
Cinta memandang kearah Nisa bingung apakah akan menuruti apa yang Nisa katakan barusan atau tidak.
"Ayolah coba saja,tidak ada salahnya".
"Tapi Nisa bagaimana kalau mas Bagas tidak mau menjemputku dan malah marah karena merepotkannya".
"Kamu tu belum dicoba sudah takut lebih dulu,mana ponselmu biar aku saja yang menelponnya".
Cinta ingin mencegah apa yang dilakukan Nisa tapi terlambat, Nisa sudah berhasil mengambil ponsel dari tangannya dan langsung mencari kontak milik Bagaskara.
"Tut...tut..."Panggilan pertama gagal Cinta bermaksud mengambil ponselnya dari tangan Nisa tapi Nisa melarangnya dan kembali menghubungi nomor Bagaskara.
"Tut...tut..tut...",sudah dering ketiga tapi ponselnya belum juga diangkat membuat Cinta semakin gugup.
"Nis nggak usah mungkin mas Bagasnya sedang sibuk sekarang sebaiknya aku pulang sendiri saja sebelum hari semakin gelap".
"Kita coba sekali lagi kalau kali ini tidak diangkat juga baru kita pulang naik angkot",ucap Nisa dengan kembali mencoba menelpon nomor Bagaskara.
"Tut..tut...tut..."
"Nisa sudah biarkan saja ayo kita pulang",ucap Cinta dengan mengambil ponselnya dari tangan Nisa dan bermaksud mengajak Nisa segera pergi dari sana, tapi tiba tiba ponselnya berdering membuat Cinta dan Nisa terkejut apalagi saat dilihat yang menelpon itu adalah Bagaskara.
Cinta memandang Nisa dengan gugup.
"Bagaimana ini,jangan jangan dia marah",ucap Cinta lirih.
"Angkat saja jangan sampai pak Bagas mematikan telponnya",ucap Nisa.
"Tapi....",Cinta masih ragu untuk mengangkat panggilan itu.
"Angkat !",perintah Nisa.
Dengan gugup takut Bagaskara marah Cinta mengangkat panggilan itu.
"Ha..halo mas",jawab Cinta gugup.
"Kamu baru saja menelponku?",tanya Bagaskara diseberang sana.
"I..iya.maaf sudah mengganggu mas",ucap Cinta.
"Kamu dimana?",tanya Bagaskara pada Cinta membuat Cinta langsung menoleh kearah Nisa yang dari tadi menguping pembicaraannya.
"Di Mall",bisik Nisa pelan ditelinga Cinta.
"Ma..masih di Mall tapi ini sudah mau pulang",ucap Cinta buru buru.
"Kamu dengan siapa?",tanya Bagaskara.
"Dengan Nisa,kami hanya berdua",terang Cinta takut Bagaskara berpikir dia pergi dengan laki laki.
"Di Mall mana?".
__ADS_1
Cinta menyebutkan nama Mall tempatnya dan Nisa berada sekarang,setelah mendengar itu Bagaskara terdiam.
"Bagaimana?',bisik Nisa.
Cinta menggeleng karena Bagaskara masih diam tidak bicara lagi ditelpon padanya.
"Mas",panggil Cinta"Aku matikan ponselnya ya karena aku sama Nisa mau pulang sekarang mau mengejar angkot takut kemalaman dan angkotnya habis",ucap Cinta bermaksud mematikan ponselnya tapi Bagaskara langsung mencegahnya.
"Tunggu dulu,aku akan datang menjemputmu".
Cinta terkejut mendengar apa yang dikatakan Bagaskara,"Maksudnya mas?",tanya Cinta.
"Tunggu saja disitu bersama temanmu aku akan segera datang untuk menjemputmu",ucap Bagaskara.
Cinta langsung terbelalak mendengar apa yang dikatakan Bagaskara seperti tidak percaya.
"Halo",ucap Bagaskara karena Cinta diam saja .
"I...iya mas aku akan menunggu disini sampai mas datang".
Setelah mengatakan itu Cinta langsung mematikan ponselnya karena Bagaskara bilang dia sudah akan berangkat menuju tempat Cinta berada.
"Bagaimana?",tanya Nisa penasaran.
"iya",ucap Cinta.
"Iya apa?",tanya Nisa bingung.
"Iya mas Bagaskara akan datang kemari untuk menjemputku puas!,"ucap Cinta.
Kembali Cinta mengangguk"Iya kalau tidak percaya tunggu saja dia sekarang sedang dalam perjalanan kemari".
