Terpaksa Menikah Dengan Muridku.

Terpaksa Menikah Dengan Muridku.
110.Larangan Anandita.


__ADS_3

Gavin sudah siap dengan seragam sekolahnya,dia sengaja duduk diranjang untuk menunggu Anandita yang sedang bersiap siap.


"Hari ini kamu masih ujiankan Vin?",tanya Anandita sambil memoleskan lipstik kebibirnya dan apa yang dilakukannya itu tidak lepas dari pandangan Gavin.


"Vin,kamu dengar nggak aku ngomong",tanya Anandita lagi dan membalikkan badannya menghadap Gavin.


"Iya,kenapa?",tanya Gavin dengan berjalan kearah Anandita dan mengambil lipstik dari tangannya membuat Anandita bingung.


"Nggak usah pake lipstik kamu juga udah cantik kok Yank",ucap Gavin dengan meletakkan lipstik itu keatas meja lagi.


"Kamu apa apaan sih,aku harus sedikit berdandan supaya tidak terlihat kusam".


"Nggak usah,gini aja udah cantik ayo berangkat",Gavin membangunkan Anandita dari kursinya dan mengajaknya keluar.


"Kapan kedokter lagi Yank?",tanya Gavin saat mereka sudah berada didalam mobil.


"Rencananya sore ini aku mau kedokter,kenapa?"tanya Anandita menatap kearah Gavin.


"Nggak apa,aku akan mengantarmu setelah itu aku berencana pergi kekafe ada yang akan kubahas dengan Siska nanti".


"Apa!!!,nggak boleh!!!".


"Apanya Yank yang nggak boleh?",tanya Gavin bingung menatap kearah Anandita.


"Kamu nggak boleh keKafe untuk bertemu si Sis..ka itu!",ucap Anandita sewot.


"Kenapa aku cuma mau membahas kerjaan dengannya,kamu juga boleh ikut".


"Nggak,aku nggak mau ikut dan aku juga nggak jadi pergi kedokter kandungannya sore ini",jawab Anandita.


Mendengar itu Gavin jadi bingung dan hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena bagaimana pun dia merayu, Anandita tetap tidak mengijinkannya untuk bertemu dengan Siska padahal ini benar benar penting,dan hanya masalah pekerjaan,tapi sepertinya Anandita tidak perduli keinginannya tetap kekeh menolak Gavin bertemu Siska.


Sampai dikelas Gavin menghempaskan tubuhnya dikursi dengan lelah sepanjang jalan sudah merayu Anandita tapi gagal.


"Kenapa lo kaya orang habis berantem,nggak semangat banget",tegur Aldo.


"Nggak papa,gue mau cerita juga lo nggak akan ngerti karena lo belum kawin",jawab Gavin.


"Itulah makanya pemerintah kita memberikan peraturan menyuruh kita untuk menikah diusia 25 tahun keatas bukan 20 tahun kebawah kaya lo",coba lo nonton film penikahan Dini,pasti lo paham".


"Gue lagi pusing,sekarang ketemu lo tambah pusing,pemikiran lo lebih ribet dari Anandita,sok sokan nyuruh nonton film pernikahan Dini segala emang saat film itu dibikin lo udah lahir".

__ADS_1


"Belum itu film jaman emak emak gue jadi gue dengernya juga dari emak gue".


"Ah sudah ribet ngomong sama lo",Gavin lalu membalikkan badannya menghadap depan.


tapi baru saja dia berbalik Gavin kembali mengajak Aldo bicara.


"Eh Do,kakak ipar lo kan udah pernah Hamil,pernah nggak dia punya keinginan aneh aneh gitu?",tanya Gavin.


"Katanya nggak mau ngomong sama gue ya gue nggak wajib menjawab".


mendengar itu Gavin kembali membalikkan badannya menghadap Aldo.


"Aldo gue serius pernah nggak kakak ipar lo kaya yang gue tanyakan itu?".


"Pernah".


"Serius lo,sekarang coba cerita apa keanehannya itu,misalnya cemburu berlebihan sama seseorang atau mood yang tiba tiba buruk suka marah marah atau..."Gavin menghentikan ucapannya karena melihat Aldo dari tadi hanya mengangguk anggukan kepalanya setiap dia bicara.


"Do lo baik baik aja ,kenapa dari tadi nggangguk ngangguk kaya gitu?".


"Lo kan tanya sama gue dan gue menjawab pertanyaan lo dengan jujur dan serius".


