Terpaksa Menikah Dengan Muridku.

Terpaksa Menikah Dengan Muridku.
157.Jadilah Nyonya Bagaskara.


__ADS_3

Bagaskara langsung terdiam mendengar ucapan Gavin, dia sama sekali tidak memikirkan hal itu selama ini.


Jangankan untuk memberi Cinta status yang sah dan diketahui banyak orang, untuk bersama Cinta saja dia masih sangat bimbang kalau tidak Gavin yang mengatakannya dia tidak akan terpikir sampai kesana.


"Bagaimana ayah?",tanya Gavin.


Bagaskara masih saja diam tidak menjawab ucapan Gavin.


"Aku perlu waktu untuk berpikir kalau harus meresmikan lagi hubungan pernikahan kami ini".


"Sampai kapan ayah,apa ayah tidak kasihan melihat Cinta ayah gantung seperti itu,jangan buat aku kecewa lagi pada ayah kali ini".


"Tentu saja aku tidak ingin melakukannya tapi aku butuh waktu untuk berpikir, kalau ingin meresmikan hubungan ini supaya diketahui orang banyak".


"Kenapa?,Apa yang ayah khawatirkan lagi".


Gavin mulai tidak sabar rasanya bicara pada ayahnya kali ini,andai dia lebih tua posisinya dia pasti sudah memaksa Bagaskara untuk segera meresmikan pernikahannya dengan Cinta,tapi pria didepannya ini ayahnya jadi terpaksa dia berusaha menahan diri.


"Jadi nyonya Bagaskara itu berat apa dia akan sanggup melakukannya,aku sangat khawatir dia tidak bisa menyandangnya".


"Itu bisa ayah bicarakan pelan pelan berdua karena pernikahan itu saling mengenal dan memahami pasangan kita seumur hidup,yang penting sekarang ayah dan Istri kecil ayah saling suka dan berniat untuk bersama".


Bagaskara kembali diam,dia menatap Gavin dia merasa sekarang dirinya dan Gavin sedang bertukar posisi dia yang merasa lebih muda sekarang meski usianya lebih tua.


"Aku akan membawa Anandita dan Cello pulang kerumah besar sekarang, jadi ayah punya waktu untuk bicara berdua dengan istri kecil ayah hari ini dan kuharap ayah sudah bisa memutuskannya besok pagi karena waktuku disini tidak banyak".


"Hari ini aku tidak bisa pekerjaanku masih banyak mungkin dalam beberapa hari ini aku juga masih sibuk jadi.....".


"Terserah ayah ini hidup ayah rumah tangga ayah,aku hanya ingin ayah ingat apa yang pernah ayah katakan padaku dulu, belajarlah bertanggung jawab dengan apa yang sudah kita putuskan dalam hidup kita , jadi sekarang aku berharap ayah bisa melakukan apa yang ayah katakan itu.Tapi tetap semua keputusan ada pada ayah aku tidak berhak ikut campur karena aku sekarang bukan tanggung jawab ayah lagi".


Setelah mengatakan itu Gavin bangkit dari duduknya meninggalkan Bagaskara yang terdiam ditempatnya.


Sampai Gavin berpamitan setelah memanggil Anandita dan Cello,Bagaskara masih tetap diam ditempatnya masih belum bisa mengambil keputusan apa yang akan dilakukannya pada Cinta.


Bagaskara menatap kepergian anak menantunya serta cucunya dalam diam,dia bisa melihat betapa bahagianya mereka saat berjalan bersama seperti itu.

__ADS_1


Dulu saat dia menikah dengan bunda Gavin dia tidak pernah merasa seperti itu,kalau bukan dia maka bunda Gavin yang selalu memulai pertengkaran setiap kali mereka bersama.


Karena itu dia sangat takut itu akan terjadi lagi dengannya dan Cinta nanti,meskipun selama bersama Cinta beberapa waktu ini dia merasa nyaman,tapi itu bertahan berapa lama,pikirnya.


"Mas!".


Bagaskara langsung tersentak saat melihat Cinta sudah berdiri disampingnya.


"Kamu".


"Iya...aku sudah bicara dengan Anandita tadi saat mas sedang bicara dengan Gavin.


"Kalian bicara,apa yang kalian bicarakan?".


"Aku tau mas pernah gagal membina rumah tangga dulu, tapi itu tidak bisa menjadi tolak ukur bahwa penikahan kita kali ini juga akan seperti itu".


