Terpaksa Menikah Dengan Muridku.

Terpaksa Menikah Dengan Muridku.
144.Aku Tidak Setuju.


__ADS_3

Wajah Cinta seketika memucat mendengar apa yang dikatakan Bagaskara padanya.


Jadi semuanya hanya kesalahan, dirinya ini hanya kesalahan, lalu ciuman semalam juga sebuah kesalahan.


Dada Cinta terasa sakit mengingat itu,dia menarik nafas dan menghembuskannya berharap perasaan sakit dan menghimpit yang dirasakannya itu hilang.


Setelah merasa sedikit lebih baik Cinta kembali menatap kearah Bagaskara yang seolah sengaja menunggu reaksi apa yang akan diberikan Cinta atas pernyataannya tadi.


"Apakah seperti itu tuan menganggapnya?",tanya Cinta lirih.


Bagaskara menghela nafas dengan berat dan menghembuskannya lagi.


"Aku tau aku sudah bersalah padamu tapi aku akan mencoba memberimu ganti rugi untuk semua kesalahan itu".


"Maksud tuan?",Cinta mengernyitkan dahinya bingung dengan maksud pembicaraan Bagaskara ini.


"Aku akan melepaskanmu,tapi aku tetap akan meneruskan bantuan keuanganku padamu bahkan aku akan memberikannya lebih banyak dari biasanya jadi setelah ini kau hanya perlu fokus pada kuliahmu,dan setelah kau lukus nanti kalau kau mau aku bisa mencarikanmu pekerjaan yang bagus agar kau tidak perlu repot lagi soal uang".


Saat ini Cinta rasanya ingin menampar pria yang sedang duduk didepannya ini kalau tidak ingat dia itu masih berstatus suaminya saat ini.


Cinta menatap tajam kearah Bagaskara kalau pria ini melakukannya dua tahun yang lalu pasti Cinta akan langsung mengiyakannya,tapi itu terjadi sekarang dia tidak hanya butuh uang dari pria ini dia ingin sesuatu yang lebih biarlah dia merasa sekarang dia egois tapi ini adalah kesempatannya dia ingin bertaruh untuk hidup dan masa depannya.


"Bagaimana kalau saya menolaknya",ucap Cinta.


Sekarang giliran Bagaskara yang mengerutkan keningnya bingung dengan apa yang diinginkan Cinta.


"Maksudmu?",tanya Bagaskara.


"Saya tidak ingin kita berpisah,maksud saya apakah anda tidak ingin mencoba memulai hubungan yang sebenarnya dengan saya".


Seketika Bagaskara terdiam mendengar apa yang dikatakan Cinta,dia tidak tau harus menjawab apa saat ini, karena dia tidak pernah punya pengalaman baik soal menjalin hubungan dengan seorang wanita.


Dia memang pernah menikah dengan Bunda Gavin tapi hubungan mereka sangat buruk,itu dengan wanita yang seumuran dengannya apa lagi ini dengan wanita yang usianya lebih muda dari Gavin apa yang bisa diharapkannya,bagaimana kalau dia malah semakin memperburuk hubungan ini dari yang sudah ada.


"Itu tidak mungkin" jawab Bagaskara pelan tapi saat mengatakannya tiba tiba hatinya merasa sakit sendiri.

__ADS_1


"Kenapa?",tanya Cinta berharap Bagaskara meralat ucapannya itu.


Bagaskara menghela nafas yang terasa sangat berat dilakukannya itu.


"Banyak perbedaan diantara kita yang akan sulit kita hilangkan".


"Bagaimana kalau kita mencoba?",ucap Cinta bersemangat.


Mendengar itu Bagaskara memejamkan matanya kepalanya benar benar sakit saat ini,ini lebih berat dari pada memenangkan tender proyek,batinnya.


"Apa yang kau harapkan dari hubungan yang dimulai dengan kesalahan seperti ini,kau masih muda,kedepannya kau akan bertemu dengan banyak orang yang lebih baik dan menarik dari aku, jadi berhenti memaksakan dirimu,sebaiknya selesaikan kuliahmu setelah itu bekerjalah ditempat bagus lalu bertemu dan menjalin hubunganlah dengan laki laki seusiamu,aku yakin saat itu kau akan berterimakasih pada orang tua ini".


Cinta memejamkan matanya dia berusaha sekuat tenaga menahan amarahnya saat ini,dia benar benar ingin menampar pria didepannya ini sekarang,karena dia merasa bukan dia yang sulit mengerti tapi pria didepannya ini yang sepertinya jalan pikirannya sudah tertutup.


