapi usianya setahu Willy masih dibawah Gavin putra tuan Bagas sendiri jadi mustahil tuan Bagas akan menikahi gadis itu.
Setelah penghulu datang Bagaskara bicara sebentar dengan penghulu secara pribadi tanpa didengar oleh orang lain,setelah selesai mereka bicara semua orang di minta bersiap karena pernikahan akan segera dilaksanakan dan Bagaskara meminta Willy juga memanggil gadis dalam kamar yang akan jadi mempelai wanitanya.
"Sekarang tuan?"tanya Willy menatap gugup kearah Bagaskara.
Bagaskara mengangguk"Iya sekarang!"perintahnya.
Dengan perasaan campur aduk Willy berjalan kearah kamar dimana Gadis itu berada,dalam hati Willy hanya bisa meminta maaf pada wanita yang menjadi kekasihnya sekarang karena terpaksa menikahi gadis lain padahal dia dan kekasihnya sudah berjanji akan menikah tahun depan.
Willy masuk dan melihat Gadis kecil itu sedang berdiri di depan jendela dengan mengenakan baju pengantin yang tadi di pesankan Willy.
"Ehemm!!"
Mendengar ada suara orang gadis itu langsung menoleh kearah Willy dan membuat Willy terperangah ternyata saat sudah didandani gadis kecil semalam yang disekapnya berubah menjadi wanita cantik,melihat itu Willy jadi tersipu.
"E...anu..ayo keluar acaranya sudah akan dimulai,"ucap Willy pada gadis itu.
__ADS_1
Gadis itu hanya menatap Willy dalam diam dan berjalan mengikuti Willy keluar dari kamar itu,tanpa melawan.
Sampai diluar dimana semua orang sudah menunggu mereka,Willy memerintahkan gadis itu untuk duduk dikursi kosong didepan penghulu saat willy bermaksud duduk disamping gadis itu Bagaskara langsung menatapn tajam kearahnya, membuat Willy beringsut menjauh.
Setelah Willy menyingkir Bagaskara duduk disamping Gadis itu yang dari tadi menunduk ketakutan.
"Sudah siap?"tanya pak penghulu bertanya pada mereka yang ada disana,semua orang saling menatap lalu mengangguk menjawab pertanyaan dari penghulu itu.
"Mari kita mulai",ucapnya dengan menjabat tangan Bagaskara untuk mengucapkan ijab qobul.
"Saya terima nikah dan kawinnya Cinta Alkhaira binti abdullah dengan maskawin seperangkat alat sholat dibayar tunai".ucap Bagaskara.
Semua orang yang berada disana saling pandang dengan pikiran masing masing.
"Bagaimana saksi sah!"tanya penghulu.
"Sah!!"jawab mereka bersamaan.
Setelah itu penghulu membacakan doa dan acara selesai.
"Bawa dia kekamar lagi perintah Bagaskara pada Willy yang masih tidak percaya dengan apa yang terjadi.
"Ekhemmm!!"setelah Bagaskara berdehem keras baru Willy membawa Gadis itu kekamar yang tadi lagi.
Setelah semua orang sudah diantar pulang oleh Willy,Bagaskara berjalan kekamar tempat istri barunya berada, sampai disana gadis kecil itu sedang duduk dengan memeluk lutut nya diatas ranjang.
Bagaskara menatap Gadis itu dari atas kebawah dengan kedua tangan berada didalam saku.
"Mari kita bicara!"ucap Bagaskara.
"Maaf,"ucap Cinta dengan semakin menenggelamkan wajahnya didalam kedua lututnya.
"Tatap aku !!"ucap Bagaskara,tapi Cinta langsung menggelengkan kepalanya.
Melihat itu Bagaskara berjalan mendekat kearah ranjang dan langsung membungkukkan badannya kearah Cinta sementara tangannya mencengkram dagu Cinta agar menatap kearahnya.
"Aku tidak suka diabaikan saat bicara!"ucapnya.
Dengan ekspresi takut Cinta menatap kearah Bagaskara"Maaf tuan saya tidak akan mengulanginya lagi tapi tolong lepaskan saya ",ucapnya dengan menatap Bagaskara yang hanya berjarak beberapa centi diatasnya.
(Ini Visual Bagaskara😊😊)
__ADS_1
(Ini Visual Cinta😊😊)
Semoga cocok ya.