
Anandita duduk didepan Gavin dengan canggung karena ini pertama kalinya mereka duduk sedekat ini dilingkungan yang mereka kenal,tapi tidak ada yang tahu status mereka.
"Bu Dita sama bu Margaret mau pesan apa biar sekalian saya pesankan kebetulan kami belum pesan?"tanya Aldo.
"Aku pesankan nasi goreng sama teh manis aja Do,kalau bu Dita?"tanya bu Margaret menatap Anandita.
"Aku soto ayam sama es jeruk aja".jawab Anadita.
"Gue samakan aja Do sama bu Dita"ucap Gavin.
"Lo kan bisa pesan kesana sendiri"ucap Aldo dengan sewot.
"Sekalian aja gue lagi males antri,udah sana!"perintah Gavin menyuruh Aldo pergi.
"Issh kebiasaan banget lo mentang mentang lo tajir"Gerutu Aldo,yang hanya ditanggapi diam oleh Gavin.
Tak berapa lama Aldo kembali membawa pesanan mereka berempat.
"Silahkan bu!"ucap Aldo sambil meletakkan nampan berisi pesanan mereka semua,Anandita mengambil pesanan Gavin dari nampan dan langsung meletakkannya kehadapan Gavin.
"Ini,Vin!"ucapnya yang hanya dibalas Gavin dengan Anggukan.
"Tolong Ambilkan sendoknya!"perintah Gavin pada Anadita yang langsung diambilkan tanpa banyak tanya.
Membuat Aldo dan bu Margareta hanya bengong melihat interaksi kedua orang itu yang seperti pasangan didepan mereka.
"Bu saya juga minta tolong ambilkan sendok dong!"pinta Aldo pada Anandita.
Anandita bermaksud mengambilkan sendok untuk Aldo tapi langsung dicegah oleh Gavin secara reflek.
"Apaan sih ambil sendiri jangan nyuruh nyuruh orang!"ucap Gavin sambil mencegah Anandita yang akan memberikan sendok untuk Aldo.
"Lo aja tadi nyuruh bu Dita untuk ngambilkan,lalu gue juga minta tolong kok nggak boleh"protes Aldo.
"Kalian kenapa meributkan perkara sendok,ini aku ambilkan kamu juga Do ngapain sih iri irian segala!"ucap bu Margareta sambil mengambilkan Aldo sendok yang diterima Aldo dengan wajah cemberut.
Sementara itu Anandita memilih diam mendengar perdebatan yang mereka lakukan karena dirinya.
"Ayo makan!"perintah Gavin pada Anandita tanpa memperdulikan ada dua orang yang semakin bingung dengan tingkah mereka berdua sekarang.
Anandita hanya mengangguk dan mulai menyuapkan makanan kemulutnya.
Gavin juga mulai menyuap soto yang ada dimangkoknya tapi saat kuah panas itu menyentuh sudut bibirnya,tiba tiba dia mendesis karena merasa sangat perih akibat gigitan Anandita tadi.
"Isssh"desisnya sambil meletakkan kembali sendok yang masih berisi soto itu kemangkuk.
__ADS_1
"Kenapa?"tanya Anandita sambil menatap kearah Gavin.
"Aku lupa kalau bibirku luka"ucap Gavin yang langsung membuat mereka semua menatap kearah bibir Gavin.
"Kenapa bibir lo,habis digigit cewek ya,bukannya tadi pagi baik baik aja?"tanya Aldo yang membuat Anadita langsung terbatuk mendengarnya karena kaget.
"Apaan sih,suka asal kalau bicara".ucap Gavin.
"Nggak mungkin bibir lo bisa jontor sendiri kaya gitu kalau bukan karena lo habis ciuman sama cewek,jangan jangan tadi ya kamu ciumannya waktu lo ijin ketoilet?"cecar Aldo sambil menatap Gavin tajam.
"Apaan sih Do,lo kalau ngomong jangan ngaco"ucap Gavin semakin sebal.
"Kalian ini baru anak kemarin sore tapi sudah liar kalau pacaran sampai ciuman aja nggak tau tempat"gerutu bu Margareta pada mereka berdua yang membuat Anandita yang mendengarnya jadi serba salah.
"Bukan saya bu,kalau saya itu anak baik baik,tidak mungkin melakukan hal hal seperti itu sebelum janur kuning melengkung"ucap Aldo.
