Terpaksa Menikah Dengan Muridku.

Terpaksa Menikah Dengan Muridku.
111.Kemarahan Anandita.


__ADS_3

Sepanjang hari itu Anandita benar benar tidak bisa dibujuk dengan terpaksa Gavin mengirim pesan keSiska bahwa dia tidak bisa pergi keKafe sore ini,dengan alasan masih ujian sekolah.


"Nih aku sudah bilang keSiska aku nggak jadi pergi keKafe",ucap Gavin dengan menunjukan isi pesannya pada Anandita.


Anandita hanya melirik sekilas lalu kembali cuek.


"Yank sudah dong ngambeknya,ini sudah hampir satu hari penuh kamu ngambek,dan aku nggak tau lagi gimana cara membujuknya".


"Aku nggak perlu dibujuk,kalau kamu mau pergi menemui Siska pergi aja sana,aku dirumah sendiri aja!",jawab Anandita lalu bergelung didalam selimut seperti anak kecil membuat Gavin benar benar sakit kepala dibuatnya.


Bahkan sekarang mulai terdengar suara Anandita menangis dibalik selimut.


Mendengar itu Gavin naik keatas ranjang dan memeluk Anandita dari belakang.


"Yank sudah dong jangan ngambek lagi,kasihan beby kalau kamu kaya gitu,diam ya,kamu mau apa aku turuti deh aku janji asal jangan ngambek lagi".


Mendengar itu Anandita langsung membuka selimut yang menutupi tubuhnya.


"Kamu seriuskan mau mengabulkan semua permintaanku?".


Gavin langsung mengangguk"Iya,kamu mau apa,aku turuti".


"Kalau begitu pecat Siska sekarang juga!",perintah Anandita.


Mendengar itu Gavin bingung,"Kenapa harus dipecat Yank kan bisa dengan cara lain kasihan tau dia juga butuh pekerjaan itu masa kamu tega sih".


"Kalau nggak mau memecat Siska aku pulang kerumah ayah Bagas sekarang biar saja aku tinggal disana dengan bik Siti dan akan aku adukan semuanya sama ayah Bagas",setelah mengatakan itu Anandita langsung turun dari ranjang dan mengambil ponselnya untuk menghubungi Ayah Bagas,tapi sebelum dia sempat menghubungi Bagaskara Gavin sudah lebih dulu mencegahnya.


"Yank nggak usah sampai begitu,kita bicara baik baik oke".


Gavin masih mencoba membujuk Anandita tapi Anandita tetep kekeh nggak mau.


"Yank pliss,kita bicarakan dulu,apa inti permasalahannya kalau kamu marah karena Siska kemaren dekat dekat sama aku duduknya oke mulai sekarang aku nggak akan dekat dia lagi kami duduk pakai jarak gimana".


"Nggak!,nggak,kenapa kamu nggak ngerti juga, aku cemburu sama dia, aku nggak suka dia dekat kamu,aku nggak suka dia kerja sama kamu aku nggak suka kamu simpan nomornya apa lagi kamu hubungi dia,juga ngomong sama dia,aku nggak suka,titik!!"

__ADS_1


"Iya,tapi apa alasannya Yank kan kita udah nikah nggak mungkin juga aku suka sama dia Yank aku cintanya cuma sama kamu, apalagi sekarang kamu sedang hamil nggak mungkin aku macem macem apalagi aku baru kemaren ketemu dia".


Mendengar itu bukannya mengerti Anandita malah semakin marah".


"Aku mau ketempat ayah Bagas kamu mau mengantar atau aku berangkat sendiri terserah!",ucap Anandita lalu berjalan keluar dari kamar.


Melihat itu Gavin langsung menyambar kunci mobilnya dan menyusul Anandita yang sudah keluar Apartemen.


"Yank tunggu!,"Gavin meraih tangan Anandita agar berjalan menunggunya,tapi bukannya berhenti Anandita malah menepis tangan Gavin dan terus berjalan keluar.


"Oke kita kerumah ayah sekarang aku antar tapi jangan pasang wajah seperti itu nanti bik Siti sama ayah akan bertanya padaku".


Mendengar ucapan Gavin Anandita hanya diam dan langsung berjalan kemobil, setelah Gavin membuka kunci Anadita langsung masuk tanpa menunggu Gavin membantunya.


