Terpaksa Menikah Dengan Muridku.

Terpaksa Menikah Dengan Muridku.
55.Malam Pengantin 2.


__ADS_3

Gavin menyesap cairan yang keluar dari dalam inti tubuh Anandita sampai habis membuat Anandita berusaha mencegahnya dengan menarik kepala Gavin untuk menjauh dari sana.


Gavin mendongakkan kepala menatap Anandita.


"kenapa,Yank?"


"Jangan,malu"jawab Anadita.


"Nggak papa aku suka,rasanya nikmat Yank"


"Tapi.."Ucap Anadita parau.


"Gantian Yank"ucap Gavin dengan melapas seluruh pakaian yang menempel ditubuhnya tanpa meninggalkan selembar pun.


"Bagaimana caranya?"tanya Anadita bingung.


"Sini"


Gavin menuntun tangan Anadita untuk menyentuh benda pusakanya yang sudah mengeras sempurna.


"Kaya biasanya Yank"ucap Gavin dengan menggerakkan tangan Anandita maju mundur dibenda itu,dan lama lama Gavin menyuruh Anadita untuk semakin menggerakkan tangannya itu.


"Yank pakai mulut"desis Gavin parau pada Anandita.


"Gimana?"Anandita benar benar tidak paham maksud Gavin terpaksa Gavin mendekatkan benda pusakannya kemulut Anandita.


"Buka Yank"Gavin menyuruh Anandita membuka mulutnya dan menyuruh Anandita memasukkan benda itu kemulutnya.


Anandita menuruti apa yang diperintahkan Gavin.


"Isap Yank kaya lolipop"ucap Gavin parau.Anandita kembali menuruti apa yang diinginkan Gavin,meskipun pun awalnya bingung tapi lama lama Anandita mengerti, apalagi saat mendengar Gavin mengerang nikmat dengan apa yang dilakukannya,Anandita semakin intens menghisap milik Gavin seperti dia sedang menghisap lolipop.


Tapi tiba tiba Gavin menyuruh Anandita berhenti melakukan itu.


"Kenapa kan belum keluar?"tanya Anadita bingung.


"Bukan disitu tempat keluarnya,aku mau didalam milikmu ucap Gavin lalu mencium bibir Anadita dengan penuh gairah membuat Anandita membalas sama bergairahnya pagutan Gavin dibibirnya,lalu perlahan Gavin memposisikan Anadita dibawah tubuhnya tanpa melepas tautan bibir mereka Gavin memasukan benda pusakanya kebagian inti Anandita dengan sekali hentak membuat Anandita mengerang panjang menikmati penyatuan mereka kali ini.


Dengan pelan Gavin mulai menggerakan miliknya kedalam inti Anandita,membuat Anandita harus mencengkram ujung seprai karena merasakan gerakan Gavin didalam inti tubuhnya terasa sangat luar biasa dirasakan.

__ADS_1


"Vin.."erang Anandita parau dengan mata terpejam menikmati setiap hentakan yang Gavin lakukan didalam inti tubuhnya.


Gavin mempercepat hentakannya saat merasa sesuatu mulai berkedut dari miliknya dan akan menyembur keluar kedalam inti tubuh Anandita.


"Yank..."desis Gavin sambil mencium bibir Anandita dengan ganas karena merasa miliknya perlahan mulia menyembur keluar bercampur dengan milik Anadita yang keluar disaat bersamaan.


"Akh.."erang mereka bersamaan saat Gavin berhasil menumpahkan seluruh miliknya sampai habis didalam inti Anadita.


Gavin melepaskan pagutan bibir mereka dengan nafas terengah engah,lalu menarik Anadita berguling keatas tubuhnya dan memeluk tubuh Anadita dengan erat.


Anandita hanya membiarkan saat Gavin membalikkan tubuh mereka,dia merasa sangat lemas setelah pelepasan mereka tadi.


Setelah nafas mereka Gavin melonggarkan pelukannya dan merapikan rambut Anadita yang basah oleh keringat diwajahnya.


"Yank makasih bayak"bisik Gavin dengan mengecup lembut dahi Anandita.


"Hemm"gumam Anandita merasa sangat lelah sampai tidak sanggup lagi untuk bicara menjawab ucapan Gavin.


Melihat itu perlahan Gavin memiringkan tubuh mereka agar Anandita berpindah posisi diatas ranjang lalu perlahan dilepasnya benda pusakanya dari tubuh Anandita,setelah itu Gavin membetulkan posisi tidur Anadita agar merasa nyaman,karena Anadita tidak punya tenaga lagi untuk bergerak.


"Tidurlah"ucap Gavin sambil menutupi tubuh mereka berdua yang polos dengan selimut.