"Beri saya waktu",jawab Cinta pelan.


"Maksudmu?",tanya Bagaskara bingung.


"Beri saya waktu untuk membuktikan pada anda bahwa kita bisa mencoba memulai hubungan pernikahan ini secara normal".


"2 bulan,hanya 2 bulan anggap saja saya membalas budi karena anda sudah membiayai saya selama ini,kalau memang selama 2 bulan ini hubungan kita tidak ada kemajuan,saya akan menuruti apa yang anda katakan tuan dan saya juga bisa berpisah dengan anda tanpa merasa berhutang budi".


Bagaskara memejamkan matanya apakah harus sampai seperti ini,dia sedikit khawatir bukan pada Cinta, tapi pada dirinya sendiri bagaimana kalau dia tidak bisa menahan diri bagaimana kalau dia jadi menyukai gadis didepannya ini apakah itu pantas,dia masih terlalu muda ,batin Bagaskara, mungkin karena itu dia ingin mencoba sesuatu yang baru yang menurutnya menyenangkan saat ini.


"Aku tidak ingin kau membalas budi apapun padaku,aku akan tetap melakukannya karena kau seperti anakku".


"Aku bukan anak anda,dan aku tidak ingin menjadi anak anda",ucap Cinta tegas membuat Bagaskara langsung terdiam.


"Aku hanya ingin anda setuju memberiku waktu untuk membuktikan pada anda,bahwa hubungan kita punya masa depan".


"Terserah kau saja",ucapnya.


Bagaskara langsung berdiri setelah mengatakan itu, dia sudah tidak tau lagi bagaimana caranya memberi pengertian pada Cinta saat ini.


Melihat Bagaskara berdiri Cinta yang biasanya hanya diam dan menuruti apa yang Bagaskara katakan tiba tiba ikut berdiri dan langsung menghampiri Bagaskara yang akan pergi kekamarnya.

__ADS_1


"Tunggu tuan..eh...bapak...eh...mas..",ucapnya dengan mencekal lengan Bagaskara.


Bagaskara hampir saja tertawa mendengar bagaimana Cinta bingung memanggilnya,tapi dia sengaja memasang ekspresi sedatar mungkin agar Cinta sedikit mundur dengan niatnya tadi.


"Jadi mulai sekarang aku sudah akan memulai pendekatan kita".


"Maksudmu?",tanya Bagaskara.


"Yang pertama saya akan memanggil anda Mas kalau dirumah,tapi kalau dikampus saya akan tetap memanggil Bapak kecuali anda ingin saya memanggil Mas disana".


"Terserah kau saja",jawab Bagaskara.


"Masih ada lagi",Cinta masih menahan tangan Bagaskara karena melihat Bagaskara akan segera pergi.


"Apa lagi".


"Jangan menghindari saya atau lebih tepatnya mari kita jangan saling menghindar".


Mendengar itu Bagaskara menatap langsung kearah Cinta.


"Apa maksudnya yang ini?",tanya Bagaskara.


Cinta sebenarnya gugup tapi dia berusaha untuk menutupinya.


"Itu...itu..",Cinta terpaksa memejamkan matanya sebentar agar pikirannya kembali jernih saat bicara menghadapi Bagaskara sekarang.


"Sebaiknya kau masuk dan beristirahatlah sekarang jangan memaksakan diri melakukan apa yang sulit kau lakukan",ucap Bagaskara sambil melepas cekalan tangan Cinta dilengannya.


"Tapi Mas Bagas aku serius soal tadi bahwa aku akan berusaha membuat hubungan kita berhasil".


"Besok saja kau lanjutkan, sebentar lagi Willy dan Cello akan pulang",jawab Bagaskara pada Cinta.


"Baiklah kalau Mas Bagas ingin kita lanjutkan besok, tapi nanti malam kalau mas berubah pikiran dan ingin kita bertemu hubungi saja aku",ucap Cinta pada punggung Bagaskara yang akan segera menghilang dibalik pintu kamarnya.


Mendengar apa yang diucapkan Cinta Bagaskara tidak menengok lagi kebelakang atau lebih tepatnya tidak berani , dia sengaja cepat cepat masuk kedalam kamarnya dan langsung menutup pintu khawatir Cinta akan semakin nekad dengan mengejarnya kedalam kamar,bisa bisa besok dia dapat panggilan dari kantor polisi karena tidak bisa mengontrol dirinya dengan melakukan pelecehan pada Cinta.

__ADS_1


__ADS_2