Terpaksa Menikah Dengan Muridku.

Terpaksa Menikah Dengan Muridku.
124. Berangkat keVila.


__ADS_3

Gavin mengajak Heru bicara tentang rencananya untuk mengajak semua yang bekerja di Kafe untuk ikut merayakan kelulusannya akhir pekan ini dia Vila mereka yang ada dipuncak.


"Bos mau ngajak kami?",tanya Heru tidak percaya.


"Iya dan ada juga teman sekolahku yang ikut nanti,mas Heru nggak bisa ikut?",tanya balik Gavin.


"Bisa tentu saja bisa, kebetulan Sofia juga sudah minta diajak liburan kebetulan sekali bos mengajak makanya saya rasa nggak percaya".


"Apa yang nggak percaya mas?",tanya Beni yang tiba tiba menyela lagi.


"Kamu kenapa ingin tau?",tanya Heru.


"Ya nggak papa mas untuk referensi kalau aku nanti dapat jodoh".


"Heru dan Gavin menatap kearah Beni bersamaan membuat Beni langsung gugup.


"I..itu maksud saya nanti kalau ada yang mau sama saya,saya akan belajar dari pengalaman kalian berdua terutama sama bos kita yang belum 21++tapi sudah tokcer".


"Kalau begitu kamu harus cepat cari calon jodohmu supaya cepat belajar,karena akhir pekan ini bos mengajak kita berlibur bersama kepuncak untuk merayakan kelulusannya,dan aku akan mengajak Sofia,bos sudah pasti sama Anandita jadi bilang sama para pencari jodoh seperti kalian yang ada diKafe dimohon menyegerakan mencarinya karena kami nggak menjamin kalian bakal kuat melihat kami nanti".


"Mas Heru mencari jodoh nggak segampang itu memang bisa dapat jodoh cuma dalam beberapa hari ini",gerutu Beni.


"Itu bukan urusanku atau kalau kamu nggak punya kandidat jodoh sekarang kamu cari aja nanti di sana,biasanya didaerah sekitar vila banyak".


"Banyak cewek cantiknya gitu mas Heru?",tanya Beni bersemangat.


"Bukan banyak pohon besarnya tempat tinggal jin",jawab Heru yang membuat Gavin tertawa mendengarnya.


"Bos,mas Heru kok kalian tega sih masa aku disuruh cari jin".


"Nggak papa Ben kalau jinnya cantik kaya Badaruihi,kamu yakin nggak mau",ucap Gavin masih tertawa.


"Heh nasib dari pada aku bicara sama kalian para 21+++ lebih baik aku kedepan siapa tau jodohku sudah menanti disana",ucap Beni sambil berlalu meninggalkan dapur.


"Jangan lupa bilang sama yang lain kita akan liburan divila akhir minggu ini!,"teriak Heru pada Beni.


"Iya,mas nanti saya bilangkan".


*******


Saat akhir pekan***


Gavin dan yang lain sudah bersiap untuk berangkat mereka tidak banyak hanya beberapa pekerja Kafe dan Aldo teman sekolah Gavin.

__ADS_1


Heru mendekati Gavin "Ini aja bos yang ikut?",tanya Heru melihat hanya beberapa orang saja yang ada disana.


Gavin mengangguk"Iya mas,kan aku bilang hanya orang orang dekat aja",terang Gavin.


"Tapi kenapa bos menyewa bis besar untuk pergi kesana padahal pakai mobil kan bisa bos".


"Anandita yang minta katanya dia pengen merasakan naik bis pariwisata seperti itu",jawab Gavin.


"Ngaidam anak orang kaya memang beda ya bos,high level",ucap Heru sambil terkagum kagum pada bis pariwisata mewah yang akan mereka naiki.



(Visual bis yang akan mereka naiki kepuncak).


"Semua sudah datang ayo kita naik",ajak Gavin pada semuanya.


Sampai didalam mereka terkagum kagum pada interior bis yang mewah itu.


"Wah bos ini mewah banget kalau begitu sering sering aja bos ngajak kami untuk jalan jalan seperti ini", celetuk Beni.


"Banyak banyak berdoa aja Ben semoga Anandita sering ngidam seperti ini jadi kita juga sering diajak jalan jalan enak kaya gini" jawab Heru.