"Aku ngantuk"gumam Anandita dengan mata mulai terpejam.


"Hemm"Anandita hanya bergumam sebelum tertidur dalam pelukan Gavin.


******


Anandita membuka mata saat melihat sinar matahari yang silau menembus kaca jendela kamar itu dibalik Gorden.


Sementara Gavin masih terlelap dengan tenang disebelahnya,dengan sebelah tangannya memeluk tubuhnya.


Dengan pelan Anadita memindahkan tangan Gavin agar bisa beringsut duduk dikepala tempat tidur untuk melihat pukul berapa sekarang dari ponselnya yang berada diatas nakas tempat tidur.


Dan saat tau sudah pukul 14.30 Anandita langsung menggoyang tubuh Gavin supaya bangun.


"Vin...Vin..,bangun sekarang cepat mandi!!".


"Apa sih Yank aku masih ngantuk"jawab Gavin dengan mencoba menarik tubuh Anandita untuk kembali tidur,tapi Anandita langsung menolaknya.

__ADS_1


"Hentikan lihat sekarang sudah pukul berapa,kita harus segera bangun,apa nanti kata Ayah sama bik Siti"ucap Anandita gugup.


Gavin melihat keponsel Anandita,ternyata sudah sore,batinnya.


"Nggak papa Yank,namanya juga pengantin baru jadi wajar kalau kita terlambat bangun karena tadi malamkan kita lembur Yank".jawab Gavin dengan santai dan kembali menyelusupkan wajahnya keceruk leher Anandita mencoba merayu sang istri dengan mencoba menyesap leher itu tapi langsung dicegah Anandita.


"Hentikan kita harus mandi sekarang dan langsung pulang,supaya tidak banyak pertanyaan dari bik Siti atau Ayah",omel Anandita,bermaksud turun dari tempat tidur,tapi tangannya langsung dicekal Gavin.


"Apa lagi?"tanya Anandita.


"Kita mandi berdua ya Yank?"ucap Gavin.


Mendengar itu Anandita langsung melotot kearah Gavin dan langsung melepaskan cekalan tangan Gavin dari lengannya dan langsung turun dari ranjang.


Tapi belum sempat Anandita masuk kedalam kamar mandi,Gavin sudah berhasil menyusulnya dan tiba tiba langsung membopong tubuh Anandita masuk kekamar mandi bersamanya.


"Gavin lepas!!"pekik Anandita karena terkejut,tapi Gavin tidak menghiraukan teriakannya dan langsung saja membopongnya sampai dalam kamar mandi lalu memasukkan tubuh Anandita didalam bathup dan mulai mengisi bathup dengan air hangat untuk berendam.


Setelah penuh Gavin menuangkan sabun kedalam bathup supaya muncul busa didalamnya.


Lalu dia ikut masuk kedalam bathup bersama Anandita dan menyuruh Anandita untuk duduk diam didepannya.


"Diamlah Yank aku cuma mau bantu kamu mandi,lalu setelah ini kita pulang",ucap Gavin dengan mulai menggosok tubuh Anandita dari belakang.


"Tapi jangan macam macam"ucap Anandita.


"Nggak janji Yank, karena milikku sekarang mulai keras minta untuk dipuaskan". bisik Gavin ditelinga Anandita.


"Vin.."Saat dirasakannya tangan Gavin mulai bergerak kesana kemari diseluruh bagian tubuhnya yang berada didepannya.


"Sebentar Yank,tanggung bantu melepaskannya"ucap Gavin parau, lalu memutar tubuh Anandita untuk bergerak diatasnya dengan posisi duduk dipahanya.


"Vin..."erang Anandita saat merasakan milik Gavin sudah masuk sempurna didalam dirinya.


"Bergerak Yank"ucap Gavin menyuruh Anandita untuk mengerakkan pinggulnya yang berada diatasnya.


Anandita menuruti Apa yang diucapkan Gavin agar dia bergerak naik turun diatas tubuh Gavin dengan tangan Gavin memegang erat pinggang Anandita ,sehingga milik Gavin bisa menancap sempurna didalam inti tubuhnya yang membuat Anandita kembali menggila merasakan itu.


"Vin..."Anandita kembali mengerang dengan mencengkram erat bahu gavin sebagai pegangan,karena merasa bagian bawahnya mulai berdenyut nikmat.

__ADS_1


"lebih cepat Yank"desis Gavin saat merasa miliknya hampir menyembur keluar dan akhirnya dengan erangan panjang,mereka kembali melakukan pelepasan bersama sore itu.


Setelah itu Gavin lalu mengeluarkan tubuh Anandita dari bathub dan membawanya kebawah shower untuk membilas tubuh mereka dari busa dan dari sisa percintaan mereka.


__ADS_2