Gavin yang tidak terima jadi menyahut Aldo.
"Jadi lo pikir gue bukan anak baik baik!"ucap Gavin menatap Aldo dengan tajam.
"Gue nggak bilang begitu,tapi bukti yang mengatakannya orang awam juga tau luka lo pasti habis digigit cewekkan"
Tanpa ada yang menduga tiba tiba Gavin menyiramkan es jeruk miliknya ke kepala Aldo.
Melihat itu Anandita langsung bangkit dan mengejar Gavin keluar dari kantin tanpa perduli pandangan orang tentang mereka.
"Vin tunggu!"
Tapi Gavin tetap berjalan dengan cepat tanpa mendengarkan panggilan Anadita yang mengejarnya sambil setengah berlari.
Gavin membelokkan langkahnya menuju gang sempit tempat tadi dia dan Anandita bertemu,sampai sana dia baru menghentikan langkahnya lalu menyandarkan tubuhnya kedinding dengan nafas masih memburu karena kesal.
" Gavin!"panggil Anandita dengan nafas tersengal sengal karena mengejar Gavin sambil berlari dengan sepatu pantofel berhak.
Tqpi Gavin hanya diam saat melihat kedatangan Anandita tidak seperti biasanya dia langsung menghampiri Anandita dan memeluknya.
Anandita menghampiri Gavin yang bersandar diam didinding.
"Vin!,Mas Gavin!"panggil Anandita sambil mendekat dan langsung memeluk tubuh Gavin.
"Jangan marah lagi ya,Mas..maaf gara aku kamu harus dianggap orang jelek"ucap Anadita sambil menempelkan wajahnya didada Gavin.
Gavin masih diam saja belum bergerak untuk membalas ucapan ataupun pelukan Anandita.
"Mas...udah dong marahnya,kan udah kupeluk masa masih belum sembuh juga"rayu Anadita sambil menatap wajah Gavin yang masih mengeras karena emosi.
__ADS_1
"Aku nggak papa aja An,sana balik nanti ada yang melihatmu disini",ucap Gavin berusaha mendorong tubuh Anandita menjauh.
Anandita menggelengkan kepalanya menolak apa yang diminta Gavin.
"Enggak sebelum kamu berhenti marah dan ngambek".
"Aku nggak marah sama kamu,aku hanya kesal sama ucapan Aldo tadi!"tegas Gavin.
"Aku tau tapi semua itu kan juga gara gara aku,jadi aku juga harus ikut bertanggung jawab".
"Aku nggak mau kamu bertanggung jawab dengan cara ini!".
"Lalu kamu mau aku bertanggung jawab gimana?, itukan juga bukan murni kesalahanku sampai Aldo ngomong kaya gitu,coba kamu nggak nyium aku disini,kan nggak mungkin sampai luka bibirnya.
"Jadi kamu juga nyalahin aku An..".
"Enggak bukan begitu maksudku tapi lain kali jangan ngajak yang aneh aneh saat dilingkungan sekolah".
"Intinya kamu tetap nyalahin aku kan,yang sakit aku tapi kamu malah ngomel dari tadi sana balik aja!,aku mau disini aja sendiri"ucap Gavin sambil mendorong tubuh Anadita yang masih menempel padanya.
"Vin..!!,bukan begitu,oke maaf aku nggak bermaksud nyalahin kamu,aku hanya khawatir melihat bibirmu terluka".
"Ini nggak papa,cuma luka kecil,besok juga sembuh"ucap Gavin sambil menyentuh sudut bibirnya yang terasa sakit.
"Sakitkan,aku obati ya?"
"Dimana kamu mau ngobatinya?"
"Bagaimana kalau di UKS,ayo kita kesana sekarang",ajak Anadita tapi Gavin langsung menolaknya.
"Kenapa?"
"Aku nggak mau diUKS",jawab Gavin.
"Jangan bilang kamu takut!"selidik Anadita sambil menatap kearah Gavin.
"Enggak!"
"Lalu?"
"Aku mau kamu ngobati aku dirumah aja gimana,maukan Yank".
Anandita langsung menatap Gavin sebal.
"Dasar modus!!"ucap Anandita lalu pergi meninggalkan Gavin yang hanya tertawa karena berhasil mengerjai istrinya.
__ADS_1