
Anandita langsung merebahkan tubuhnya diatas ranjang,baru hari ini dia benar benar marasa sangat lelah ,ingin rasanya langsung tidur,tapi nanti Gavin pasti protes karena Gavin termasuk orang yang sangat menjaga kebersihan.
"An..Mandi dulu sebelum tidur"perintah Gavin karena melihat Anandita yang sudah hampir tertidur.
"Vin..aku ngantuk bisa nggak mandinya besok saja?"tawar Anandita.
"Kalau kau nggak mau mandi sendiri aku nggak masalah membantumu mandi!"
Mendengar apa yang dikatakan Gavin Anandita langsung bangun dan bergegas masuk kedalam kamar mandi.
Karena sudah sangat malam Anandita mandi dengan cepat meskipun dia mandi pakai air hangat dari shower.
Saat mau memakai baju ganti,ternyata dia lupa membawa baju ganti kekamar mandi tadi.
Dengan enggan Anandita menonggolkan kepalannya dipintu kamar mandi,ingin minta tolong Gavin untuk mengambilkannya baju ganti untuknya.
"Vin tolong ambilkan baju ganti dilemari"
"Iya"jawab Gavin cepat saat Anandita meminta tolong padanya.
Gavin mengulurkan baju Anandita dipintu kamar mandi.
"Ini".
Tanpa pikir panjang Anandita langsung mengambil baju pemberian Gavin tapi saat Anandita mau memakainya dia terkejut,ternyata Gavin mengambilkannya baju tidur kurang bahan warna Pink,membuat Anandita jadi jengkel dibuatnya,tapi mau protes juga nggak bisa karena Gavin pasti punya jawabannya.
Dengan perasaan dongkol Anandita memasang baju minimalis itu ketubuhnya,lalu memandang tubuhnya dicermin wastafel.
'Ya ampun ini apa sih yang ditutupi sama bajunya benar benar penuh ventilasi dimana mana,batin Anandita sebal,bisa nggak sih sekali saja otak Gavin itu nggak mesum,gerutunya.
Untung saja Gavin mengambilkan baju untuknya beserta underwearnya kalau tidak,Anandita tidak tau lagi ,rasanya seperti telanjang rasa pakai baju itu mungkin istilahnya.
Setelah selesai memakainya ,Anadita keluar dari kamar mandi dan langsung masuk kedalam selimut tebal karena merasa kedinginan tanpa menengok lagi kearah Gavin.
"An..Kau mau tidur"
"Hemmm".
"An.."
Aku ngantuk Vin,selamat malam".
"Balik sini dong Yank,tidurnya".
"Nggak bisa aku ngantuk juga dingin kalau nggak pakai selimut tebal".
"Hadap sini,aku peluk supaya hangat ya",ucap Gavin dengan menarik tubuh Anandita yang memunggunginya.
"Nggak usah,nanti kamu ***** ***** lagi aku udah ngantuk".
__ADS_1
"Nggak aku janji,cuma meluk aja sekarang".
"Nggak aku lagi marah sama kamu"ucap Anadita akkhirnya tidak bisa lagi menahan rasa dongkolnya.
"Kamu marah lagi?"
"Hemm"
"Kenapa lagi?"
"Gara gara baju ini!"ucap Anadita sambil menunjukan baju yang dipakainya.
Seketika Gavin membelalakkan mata melihat Anadita memakai baju minimalis itu untung saja dia masih memakai underwear dibalik bajunya kalau tidak Gavin pasti bisa melihat seluruh bagian indah ditubuh istrinya.
"Yank kamu cantik pakai baju ini"ucap Gavin bermaksud menyentuh tubuh Anadita, tapi segera dicegah oleh tangan Anandita.
"Jangan sentuh!".
"Kenapa?,kamu cantik sekali pakai ini,aku suka kamu pakai warna pink jadi sangat kontras dikulitmu"ucap Gavin sambil memandang wajah Anandita.
"Kamu sengajakan!"
"Iya,aku sengaja menyuruhmu memakainya malam ini".
"Gavin kamu tega tau nggak sih ini bukan baju tapi ini penadah angin"
"Hah apa An..?"
"Beneran dingin ya,sini kupeluk biar hangat"ucap Gavin lalu menarik tubuh Anandita merapat kearahnya.
"Jangan macam macam"ucap Anandita sambil menyelusupkan tubuhnya menempel erat pada Gavin.
