Terpaksa Menikah Dengan Muridku.

Terpaksa Menikah Dengan Muridku.
95.Dinner Special.


__ADS_3

Gavin mengecup lembut bahu polos Anandita.


"Makasih Ayank"ucapnya dengan memeluk Anandita mesra sementara tangannya membelai perut Anandita dengan lembut.


"Untuk Apa?"tanya Anandita dengan setengah bergumam karena mulai mengantuk akibat gempuran Gavin barusan.


"Untuk semuanya sampai hari ini,aku selalu ingin bilang makasih padamu"bisik Gavin.


"Iya,sama sama"jawab Anandita asal saja.


"Cuma itu Yank?"tanya Gavin sambil membalik tubuh Anandita agar menghadap kearahnya.


"Lalu apa lagi yang mau kamu dengar,sekarang aku lelah dan mengantuk gara gara perbuatanmu barusan seharusnya kamu memberiku makan malam istimewa mumpung kita sedang berada dihotel....",belum selesai Anandita bicara dia sudah lebih dulu terlelap.


Gavin menatap wajah sang istri yang baru saja tertidur itu,disentuhnya bibir Anandita dengan ujung jarinya agar menutup sempurna karena dia tertidur sebelum selesai bicara pada Gavin.


Perlahan Gavin menurunkan tubuhnya agar sejajar dengan perut Anandita,dengan pelan dibelainya perut Anandita yang sudah mulai menonjol itu.


"Beby maaf ya poppy sudah bikin kalian lelah hari ini"ucapnya dengan mengecup lembut perut itu berkali kali hingga membuat Anandita menggeliat karena geli.


"Beby sepertinya mommy terganggu kalau poppy nyium kamu jadi nanti lagi ya, biarkan mommy istirahat tenang siang ini, karena poppy mau ngasih kejutan untuk mommy malam nanti,by Beby I love you son,muach".


Setelah melakukan itu Gavin menyelimuti tubuh Anandita,lalu dia bangkit dari ranjang untuk membersihkan diri dikamar mandi.


Setelah selesai masih dengan memakai batrobe kamar mandi Gavin menghubungi pihak toko langganannya untuk mengantarkan dua pasang pakaian untuknya dan Anandita kehotel X.


Setelah itu dia meminta pihak hotel untuk menyiapkan tempat untuk melakukan Dinner dengan Anandita nanti malam.


Setelah semua persiapan selesai Gavin memutuskan untuk merebahkan lagi tubuhnya disamping Anandita yang masih terlelap.


***


Anandita meregangkan tubuhnya agar merasa lebih rileks.


"Sudah bangun Yank"ucap Gavin.


Anandita langsung membuka matanya mendengar Gavin bertanya padanya,pertama dia sedikit bingung karena terbangun ditempat asing.


"Kita dimana?"tanyanya pada Gavin.


"Kamu lupa bukankah kita tadi pergi kehotel".


Mendengar itu Anadita baru ingat semua.


"Jam berapa sekarang Vin?"tanya Anandita.


"Sudah petang ada apa?"


Anandita menggelengkan"Aku lapar bisa kita pesan makanan?"tanyanya.

__ADS_1


"Cemilan saja ya,karena aku ingin mengajakmu makan malam sebentar lagi",jawab Gavin,lalu menghubungi pelayan untuk mengantarkan cemilan sore kekamar mereka.


"Makan malam,dimana?"


"Di restoran hotel ini",jawab Gavin.


"Tapi Vin,aku nggak bawa baju ganti",ucap Anandita sendu sambil memandang keonggokan bajunya,tapi dia langsung terbelalak karena tumpukan bajunya dan Gavin sudah tidak ada ditempat tadi mereka meletakkan.


Anandita langsung menatap Gavin tajam,Gavin yang melihat Anandita menatap kearahnya seperti itu jadi bingung.


"Ada apa Yank?"tanyanya.


"Kemana baju kita yang ada disini?"tanyanya.


"Kusuruh pelayan untuk membawanya kelaundry hotel,ada apa?".


Mendengar ucapan Gavin Anandita langsung menarik nafas lega,dia sudah khawatir Gavin akan membuang baju mereka tadi seperti sebelumnya membuang sepatu miliknya di Mall.


Tapi dia ingat itu satu satunya baju yang dimilikinya saat ini,lalu bagaimana dia akan pergi makan malam seperti yang dikatakan Gavin tadi.


"Ada apa lagi yank?"tanya Gavin karena melihat wajah Anandita kembali lesu.


