
Cinta mendorong tubuh Bagaskara menjauh karena sekarang mereka masih berada area parkiran hotel.
"Mas hentikan jangan disini nanti ada yang melihat".
Mendengar itu dengan terpaksa Bagaskara melepaskan sesapannya didada Cinta.
"Ayo kita turun sekarang",ucapnya dengan merapikan kembali pakaian Cinta yang sudah dibuatnya berantakan barusan.
Cinta mengangguk dan mengikuti Bagaskara masuk kedalam hotel.
Cinta sempat tercengang saat melihat kemewahan kamar yang disewa Bagaskara untuk mereka tempati malam ini.
"Mas kita tidur disini malam ini ?",tanya Cinta.
"Bagaskara mengangguk,"kamu suka?",ucapnya sambil memeluk pinggang Cinta mesra.
Cinta mengangguk"Iya,makasih mas".
"Jangan cuma ucapan dong sayang".
"Lalu?".
"Tapi aku mau kamu mengucapkan terimakasihnya dengan perbuatan".
Mendengar itu Cinta langsung memeluk Bagaskara balik makasih mas",ucapnya dengan mengecup bibir Bagaskara singkat.
Tapi saat Cinta bermaksud melepaskan kecupannya Bagaskara malah menarik kepala Cinta dan memperdalam ciuman mereka menjadi pagutan.
Meski masih malu malu tapi Cinta tidak menolak dengan apa yang dilakukan Bagaskara padanya,bahkan dia mulai mencoba mengimbangi ciuman Bagaskara meski masih kaku.
Melihat Cinta membalas pagutannya Bagaskara semakin berani diangkatnya tubuh Cinta ala bridal style lalu dibaringkannya diatas ranjang.
Setelah itu dia kembali mencium bibir Cinta dengan lembut.
__ADS_1
Cinta mengalungkan lengannya keleher Bagaskara dan kembali membalas ciuman Bagaskara dengan lebih berani.
Setelah puas saling memagut, Bagaskara melepaskan tautan bibir mereka dan mulai turun untuk menjelajah bagian leher Cinta,dengan pelan Bagaskara melepaskan baju yang dipakai Cinta dan hanya meninggalkan penutup terakhir dibagian inti tubuhnya,setelah itu Bagaskara melakukan hal yang sama dengan melepas semua baju yang dikenakan sehingga keadaan mereka sekarang sama sama setengah polos.
Bagaskara mulai menciumi Cinta lagi tanpa melewatkan setiap inci pun dari bagian tubuh Cinta ,membuat Cinta menggila dengan mengeluarkan erangan dan rintihan keras karena Ciuman yang dilakukan Bagaskara diseluruh tubuhnya.
Puas menciumi tubuh Cinta Bagaskara mulai menurunkan ciumannya kebagian inti tubuh Cinta.
Cinta meremas erat seprai dibawahnya, saat merasakan lidah Bagaskara berputar putar dengan liar dibagian inti tubuhnya membuat Cinta semakin keras mengerang dan merintih karena merasa sesuatu akan mengalir keluar dari inti tubuhnya.
"Mas aku ingin pipis'',rengeknya sambil meraih kepala Bagaskara.
"Keluarkan saja sayang", ucap Bagaskara dengan semakin intens memainkan lidahnya disana membuat Cinta akhirnya benar benar mendapatkan pelepasan pertamanya.
Bagaskara segera menyesap habis sisa ledakan milik Cinta, lalu mulai bersiap melakukan penyatuan tubuh mereka.
Bagaskara menatap Cinta sebelum mulai memasukkan miliknya kedalam inti tubuh Cinta.
"Aku akan mulai sayang",ucap Bagaskara dengan mulai mengesekkan miliknya kemilik Cinta dan dengan perlahan mencoba mendorong miliknya masuk kedalam milik Cinta yang masih sangat sempit sekali itu.
"Apa kamu ingin berhenti sayang?",tanya Bagaskara, meskipun saat itu miliknya sudah seperempat masuk kedalam inti milik Cinta dan dia bisa merasakan jepitan milik Cinta yang sangat erat dimiliknya.
Cinta menggeleng"Jangan berhenti lanjutkan saja mas aku tidak papa".
Mendengar itu Bagaskara merasa senang,bagaimanapun dia tidak mungkin bisa membatalkannya karena miliknya sudah masuk setengah jalan kedalam lubang surga dan kalau Cinta tadi bilang iya dia pun pasti tetap meneruskannya sampai Cinta setuju miliknya melanjutkan misi sampai mencapai puncak lubang surga Cinta.
