Terpaksa Menikah Dengan Muridku.

Terpaksa Menikah Dengan Muridku.
134.SEASON 2 (Tiga Tahun Kemudian)


__ADS_3

MULAI MASUK SEASON 2 YA READER.


Bagaskara terbangun karena merasa sesuatu yang bulat dan empuk menekan tepat diwajahnya,bahkan membuatnya kesulitan bernafas karena benda bulat dan empuk itu berada tepat di bagian wajahnya.


"Emmm,"


Bagaskara berhasil menyingkirkan benda bulat lembut yang menutupi wajahnya itu,


Tapi hanya sebentar kemudian benda bulat dan lembut itu kembali bergeser menutupi wajah Bagaskara,dan Bagaskara mencoba kembali menyingkirkan benda itu,tapi kali ini benda itu menempel sempurna dibagian wajah Bagaskara dan tiba tiba,


"Bruuuuuutss",suara keras terdengar dari benda empuk bulat didepan wajahnya itu, membuat Bagaskara langsung terbangun dari tidurnya dan langsung berteriak,


"Gavin Dita!!!,keluarkan Cello sekarang juga dari kamarku aku mau tidur!!",teriak Bagaskara dengan mengangkat cucunya Marcello yang mulai menangis mendengar teriakan Bagaskara.


Mendengar keributan itu bik Siti langsung berlari keatas melihat apa yang terjadi tapi ternyata Bagakara sudah sampai di anak tangga paling bawah dengan menenteng Marcello disebelah tangannya.


"Bapak ada apa pagi pagi teriak teriak, liat tuan kecil jadi takut,mendengar suara Bapak yang seperti petir pagi pagi begini".


Bagakara tidak menggubris apa yang dikatakan oleh bik Siti,tapi terus turun dan mencari keberadaan Anak dan menantunya.


"Mana Gavin dan Anandita suruh mereka membawa pulang Cello sekarang juga aku sibuk hari ini akan pergi keluar kota selama beberapa minggu".


 "Bapak lupa kalau mas Gavin dan mbak Dita sekarang sedang berada diItalia selama tiga bulan dan menitipkan tuan Cello pada Bapak sejak kemaren.


Mendengar apa yang dikatakan bik Siti Bagaskara langsung berhenti dianak tangga paling bawah.


"Lalu siapa yang akan menjaga Cello aku harus pergi siang ini keluar kota",ucap Bagaskara.


"Willy yang Bapak tugaskan untuk mencari pengasuh untuk tuan Cello kemarin",terang bik Siti.


"Kalau begitu segera hubungi Willy katakan padanya untuk membawa pengasuh itu sekarang juga kesini karena aku ingin tidur dulu sebelum berangkat nanti siang,oh iya bik Siti sebelum Willy datang kamu yang merawat Cello untuk sementara".


"Baik Pak".

__ADS_1


Bik Siti bermaksud mengambil Marcello dari tangan Bagaskara tapi tiba tiba saja Marcello malah menautkan kedua kakinya layaknya kukang kelengan Bagaskara.


"Ayo tuan kecil kita mandi ganti popok sambil menunggu om Willy datang bawa Neni untuk tuan kecil.


Bukannya mau Marcello malah menggeleng dan semakin erat menempel kelengan sang Oppa.


"Cello turun!"perintah Bagaskara pada cucunya itu.


Lagi lagi Marcello menggeleng.


"Turun oppa bilang mandi sama bik Siti lalu temui om Willy nanti,oppa,mau tidur nanti harus kerja jauh".


"Itut,Cello itut oppa kelja sama om Willy",ucapnya dengan suara cedalnya.


"Tidak bisa oppa lama nanti oppa ajak jalan jalan setelah oppa pulang",rayu Bagaskara pada cucu kecilnya itu.


Tapi bukannya menurut Marcello malah menangis dengan keras membuat Bagaskara sampai sakit kepala mendengarnya.


"Cello dengar nanti ada neni yang dibawa om Willy untuk menemanimu jadi...".


'Baik ikut tapi diam sekarang oke jangan menangis lagi,jadi anak baik dan penurut sama oppa".


Mendengar Bagaskara setuju untuk mengajaknya akhirnya Cello mau diam.


