Terpaksa Menikah Dengan Muridku.

Terpaksa Menikah Dengan Muridku.
73.Bima lagi.


__ADS_3

Anandita sedang menikmati makan siang dikantin sekolah bersama bu Margareta,saat tiba tiba Bima datang dan langsung duduk disampingnya membuat Anandita terpaksa harus memberi jarak duduk mereka.


"Hay"sapa Bima.


Anandita hanya membalasnya dengan tersenyum kecil padanya.


"Anda pak Bima kan guru baru yang sedang naik daun itu?"tanya bu Margareta.


"Iya,maaf saya belum kenal dengan semua guru disini maklum saya baru disini".


"Anda baru saja disini tapi dimana mana semua orang membicarakan anda,terutama para murid perempuan dan guru wanita yang masih singgle".


"Benarkah,saya tidak tau kalau saya sepopuler itu",jawab Bima dengan tersenyum pada bu Margareta.


"Anda sudah kenal dengan bu Dita?"tanya bu Margareta penasaran.


"Iya,kami dulu teman satu sekolah waktu SMA".


"Oo,pantas,tapi cuma temankan bukan mantan terindah?!"tanya bu Margareta.


Anandita langsung terbatuk mendengarnya dia tidak menyangka bu Margareta akan bicara seperti itu.


"Sayangnya bukan",jawab Bima dengan menatap kearah Anandita.


"Kalau bukan,jangan bilang anda sekarang sedang berusaha mendekati bu Dita karena itu juga sudah terlambat".


"Saya tau,tapi berharap tidak ada salahnya kan?!".


"Sebaiknya jangan karena bu Dita sudah punya tunangan pak Bima anda cari saja yang lain".


Seketika Bima menatap Anandita tajam.


"Tunangan bukannya kamu bilang sudah..".


"Aku sudah selesai silahkan kalian lanjutkan. ngobrolnya",ucap Anandita dengan beranjak dari kursi kantin dan langsung berjalan pergi meninggalkkan mereka berdua.


Tapi baru beberapa langkah dia berjalan keluar dari kantin Bima menyusulnya dan langsung menarik tangannya membawanya kepinggir tempat yang agak sepi.


"Lepas!!"Anandita langsung menyentak tangannya untuk lepas.

__ADS_1


"Kamu harus menjelaskan ini padaku!"ucap Bima.


"Yang mana?"tanya Anandita dengan menatap kearah Bima.


"Soal ucapan bu Margareta tadi,bukankah waktu diBandara kamu mengenalkan bocah kecil itu sebagai suamimu!"


"Maaf Bima sepertinya sifatku selama ini masih kurang jelas padamu,kamu bukan siapa siapaku,jadi aku tidak punya hak untuk menjelaskan kehidupan pribadiku padamu,ingat kita hanya teman sekolah yang kebetulan bertemu lagi,sebagai rekan kerja jadi tolong jangan melewati batasmu!"ucap Anandita dengan menatap tajam kearah Bima.


"Tapi aku menyukaimu Dita,sudah sejak SMA aku menyukaimu,tapi karena saat itu kamu terlalu cuek jadi aku tidak berani mengungkapkannya,sekarang setelah lulus kuliah dan kembali ke kota ini aku bermaksud mencarimu dan akan mengungkapkan perasaanku,kamu tidak tau bagaimana senangnya aku saat bertemu denganmu tapi belum sampai lama, kamu sudah mematahkan hatiku dengan mengatakan bocah kecil itu sebagai suamimu,tapi aku tetap berharap semoga itu tidak benar sampai hari ini,saat aku mendengar buMargareta bilang kamu sudah bertunangan,aku yakin kamu bohongkan soal pernikahanmu waktu itu".


"Tidak,aku sudah menikah,dan tolong berhenti menyebut suamiku sebagai bocah kecil,mungkin dia seperti anak kecil dimatamu dan dimata semua orang tapi dia suami yang aku cintai".Ucap Anandita dengan pandangan tajam kearah Bima.


"Tapi itu tidak mungkin Dita aku masih tidak percaya?!"ucap Bima.


"Maaf Bima,sepertinya mulai sekarang kita tidak perlu lagi berteman,aku tidak mau kamu kembali mensalah artikan hubungan pertemanan kita,jadi tolong jangan mendekatiku dengan alasan apapun".


"Tunggu Dita!"


Tapi Anandita tidak mau lagi mendengarkan panggilan Bima dia langsung berjalan pergi meninggalkan Bima disana sendiri.