"Aldo kalau lo serius mau menjawab pertanyaan gue dengan tepat dan benar lo gue kasih bonus".


"Serah lo mau bonus apa,gue kasih asal nggak aneh aneh".


"Serius lo?".


Gavin mengangguk dan mengacungkan jarinya membetuk huruf V.


"Oke gue jawab,tapi sebelumnya lo cerita dulu ke gue apa masalah lo".


Mendengar ucapan Aldo Gavin dengan terpaksa menceritakan ke Aldo bagaimana kronologis kejadian yang sebenarnya sampai Anandita ngambek pagi ini.


"Jadi lo punya pegawai baru di Kafe?",tanya Aldo.


"Hemmm,jadi gimana solusinya supaya gue bisa bicara sama Siska tanpa Anandita marah,gue cuma bicara masalah pekerjaan sama dia dan yang mempekerjakan dia juga ayah dengan persetujuan Anandita,masa iya gue harus pecat Siska,cuma gara gara Anandita cemburu".


"Itu bisa juga jadi solusi".


"Gue nggak tega Do,dia butuh pekerjaan itu dan gue butuh dia buat mengurangi beban gue,supaya gue bisa punya waktu lebih banyak buat nemenin Anandita,apalagi lo tau dia sekarang sedang hamil gue semakin nggak bisa hanya fokus keKafe aja,otomatis gue harus lebih banyak menemani dia supaya gue tau gimana kondisi dia dan anak gue,tapi gara gara cemburu dia malah menolak kedokter guekan jadi khawatir,pusing kepala gue".

__ADS_1


"Lo bener bener teman yang tidak patut dicontoh sepertinya".


Mendengar itu Gavin jadi sewot dan langsung menoyor kepala Aldo.


"Apaan sih lo Vin sepertinya yang aneh bukan bini lo aja deh tapi lo juga ,gue ngomong yang sebenarnya tapi lo malah sewot".


"Lo ngomongnya nyelekit tau".


"Nggak ada lo aja yang lagi sensi karena lagi di ambekin bini lo sekarang,gue bilang lo bukan teman yang patut dicontoh itukan benar".


"Apanya yang benar!".


"Pernikahan dini lo ini, nggak sanggup kalau gue jadi lo,makanya gue nggak mau niru nikah cepet kaya lo gue mau mengikuti anjuran pemerintah aja, menikah usia diatas 25 tahun".


Mendengar itu Gavin diam tidak membahasnya lagi dan memilih membalikan badannya bersiap siap untuk mengerjakan ujian.


"Vin lo sudah curhatnya?",bisik Aldo dibelakang punggung Gavin.


"Udah lo nggak bisa ngasih solusi buat gue juga bisanya malah bikin kepala gue tambah mumet".


"Lalu lo mau minta solusi sama siapa?",tanya Aldo penasaran.


"Bukan urusan lo dan yang pasti nggak sama jenis orang kaya lo".jawab Gavin lalu diam karena guru pengawas sudah datang.


Setelah selesai mengerjakan ujian Gavin langsung bermaksud pulang,jadi dia menghubungi Anandita dan memintanya segera keluar.


Setelah menunggu beberapa saat akhirnya Anandita datang masih dengan muka cemberut seperti tadi pagi,meskipun Gavin sudah berusaha tersenyum manis padanya tapi sepertinya dia tetap buruk moodnya hari ini.


"Yank berhenti dong cemberutnya,aku ngalah deh hari ini batal ketemu sama Siska tapi nemenin kamu kedokter aja gimana?".


"Lalu besok?".


"Iya besok aja atau lusa aku ketemu Siskanya membahas masalah pekerjaan".


Mendengar itu Anandita kembali cemberut.


"Kenapa Yank aku kan sudah jelaskan aku ketemu Siska cuma untuk urusan kerjaan nggak mungkinkan aku menyerahkan terus semua masalah Kafe sama mereka toh aku juga nggak tiap hari keKafenya cuma kadang kadang aja itupun kamu boleh ikut".


"Bukan masalah itu".


"Lalu?""Aku nggak suka kamu dekat sama Siska seperti kemaren,apalagi sepertinya dia sengaja nempel nempel kekamu,apa dia merasa lebih cantik dari aku karena sekarang aku lebih gendut".

__ADS_1


Mendengar itu Gavin hanya diam karena benar benar tidak paham dengan pemikiran Anandita kali ini.


__ADS_2