Mendengar itu Nisa menggeleng membuat Cinta bingung.
"Aku pulang duluan nikmati waktu kalian,daaa",ucap Nisa lalu bangun dari tempatnya meninggalkan Cinta yang terkejut mendengar itu.
"Nisa tunggu!!,"panggil Cinta tapi Nisa tidak menggubris dan tetap pergi meninggalkan Cinta sendirian disana.
****
Cinta duduk dibangku yang ada diarea Mall dengan wajah tertunduk menunggu Bagaskara datang menjemputnya, sudah hampir satu jam,tapi Bagaskara belum sampai juga Cinta mulai merasa bosan karena harus menunggu sendirian disana tapi mau pergi takut Bagaskara nanti datang dan marah padanya.
Cinta mencoba bersabar menunggu beberapa saat lagi,batinnya kalau Bagaskara tidak datang juga dia akan pulang dengan taxi online saja pikirnya.
Sudah lebih dari satu jam Cinta menunggu dia sudah hampir memencet pesan diaplikasi transportasi online yang dimilikinya, tiba tiba sebuah mobil berhenti tepat didepannya membuat Cinta terkejut karena itu bukan mobil yang biasa dipakai oleh Bagaskara selama ini.
Cinta bermaksud pergi dari tempat itu , saat kaca mobil tiba tiba diturunkan dan wajah Bagaskara muncul dari kursi pengemudi.
"Ayo naik",perintah Bagaskara pada Cinta.
Cinta masih terkejut dan belum beranjak dari tempatnya berdiri.
__ADS_1
Melihat itu Bagaskara segera turun dari mobil menghampiri Cinta yang masih diam ditempatnya,lalu mengambil semua barang belanjaan Cinta dan meletakkan dikursi belakang.
"Ayo naik" perintah Bagaskara dengan menyentuh lengan Cinta membuat Cinta segera mengikuti langkah Bagaskara yang membantunya masuk kedalam mobil.
"Trimakasih mas",ucap Cinta.
Bagaskara hanya mengangguk kemudian naik dan duduk disisi kemudi.
"Mana temanmu?",tanya Bagaskara karena melihat Cinta hanya sendiri menunggunya.
"Sudah pulang lebih dulu".
Bagaskara mengerutkan kening mendengar itu.
"I..itu..kedua orang tuanya sudah menelpon menyuruhnya untuk segera pulang karena sudah sangat sore",terang Cinta pada Bagaskara.
"Kupikir kamu masih bersama temanmu tadi,jadi aku menunggu Willy sampai untuk mengganti mobil dulu tadi".
"Emang mobil yang biasanya kenapa?",tanya Cinta reflek.
"Itu mobil yang biasa dipakai Willy mengantarku kemana mana,sedangkan ini mobil yang biasa kupakai sendiri".Cinta hanya menatap Mobil yang dinaikinya dengan diam'orang kaya mah bebas mau pakai mobil mana juga terserah,dan mobilnya pasti lebih dari satu digarasinya',batin Cinta.
"Kamu sudah makan?",tanya Bagaskara pada Cinta.
Cinta menggeleng "aku bisa makan dirumah",ucap Cinta.
Mendengar itu Bagaskara diam tapi saat melewati sebuah rumah makan tiba tiba dia membelokkan mobilnya.
"Untuk apa kita kesini mas?',tanya Cinta bingung.
"Makan bukannya kamu bilang belum makan",jawab Bagaskara.
"Tapi aku makan dirumah juga nggak papa kasihan Cello lama menunggu kita".
"Ada Willy bersamanya,dan dirumah juga sudah tidak ada apa apa".
"Aku bisa masak dulu sebelum makan mas".
"Masak mie instan,itu tidak sehat".
"Sekali kali nggak papa".
"Sudahlah jangan mendebatku terus aku juga belum sempat makan tadi, karena terlalu sibuk dengan pekerjaan dan kecrewetan Cello jadi ayo turun kita makan karena aku tidak bisa makan mie instan dirumah".
Mendengar itu Cinta jadi merasa tidak nyaman karena meninggalkan Cello dalam pengasuhan Bagaskara selama hampir seharian ini, sedangkan dia malah asyik pergi belanja dengan Nisa.
"Maaf mas",ucap Cinta.
Mendengar itu Bagaskara langsung menoleh
"untuk apa?".
__ADS_1
"Itu..karena merepotkan mas yang harus menjaga Cello selama setengah hari ini".
"Cello itu tanggung jawabku, jadi tidak masalah kalau kau ingin pergi bersenang senang dengan teman temanmu sekali kali".