Saat didalam mobil Gavin masih berusaha membujuk Anandita untuk mengurungkan niatnya ,tapi tampaknya Anandita tetap kekeh dengan pendiriannya ingin pergi kerumah Bagaskara.


Sampai dirumah Bagaskara mereka disambut bik Siti yang kebetulan sedang membersihkan halaman depan rumah.


"Neng Dita, Mas Gavin,mau mencari Bapak ya?",tanya bik Siti.


"Iya bik saya mau ketemu ayah mau bilang sementara saya tinggal disini",jawab Anandita.


Mendengar itu bik Siti agak bingung karena Gavin tetap menggeleng,tapi saat melihat wajah Anandita bik Siti tau sepertinya mereka sedang bertengkar,jadi bik Siti hanya mengangguk.


"Bapak sedang keluar kota lagi jadi hanya saya saja dirumah,terang bik Siti.


Mendengar itu Anandita tampak tidak perduli sementara itu Gavin merasa bersyukur karena ayahnya sedang tidak ada kalau ada keadaan akan tambah runyam.


"Ya udah kalau Ayah nggak ada saya tetap tinggal disini dengan bibik, kalau Gavin karena besok masih ada ujian dan belum libur jadi akan pulang".


Mendengar itu Gavin dan bik Siti saling tatap bingung.


"Yank aku juga akan nginap disini sama kamu".


"Nggak kamukan repot harus belajar untuk ujian lalu kamu juga harus bekerja dikafe kalau malam jadi sebaiknya sementara aku tinggal disini dengan bik Siti dan ayah".

__ADS_1


"Yank..!"Gavin menyentuh tangan Anandita tapi kembali ditepis oleh Anandita.


"Sana pulang aku lelah mau istirahat Anandita mendorong tubuh Gavin untuk menjauh darinya tapi Gavin tetap kekeh tidak bergerak dari tempatnya.


"Aku bilang pulang,atau aku malah nggak mau ketemu kamu lagi!,"ucap Anandita sebelum pergi meninggalkan Gavin masuk kedalam kamar.


Setelah Anadita masuk bik Siti yang masih berada disana menatap Gavin.


Tapi Gavin yang sudah pusing dengan tingkah Anadita yang cemburu tidak jelas hanya mengangkat bahu dan berjalan menuju sofa lalu merebahkan tubuhnya disana.


"Mas Gavin nggak pulang,seperti perintah mbak Dita?",tanya bik Siti.


"Nggak besok pagi aja malam ini aku tidur disini",jawab Gavin.


"Nggak dikamar,kalau mbak Dita lagi marah kan bisa tidur dikamar tamu?".


Gavin tidak menggubris ucapan bik Siti yang menyuruhnya pindah, kepalanya cukup pusing hari ini menghadapi emosi Anandita yang meledak ledak,dan tidak bisa dirayu sama sekali.


Gavin merebahkan tubuhnya diatas sofa dengan berbantal tangan,dia sengaja tidak mengikuti Anandita kali ini kedalam kamar,dia akan membiarkan Anandita sedikit lebih tenang baru dia akan mengajaknya bicara.


Karena terlalu lelah tidak sadar Gavin tertidur disofa,dia terkejut saat mendengar suara benda jatuh yang berasal dari dapur.


Diperiksanya jam dari ponselnya yang berada diatas meja,sudah pukul 12 malam bik Siti juga pasti sudah tidur dikamar belakang,karena dilihatnya sebagian lampu sudah mati dirumah itu.


Gavin mengumpulkan kesadarannya sebelum bangkit dari sofa untuk memeriksa sumber suara yang menyebabkannya terbangun.


Dengan pelang dia berjalan kedapur saat dilihatnya pintu kulkas terbuka Gavin langsung menghidupkan lampu dapur.


Melihat lampu dapur tiba tiba hidup orang yang berada dibalik kulkas menengokkan kepala.


"Yank kamu sedang apa?",tanya Gavin karena melihat Anandita seperti mencari sesuatu dikulkas.


"Aku lapar dari siang belum makan,dan dikulkas tidak ada makanan yang bisa langsung dimakan",jawab Anandita.


Mendengar itu Gavin langsung menyuruh Anandita duduk dikursi.

__ADS_1


"Duduklah aku buatkan sesuatu yang bisa kamu makan",ucap Gavin.


__ADS_2