'Sekarang mandi dengan bik Siti sana!',perintah Bagaskara bermaksud memberikan Marcello pada prempuan tua itu,tapi lagi lagi Marcello menautkan tubuhnya dilengan sang kakek.


"Mandi sama oppa nggak mau sama bik Siti".


"Cello!'.


"Mandi sama oppa, sama oppa...huaaaa".


"Baik mandi sama oppa sekarang ayo".

__ADS_1


Bagaskara kembali mengajak sang cucu keatas dan langsung membawanya kekamar mandi,untuk memandikannya seperti permintaan Cello tadi.


Bik Siti yang melihat keributan itu hanya bisa geleng geleng kepala dibuatnya"Sama sama keras kepala",gumamnya lalu pergi meninggalkan tempat itu.


****


Siangnya saat Bagaskara sedang menyuapi Cello makan , karena tidak mau makan selain dengannya dan menunggu Willy yang katanya akan datang membawa pengasuh yang akan menjaga Marcello selama tiga bulan kedepan sebentar lagi,tapi saat datang kerumah itu Willy hanya sendirian dengan wajah pucat karena takut dapat amarah dari Bagaskara.


"Mana orang yang akan menjaga Cello kenapa tidak kau bawa sekalian bersamamu bukankah kita harus segera berangkat sekarang?",tanya Bagaskara dengan menggandeng tangan Cello keluar dari dalam rumah.


"Anu tuan ..maaf neni yang akan menjaga tuan Cello tiba tiba tadi jatuh dan tidak bisa jalan karena kalinya keseleo,jadi dia tidak bisa ikut kita sekarang keluar kota".


"Apa!!,kenapa bisa terjadi, bukankah kau tau aku harus berangkat sekarang juga kesana,lalu apa kau sudah dapat gantinya?".


Willy langsung menggeleng"Bagaimana kalau kita bawa bik Siti untuk menjaga tuan kecil Cello untuk sementara ini,sebelum kita mendapatkan pengasuh yang baru".


"Jangan mengada ada kamu pikir gampang apa menjaga Cello bik Siti tidak akan sanggup melakukannya,yang ada kita yang harus menjaga bik Siti nantinya kalau kita paksakan.Karena kau tidak berhasil membawa pengasuh maka yang akan menjaga Cello untuk sementara disana kau saja sampai kau berhasil mencari pengasuh untuknya".


"I...iya tuan,...tuan Cello akur akur ya kita berdua nanti disana, jangan seperti biasanya oke",


Willy berusaha bicara pada tuan kecilnya yang sat ini sedang tertidur dikursi mobil itu,karna meskipun baru tiga tahun tapi Marcello sudah sangat aktif dan kadang membuat semua orang kewalahan menghadapinya kecuali mommynya,hanya Anandita yang bisa menundukan Marcello selama ini.


Sepanjang jalan Willy berpikir siapa kira kira yang mau jadi pengasuh untuk tuan kecilnya itu sekarang, karena Willy tau Bagaskara pergi kekota B ini lebih lama dari biasanya,mungkin sekitar dua bulan atau lebih dia akan berada dikota B untuk mengajar dikampusnya sebagai dosen.


"Apa yang sedang kau pikirkan jangan berpikir untuk kabur karena kau tau aku akan sangat sibuk selama disana,aku harus menggantikan rektor yang dulu untuk sementara padahal awalnya aku hanya setuju untuk membantu mengajar disana,kalau ada waktu sekarang saat aku setuju mengajar satu semester untuk mata kuliah bisnis, mereka malah memintaku untuk sementara menggantikan rektor yang ada karena sedang sakit".


"Saya akan berusaha mencari pengasuh yang seperti mommy tuan kecil karena anda tau selain mommynya tidak ada yang bisa mengendalikan tuan kecil".


"Terserah kau saja yang penting bisa mengurangi bebanku"


"Baik tuan".


Setelah menempuh perjalanan lumayqn lama ,akhirnya mereka sampai di tempat yang dituju.

__ADS_1


Karena akan tinggal cukup lama disana Bagaskara sengaja membeli sebuah rumah kecil yang letaknya dekat dengan kampus dan dia sudah menyuruh Willy membersihkan rumah itu beberapa hari sebelum mereka datang.


__ADS_2