"Nggak janji nanti kalau aku khilaf gimana".
"Aku belum selesai dapat tamu bulanannya"gumam Anandita karena sudah sangat ngantuk.
"Masih lama nggak Yank selesainya?"
"Hemm"Anandita hanya bergumam untuk menjawab Gavin sebelum benar benar tertidur dalam pelukan Gavin.
Melihat Anandita sudah tidur Gavin jadi tidak tega,dirapikannya selimut ketubuh sang istri agar merasa hangat sebelum dia memeluknya dan ikut tidur.
*****
Anandita terbangun saat mendengar bunyi alarm,dia bermaksud langsung bangun,tapi saat dia membuka mata dia melihat Gavin masih tertidur sangat nyenyak dengan posisi kepalanya menempel keleher Anandita sementara satu tangannya menelusup masuk kedalam branya dan menangkup buah dada Anandita.
Melihat posisi tidur Gavin, Anadita berusaha dengan pelan melepaskan tubuhnya,tapi saat Anandita bergeser tangan Gavin yang berada didalam branya meremas gundukan kenyal itu membuat Anandita terkejut dengan kelakuan Gavin.
"Issh!"desis Anandita dengan pelan menarik tangan Gavin dari balik branya.
__ADS_1
Setelah berhasil Anandita langsung turun dari ranjang dan bergegas masuk kedalam kamar mandi.
Saat selesai mandi Anandita melihat Gavin masih juga terlelap,padahal biasanya sebelum Anandita bangun Gavin sudah lebih dulu bangun dan selalu menyiapkan sarapan pagi untuk mereka,jadi pagi ini Anandita ingin gantian membuatkannya sarapan .
Setelah selesai memakai baju Anadita lalu pergi kedapur.
Anandira sedikit bingung mau masak apa pagi ini,karena biasanya selalu Gavin yang menyiapkannya.
Anandita membuka kulkas',banyak sekali bahan bahannya apa yang harus kumasak'gumam Anandita bingung.
Anandita melihat satu persatu bahan bahan makananyang ada disana tapi ternyata dia banyak yang tidak tau apa nama bahan itu dan bagaimana cara memasaknya.
Karena bingung akhirnya Anandita hanya mengeluarkan beberapa butir telur dan roti tawar dari dalam kulkas.
Tapi lagi lagi dia bingung harus dibuat bagaimana dua bahan ini agar enak di makan.
Akhirnya Anandita mencari resep dari dari Youtube diponselnya ,ingin menirunya.
Anandita masih asyik menonton bagaimana cara orang membuat roti bakar dan telur mata sapi,saat tiba tiba Gavin memeluk pinggangnya dari belakang.
"Ngapain sih Yank,pagi pagi?"tanya gavin sambil memeluk pinggang Anandita dari belakang dan menyelusupkan kepalanya keceruk belakang leher Anandita.
"Gavin!, kamu udah bangun"
"Hemm"jawabnya Gavin dengan memasukkan tangannya kedalam kaos longar yang dipakai Anandita.
"Isssh!,Vin lepas tangannya aku sedang sibuk!"
"Sibuk apa sih,mending sibuk sama aku aja"ucap Gavin lalu membalikkan tubuh Anandita untuk menghadap kerahnya.
"Lepas !,aku mau masak!"
Seketika gavin membuka matanya lebar.
"Kau mau masak apa?"tanya Gavin.
"Ini"Anandita menunjukan video yang ditontonnya.
Gavin melihat kearah ponsel Anandita lalu kearah meja dapur,dimana Anandita tadi sudah mengeluarkan telur dan roti dari lemari es.
"Duduklah biar aku buatkan sarapannya".ucap Gavin menyuruh Anandita untuk duduk dikursi.
"Tapi.."Anandita bermaksud protes,tapi segera dihentikan oleh Gavin dengan mengecup bibirnya sekilas.
"Mau lagi?"tanya Gavin saat melihat Anadita hanya diam.
"Nggak sebaiknya aku duduk aja!"jawab Anandita, lalu menyingkir dari hadapan Gavin dan memilih menunggu dikursi.
Anandita menatap Gavin dari kursinya yang dengan cekatan memasak sarapan untuk mereka,membuat Anadita merasa malu karena dia tidak bisa melakukannya.
__ADS_1
"Ini"Gavin meletakkan dua porsi roti bakar telur keatas meja makan dihadapan Anadita.
"Makasih"jawab Anandita singkat.