"Entahlah Cinta aku tetap khawatir akan gagal lagi".


"Aku mungkin tidak punya pengalaman dalam berumah tangga tapi bukan berarti aku tidak serius dengan pernikahan kita,aku akan mencoba belajar untuk menjadi istrimu mas,apa mas tidak mau belajar menjadi suamiku?".


"Aku takut menyakitimu".


"Aku sedang berpikir seharusnya pernikahan itu seperti itu,dan kamu berhak mendapat pernikahan seperti itu juga".


"Mas ayah mereka apa mas tidak yakin bisa melakukan seperti itu juga".


Bagaskara menggeleng.


"Kalau begitu biar kubantu agar kita juga punya pernikahan seperti itu.


Bagaskara menghela nafas dengan berat.


"Apa kamu benar benar siap menjadi istriku,menjadi nyonya Bagaskara?".


Cinta mengangguk"Meskipun tidak akan pernah menjadi istrimu yang sempurna tapi aku akan berusaha sebaik mungkin membuatmu percaya bahwa, meski kamu pernah gagal tapi yang selanjutnya tidak akan gagal lagi".

__ADS_1


"Berarti kamu siap kalau aku mengajakmu menikah lagi untuk yang kedua kalinya".


Cinta terkejut mendengar ucapan Bagaskara dia tidak menyangka Bagaskara akan mengatakan hal itu padanya sekarang.


"Ma...maksud mas?".


Cinta masih tidak percaya bahwa pria dihadapannya ini ingin mengikatnya secara resmi.


"Aku akan menikahimu lagi dengan kembali mengucapkan ijab qobul dihadapan semua orang dan memberimu status resmi untuk menjadi nyonya Bagaskara".


Nafas Cinta seolah berhenti sekarang,dia tidak menyangka akhirnya akan mendengar hal itu dari mulut Bagaskara, bahwa Bagaskara akan mengakuinya secara resmi dihadapan semua orang kalau dia istrinya.


Tanpa sadar airmata Cinta mengalir dikedua pipinya karena terlalu terharu.


Bagaskara yang melihat Cinta menangis menjadi sangat gugup dia takut dia sudah salah bicara tadi hingga sekarang Cinta menangis.


"Cin....cinta jangan menagis maaf aku tidak sengaja,a..apa aku sudah salah bicara tadi?",tanya Bagaskara gugup sambil mengelap pipi Cinta dengan tisu agar Cinta berhenti menangis.


Melihat ekspresi Bagaskara sekarang sebenarnya Cinta merasa lucu tapi entah mengapa bukannya tertawa dia malah menangis semakin kencang,membuat Bagaskara semakin gugup karena Cinta menangis sampai tersedu sedu.


"Ci...Cinta ku..kumohon diamlah jangan menangis lagi apa aku mengatakan hal yang menyinggung perasaanmu,kumohon maafkan aku aku tidak sengaja",ucap Bagaskara dengan ekspresi sangat gugup.


Cinta hanya bisa menggeleng untuk menjawab semua apa yang dikatakan Bagaskara,meskipun dia ingin berhenti menagis tapi air matanya belum juga mau berhenti mengalir bahkan kali ini semakin deras.


Melihat itu Bagaskara langsung memeluknya Cinta sambil menepuk nepuk bahunya,mencoba mendiamkannya seolah yang sedang menangis sekarang itu Cello.


Lama Bagaskara melakukan itu, Cinta hanya membiarkan saja apa yang dilakukan Bagaskara padanya, mungkin itu cara Bagaskara menghibur seorang wanita menyamakannya dengan seorang anak kecil,batin Cinta.


Setelah lelah menangis akhirnya air mata Cinta berhenti juga mengalir membuat Bagaskara menarik nafas lega meski Cinta masih sedikit tersedu, akibat sisa tangisan panjangnya tadi.


"Jangan menangis lagi,aku akan berusaha menjadi suami yang baik untukmu dimasa depan",ucap Bagaskara masih menepuk nepuk pundak Cinta agar dia tidak menangis lagi.


"Hemm",jawab Cinta sambil membalas pelukan Bagaskara dengan menyandarkan kepalanya dipundak Bagaskara.


"Maaf sudah membuatmu sedih Cinta".

__ADS_1


"Hemm".


Lagi lagi Cinta hanya menjawab dengan bergumam saja mendengarkan apa yang Bagaskara ucapkan padanya.


__ADS_2