Terpaksa Menikah Dengan Muridku.

Terpaksa Menikah Dengan Muridku.
155.Biar Aku Yang Menjelaskan.


__ADS_3

Bagaskara langsung terloncat dari posisinya yang sedang mengungkung Cinta saat mendengar suara Cello dipintu sedang digendong Gavin.


"Gavin!!,kapan kamu datang??",tanya Bagaskara reflek.


"Baru saja ayah,om Willy menjemput kami diBandara".


Bagaskara tidak tau harus bicara apa lagi saat itu suasana didalam kamar itu terasa sangat canggung,bahkan wajah Cinta sudah sangat pucat sejak mengetahui Gavin berdiri didepan pintu tadi.


Gavin yang mengerti itu mencoba memecah kekakuan itu.


"Aku akan membawa Cello keluar dulu".


"Ya, nanti aku akan menemuimu sebentar lagi",ucap Bagaskara.


Gavin hanya mengangguk lalu keluar dari dalam kamar.


Setelah Gavin keluar,Bagaskara langsung menoleh kearah Cinta yang terduduk diam dengan wajah pucat diranjang.


Bagaskara mendekat kearah Cinta dan langsung memeluk tubuhnya.


"Tidak papa biar aku yang menjelaskan pada mereka tentang kita".


Cinta masih diam saja tapi Bagaskara tau saat ini Cinta sangat syok dengan apa yang baru saja terjadi.


"Kamu akan disini atau keluar bersamaku sekarang.


"Bolehkah aku disini saja mas aku terlalu terkejut jadi tidak bisa bertemu mereka sekarang".


"Baiklah,apa kamu ingin mandi kalau iya aku bisa minta tolong Anandita untuk mengantarkan baju gantimu kemari".


"Jangan!!!",teriak Cinta reflek.


Bagaskara langsung menatap Cinta bingung.


"I...itu..a..aku tidak ingin bertemu mereka sekarang,aku terlalu gugup".


"Baiklah".


Setelah mengatakan itu Bagaskara bangkit dari ranjang dan berjalan keluar kamarnya.


Bagaskara menghampiri Gavin dan Anandita yang sedang duduk dimeja makan bersama Cello.


Bagaskara duduk dihadapan mereka berdua,meskipun dia ayah mereka tapi saat ini kondisinya dia yang merasa seperti bersalah, jadi dia merasa agak sedikit gugup saat berhadapan dengan anak dan menantunya itu.


"Kenapa kalian tidak menghubungiku dulu sebelum pulang".


"Kami memang pulang mendadak karena Anandita selalu memikirkan Cello dan tidak sanggup lagi tidak bertemu dengannya".


"Lalu tadi pagi saat kalian mendarat diBandara kenapa tidak menghubungi aku lebih dulu ".

__ADS_1


"Sudah berkali kali aku menghubungi ayah tapi ponsel ayah tidak bisa dihubungi karena itu kami menghubungi om Willy",terang Gavin.


Mendengar itu Bagaskara baru ingat kalau dia tadi malam melupakan ponselnya dan meletakkannya diatas meja ruang tengah dekat sofa yang pasti sekarang sudah habis baterainya.


"Sepertinya aku lupa tadi malam untuk mengisi daya ponselku",terang Bagaskara.


" Tidak papa tapi,sepertinya hubungan ayah dan neni Cello sangat dekat apa dia akan menjadi calon istri ayah?".


Bagaskara sedikit terkejut mendapat pertanyaan langsung seperti itu dari putranya sendiri dia diam sambil menghela nafas mencoba mencari kata yang tepat untuk mengatakan fakta sesungguhnya tentang hubungan rumit dia dan Cinta sekarang.


"Aku tidak masalah kalau ayah berniat menikah lagi,apalagi sepertinya Cello sangat sayang dengan neninya ini,dan kulihat ayah juga sayang padanya".


"Vin!",hardik Anandita sambil menoleh kearah Gavin yang bicara terus terang pada ayah Bagas.


"Nggak papa Yank,aku juga tidak menolak hubungan mereka aku hanya berharap agar ayah bisa bahagia meskipun itu dengan wanita yang masih sangat muda usianya dari pada aku".


"Dia sudah 21 tahun sekarang,tidak terlalu muda".


Mendengar itu Gavin dan Anandita menatap langsung kearah Bagaskara.


"Ayah serius dengannya?",tanya Gavin.


"Tentu saja kamu pikir aku suka main main dengan perempuan",jawab Bagaskara mulai sedikit marah.


"Lalu apa ayah akan menikah dengannya?",tanya Gavin.