Bagaskara kembali menciumi tubuh Cinta untuk membuat Cinta melupakan rasa sakit dibagian inti tubuhnya dan agar Bagaskara cepat bisa melanjutkan misi pembobolan lubang surga Cinta yang sekarang harus tertahan separo itu.
Cinta kembali terbuai oleh ciuman ciuman Bagaskara membuatnya lupa dengan rasa perih yang tadi dirasakannya dibagian inti tubuhnya,melihat itu Bagaskara langsung melanjutkan penyatuan mereka yang sedikit tertahan tadi.
Dengan sekali sentak Bagaskara menerobos masuk kedalam inti tubuh Cinta membuat Cinta langsung mengerang merasa antara sakit dan ni*mat.
"Ah...".
__ADS_1
Dengan perlahan Bagaskara mulai mengerakkan tubuhnya didalam inti tubuh Cinta membuat Cinta benar benar menggila merasakan sensasi ni*mat yang luar biasa atas gerakan milik Bagaskara didalam inti tubuhnya,berkali kali dia mengerang saat milik Bagaskara menekan titik inti didalam tubuhnya.
sampai akhirnya Cinta kembali merasa dia akan meledak, tapi kali ini dia merasa ledakan yang terjadi berkali kali lipat lebih besar dari ledakan yang baru saja dirasakannya tadi.
Cinta menarik tubuh Bagaskara untuk menempel erat ditubuhnya saat dia merasakan gelombang ledakan itu semakin dekat.
Melihat itu Bagaskara segera mempercepat gerakannya membuat Cinta benar benar menggila bahkan tanpa sadar dia menekankan keras kedua jari jari tangannya kepunggung Bagaskara karena hampir tidak bisa menahan sensasi luar biasa yang diakibatkan gerakan Bagaskara yang semakin cepat pada inti miliknya.
Bagaskara baru berhenti saat merasa miliknya juga hampir menyembur keluar didalam inti milik Cinta.
Cinta mencengkram erat pundak Bagaskara saat merasa sesuatu yang keras dan besar didalam inti tubuhnya itu terasa berkedut kedut membuat dinding dinding inti tubuhnya bergetar hebat bersiap menerima semburan lahar besar yang keluar dari puncak gunung merapi milik Bagaskara bersama dengan aliran air hujan yang juga tersembur dari dalam diri Cinta membuat mereka berdua menegang lalu ambruk secara bersamaan.
Bagaskara mencium bibir Cinta sekilas sebelum berguling kesamping tubuh Cinta dan melepaskan penyatuan tubuh mereka dengan nafas terengah engah.
"Makasih sayang ",ucap Bagaskara.
Cinta hanya mengangguk lemah menjawab ucapan Bagaskara karena saat ini tubuhnya terasa lemas dan lelah setelah pertempuran panas barusan.
Melihat Cinta yang kelelahan Bagaskara menariknya merapat untuk memeluknya.
"Tidurlah sekarang kamu pasti lelah kan".
Cinta kembali mengangguk dan mulai memejamkan matanya dalam pelukan Bagaskara.
Bagaskara membelai lembut wajah Cinta yang sudah terlelap itu.
"Semoga kamu adalah jodoh terakhirku",ucapnya pelan dengan mengecup lembut dahi Cinta.
Melihat Cinta sudah tertidur lelap Bagaskara juga bermaksud untuk ikut tidur tapi mata dan otaknya tidak bisa diajak kompromi,dia merasa sedikit terganggu dengan posisi tidur mereka sekarang yang berpelukan tanpa mengenakan apa apa dibalik selimut,membuat miliknya kembali merayap bangun setiap kali Cinta bergerak gerak dalam tidurnya.'Seharusnya tadi aku menyuruh Cinta memakai baju dulu sebelum tidur,batin Bagaskara kesal.
Karena merasa sulit untuk menahan godaan tubuh Cinta, dengan perlahan Bagaskara bangun dari atas ranjang dan berpindah duduk disofa menunggu rasa kantuknya datang.
Bagaskara duduk sambil memandang kearah Cinta yang terlelap tenang diranjang sambil senyum senyum sendiri mengingat apa yang baru saja dilakukannya dengan Cinta.
__ADS_1
Tapi tiba tiba Bagaskara tersentak karena dia tadi lupa untuk memakai pengaman saat mereka berhubungan dan karena terlalu ni*mat dia lupa telah menyemburkan semua laharnya kedalam milik Cinta.
(Semoga sesuai ekspetasi ya,maaf kalau masih kurang panas karena sekarang ditempat autor sedang hujan๐๐).