"Jadi yang minta naik bis ini kamu Dita?",tanya Beni pada Anandita.


"Sebenarnya hanya bis pariwisata biasa aja sih aku mintanya tapi poppy nggak tega kalau harus pakai bis seperti itu makanya dia memilih yang seperti ini".


"Memang pasarnya dimana mas kok harus pakai helikopter?",tanya Beni penasaran.


diHimalaya kan tinggi tu jadi pas, kalau kepasarnya naik helikopter apa kamu pikir pasar disebelah rumahku jangan ngadi ngadi kamu".


"Kirain",jawab Beni.


Semua yang mendengar candaan dua orang itu ikut tertawa,suasana perjalanan menuju puncak jadi terasa menyenangkan apalagi mereka pergi dengan orang orang yang mereka kenal baik.


"Lelah Yank?",tanya Gavin karena melihat Anandita beberapa kali mengerakkan tubuhnya untuk berubah posisi duduk".


Mendengar pertanyaan Gavin Anandita mengangguk,karena seiring usia kandungannya yang bertambah dia juga merasa semakin cepat lelah.


"Sini",Gavin menarik Anandita untuk bersandar nyaman padanya.


"Nggak usah Py,nggak enak ada mereka",jawab Anandita pelan sambil melirik kearah Beni dan Aldo yang duduk tepat disamping mereka.


"Nggak papa Yank,kasian kalau kamu kelelahan nanti, jadi nggak bisa mengikuti acara kita diVila".

__ADS_1


"Tapi....".


"Sini!",Gavin melepas sabuk pengamannya supaya Anandita bisa nyaman bersandar padanya.


"Kaya gini aja",ucap Anandita karena Gavin menyuruhnya untuk lebih dekat lagi sementara itu dari tadi Aldo dan Beni sudah melirik kearah mereka berkali kali.


"Mas Heru,"panggil Beni pada Heru yang duduk didepannya.


"Hemmm".


"Mas tukar tempat duduk dong,"pinta Beni.


"Kenapa?",tanya Heru cuek.


"Nggak enak disini jiwa jomblo kami meronta ronta iyakan Do",ucap Beni yang diangguki oleh Aldo.


"Kan sudah kubilang untuk mencari jodoh dulu sebelum berangkat kemarin,jadi sekarang itu resikomu kalau harus melihat bos dan Anandita peluk pelukkan kalau kalian pengen saling peluk aja situ",jawab Heru.


"Mas Heru tega banget menyesatkan ,baik aku nanti cari Badaruihi saja disana,dari pada sama Aldo",gerutu Beni.


"Sudah ah aku mau istirahat jangan ganggu lagi",jawab Heru pada Beni.


***


Setelah menempuh perjalanan sekitar dua jam lebih mereka sampai diVila milik Gavin.


"Akhirnya kita sampai ayo Do kita turun duluan", ucap Beni mengajak Aldo untuk segera turun dari bis yang barusaja berhenti itu.Disusul yang lain juga ikut turun.


Gavin membantu Anandita untuk turun dari bis.


"Py aku bisa sendiri" protes Anandita.


"Nggak papa Yank,ayo",gavin menggandeng tangan Anandita turun dari atas bis.


"Ah leganya",ucap Anandita berjalan menuju bangunan Vila yang diikuti


Gavin dengan merangkulkan tangannya kepundak Anandita mengikuti langkah Anandita berjalan menuju Vila.


"Kamu tu ya benar benar nggak bisa nggak nempel sama aku py,kamu nggak merasa sungkan sama yang lain dari tadi seperti ini",gerutu Anandita.


"Nggaklah kan kamu istri aku kalau mereka iri mereka boleh aja peluk pasangan mereka" jawab Gavin santai.


"Tapi bos kami nggak punya pasangan masa iya kami berdua harus saling meluk",gerutu Beni.

__ADS_1


"Iya Vin lo tega banget sama kita lo tau teman jomblo malah pamer pamer kemesraan terus",Aldo ikut menggerutu.


"Nggak usah pada sewot kalian berdua harusnya bersyukur masih diberi kenikmatan sebagai jomblo, kalian pikir menikah selalu enak apa,banyak juga susahnya jadi nikmati kebebasan kalian selagi bisa",celetuk Heru.


__ADS_2