"Brengsek!!"umpat Bima dengan kesal menatap kepergian Anandita.


"Berani sekali dia mengabaikanku,belum tau dia siapa aku sebenarnya!",maki Bima sebelum pergi dari tempat itu.


Baru saja dia bermaksud untuk mencari ponselnya untuk mengecek laman media sosial Bima,dia penasaran selama dari pertemuan pertama mereka sampai sekarang dia tidak perduli, tapi saat mendengar apa yang diucapkan Bima tadi sepertinya dia harus memeriksa tentang Bima,tapi belum sempat dia melakukannnya tiba tiba pintu kantornya diketuk dari luar.


"Tok..tok"


"Bu Dita,boleh saya masuk?"buMargaret muncul dari luar.


"Masuk bu Margaret ada apa?"tanya Anandita sambil mempersilakan bu Margaret duduk.


"Saya tadi tidak salah bicarakan waktu diKantin?",tanyanya terdengar khawatir.


"Tidak,kenapa?"tanya Anandita.


"Tapi kenapa bu Dita langsung pergi saat saya mengatakan anda sudah bertunangan didepan pak Bima,lalu pak Bima juga tiba tiba pergi menyusul ibu,apa kalian ada masalah?".


"Maaf bu Margareta atas sikap saya tadi,tapi saya sangat tidak suka kalau masalah pribadi saya dibicarakan,dan lagi saya dan pak Bima hanya kenalan saja tidak lebih,saya hanya merasa tidak nyaman dengan sikapnya yang terlalu sok akrab pada saya,sedang anda tau saya sudah bukan singgle".

__ADS_1


"Saya mengerti kalau begitu saya tidak akan melakukan itu lagi didepan pak Bima".


"Terimakasih bu Margareta".


Setelah itu bu Margareta keluar dari ruangan Anandita.


Anandita menghela nafas dengan berat,diambilnya kembali ponselnya dari dalam tas kerjanya,lalu dia mencoba melihat media sosial milik Bima,disana banyak sekali foto foto saat dia dari masih sekolah sampai selama kuliah diluar negeri.


Sebenarnya saat bertemu dengan Bima waktu diBandara Anandita sudah lupa bahkan merasa tidak kenal dengan sosoknya,sekarang saat melihat fotonya waktu dia masih pakai seragam sekolah ,Anandita baru ingat ternyata Bima itu termasuk dalam kumpulan anak anak orang berkelas waktu itu yang memandang murid seperti Anandita hanya sebelah mata.


Pantas saja dia tadi bisa menganggap bahwa Gavin hanya seorang bocah,batin Anandita dengan sebal.


***


Sementara itu dikelas Gavin,Aldo yang baru kembali dari kantin langsung menghampiri Gavin dengan tergesa gesa.


"Vin!,Gavin!!"


Gavin hanya mengangkat kepalanya tanpa menjawab panggilan Aldo.


"Kamu harus dengar ini!",ucap Aldo dengan semangat berapi api.


"Hemm"


"Kamu tau aku tadi dari mana?"tanya Aldo.


Gavin hanya menggeleng sambil menatap Aldo heran.


"Aku dari kantin dan blaa...."Aldo menceritakan apa yang dilihatnya sebelum masuk kantin saat Bima menarik tangan Anandita dan membawanya ketempat sepi.


"Kamu yakin?!" tanya Gavin menatap Aldo tajam.


"Iya,tapi tenang saja tidak lama istri lo sudah balik dari sana dengan tidak kurang suatu apapun"ucap Aldo dengan ngeri melihat tatapan Gavin kearahnya.


"Sekarang dimana siBima itu!?"tanya Gavin pada Aldo.


"Sudah kembali ,jangan bilang lo mau nyamperin dia dan bikin perhitungan sama dia",tanya Aldo khawatir.


"Tergantung apa yang dia lakukan sama Anandita",ucap Gavin.

__ADS_1


"Tapi istri lo balik dalam keadan baik baik aj kok,gue lihat sendiri",terang Aldo,karena dia tau Gavin tidak akan diam saja kalau ada yang berani menyakiti orang yang disayanginya.


"Lo,pikir luka itu hanya di fisik doang, ada luka yang tidak terlihat dan berdarah tapi itu lebih sakit,dan gue tidak akan membiarkan dia berani melakukan itu pada Anandita!",ucap Gavin.


__ADS_2