"Apa!!!!.


Gavin dan Anandita langsung terkejut mendengar penjelasan Bagaskara.


"Kenapa bisa??,kapan itu ayah?",tanya mereka berbarengan dan tidak menyangka bahwa ayah Bagaskara bisa menikahi perempuan muda yang baru dikenalnya belum sampai tiga bulan dan....,mereka hanya bisa saling pandang dan kemudian kembali menatap kearah Bagaskara yang tampak tidak berbohong dengan apa yang dikatakannya barusan.


"Itu...bukan baru saja kami menikahnya".


"Maksud ayah?",tanya Gavin bingung.


"Ini sulit dijelaskan bagaimana asal muasal kami bisa menikah tapi aku sudah menikah dengan Cinta 3 tahun yang lalu".


"Apa!!??"Gavin dan Anandita semakin terkejut mendengar apa yang diucapkan Bagaskara barusan.


Mereka kembali saling pandangan kemudian kembali menatap kearah Bagaskara yang tampak tidak bergeming ditempatnya.


"Maaf membuat kalian terkejut",ucap Bagaskara.


"Kami tidak terkejut,tapi lebih tepatnya syok karena ayah bisa menyembunyikan pernikahan ayah selama tiga tahun ini dari kami,kenapa?",tanya Anandita mewakili Gavin karena Gavin terlihat sangat syok mendengar keterangan Bagaskara sekarang.


"Panjang ceritanya kenapa aku menikah dengan Cinta saat itu".


"Apa ayah sudah merusaknya saat itu sehingga terpaksa harus menikahinya ?",tanya Anandita.

__ADS_1


Gavin langsung menoleh karena Anandita bertanya secara langsung seperti itu pada Bagaskara,sementara itu Bagaskara agak terkejut mendengar pertanyaan Anandita yang to the poin itu.


"Kamu pikir ayah laki laki seperti itu",ucap Bagaskara.


"Bukan begitu ayah, Anandita pasti tidak bermaksud menuduh ayah laki laki yang tidak baik dia hanya tidak percaya bahwa ayah sudah menikah dengannya karena aku juga merasa tidak percaya".


"Kenapa?",Bagaskara bertanya sambil menatap tajam kearah mereka berdua tadi dia yang merasa gugup ,sekarang dia jadi marah karena ditanya macam macam oleh mereka berdua.


"Maksud ayah?",Gavin menggeleng saat Anandita ingin bicara dan menyuruh Anandita membawa Cello menjauh.


"Apa kamu pikir aku tidak pantas menikah dengan Cinta!?".


Gavin menggeleng.


"Lalu?".


"Ayah berhak menikah dengan siapa saja yang ayah inginkan kami hanya terkejut karena ayah tidak pernah menceritakan tentang pernikahan ayah ini selama 3 tahun dan jujur saja aku sedikit kecewa kenapa aku harus tau dengan cara seperti ini,apa ayah masih tidak menganggapku penting sampai hal sepenting ini ayah sembunyikan dariku".


Mendengar itu Bagaskara kembali merasa bersalah, dia pernah berada diposisi Gavin saat dulu Gavin menyembunyikan pernikahannya dengan Anandita dan dia juga harus tau dengan cara tidak biasa,jadi dia mengerti sekecewa apa Gavin saat ini pasti padanya.


"Maaf".


Gavin diam mendengar itu.


"Jujur saja aku salah dalam hal ini kalian adalah orang terpentingku,sebenarnya tidak seharusnya aku menyembunyikan ini dari kalian,tapi...".


"Jangan bilang ayah terpaksa menikahinya dulu".


"Ya".


"Hah!!!,apa ayah!!!",Gavin terkejut lagi mendengar jawaban Bagaskara.


"Ceritanya panjang kenapa aku sampai menikah dengan Cinta 3 tahun lalu, tapi bukan karena aku sudah melecehkannya saat itu".


"Lalu kenapa ayah harus menyembunyikannya sampai selama itu pada kami".


"Aku bukan ingin menyembunyikannya".


"Lalu?",tanya Gavin bingung.


"Setelah menikah dengannya baru beberapa waktu ini aku ingat tentangnya lagi".


"Maksud ayah?",Gavin semakin bingung dengan maksud ucapan Bagaskara.


"Selama lebih 2 tahun ini aku sudah melupakan bahwa aku sudah menikah dengan Cinta baru sekitar sebulan ini aku mengingatnya lagi".


"Apa!!!!".


Maaf ya reader Autor baru Up sekarang 🙏🙏.

__ADS_1


__ADS_2