"Aku harus memakai apa untuk makan malam nanti",ucapnya sendu.


"Itu Gavin menunjuk pada kotak gaun yang ada diatas meja.


"Itu?"tanyanya.


Gavin mengangguk,ayo mandi sana lalu aku akan mengajakmu keliling hotel sebentar sebelum kita makan malam.


Mendengar ucapan Gavin Anandita langsung bergegas pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri,setelah selesai dia mengambil kotak gaun yang ada diatas meja dan langsung membukanya.


Anandita mengeluarkan gaun berwarna pink lembut dari dalam kotak itu,sebenarnya dia sebal kalau Gavin menyuruhnya untuk memakai warna pink,tapi melihat betapa cantiknya gaun itu rasanya dia tidak sanggup untuk marah.


Anandita lalu mulai memakai Gaun malam itu,tapi saat akan menarik retsleting yang berada dibelakang gaun dia sedikit kesulitan.


"Mau kubantu?"tawar Gavin karena melihat Anandita kesulitan.


Anandita mengangguk dan membiarkan Gavin menarikkan retsleting gaunnya.


"Cantik,kamu cantik sekali yank"ucap Gavin dengan mengecup sekilas belakang leher Anandita.


"Itu karena ini warna pinkkan?"gerutu Anandita.


"Bukan tapi karena kamu memang cantik",ucap Gavin dengan melingkarkan tangannya memeluk Anandita dari belakang.


"Tapi kenapa harus warna pink,apa jangan jangan kamu berharap beby kita nanti perempuan?"tanya Anandita.


Gavin langsung menggeleng"Beby kita nanti laki laki dan mommy tetap akan menjadi wanita tercantik diantara kami".

__ADS_1


"Dari mana kamu tau dia laki laki Vin?"tanya Anandita heran.


"Poppy panggil poppy dong Yank",perintah Gavin.


"Iya Pop..poppy,tapi darimana kamu tau beby kita nanti laki-laki?"tanya Anadita lagi.


"Kami sudah bicara saat mommy tadi tidur".


Mendengar itu tiba tiba Anandita menjadi khawatir dan langsung membalikkan tubuhnya menghadap Gavin.


"Kamu baik baik sajakan,jangan membuatku khawatir Vin?"ucapnya dengan wajah takut.


"Berhenti mengerutkan dahi mommy aku baik baik saja jangan khawatir,sini kubantu kamu memasangkan sepatumu",ucap Gavin dengan menyuruh Anandita duduk diatas ranjang,lalu Gavin berjongkok dan mulai memasangkan sepatu balet warna putih dengan banyak tali yang cantik saat dipakai.


"Sudah"ucapnya dengan memandang kearah Anandita.


"Makasih banyak"jawab Anandita dengan terharu.


"Jangan menagis mommy,ayo".


Gavin menggandeng tangan Anandita keluar dari kamar hotel.


"Kita jalan jalan sebentar kamu mau?"ajak Gavin.


Anandita mengangguk kearah Gavin.


Gavin membawa Anandita berkeliling dihotel berbintang ,yang menyuguhkan pemandangan menghadap pusat kota dari atas gedungnya yang dijadikan sebagai restoran kelas atas dan ada lantai dansa dengan memperlihatkan pemandangan malam pusat kota dari kaca kaca besar di lantai dansa sekaligus restoran itu.


"Mau berdansa?"tawar Gavin pada Anadita saat mendengar suara musik yang mengalun indah dari lantai dansa.


Anandita menggelengkan kepalanya.


"Aku nggak bisa menari Vin",bisiknya karena melihat orang orang mulai turun menari diiringi musik lembut itu.


"Ikuti aku!"perintah Gavin,lalu memeluk pinggang Anandita dan menyuruh Anandita mengikuti langkahnya dengan pelan bergerak sesuai iringan musik yang lembut.


Awalnya Anandita merasa kaku dan malu untuk menari tapi dengan lembut Gavin mengajarinya membuatnya lama lama jadi merasa nyaman.


Mereka berdansa selama satu lagu penuh setelah itu Gavin mengajaknya keluar dari tempat dansa itu.


"Kita nggak makan malam disini?"tanya Anandita.


Gavin menggelengkan kepalanya,


"Kita makan diroftofnya,disana pemandangannya lebih indah kamu pasti suka Yank",ucap Gavin dengan menggandeng tangan Anandita menuju tempat yang dikatakannya itu.



(Ini kira kira visual mereka saat dansa๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š)

__ADS_1


__ADS_2