
Seperti biasa setiap pagi Cinta bangun dan langsung merawat Cello sambil bersiap mau berangkat kekampus,tapi pagi ini ada yang beda.
Cinta bangun lebih pagi dari biasanya sebelum Cello bangun dan langsung kedapur untuk membuat sarapan,terutama sarapan untuk Bagaskara dia ingin khusus memasaknya sendiri.
"Pagi non Cinta",sapa pembantu dirumah itu"Pagi bik apa bibik sudah selesai membuat sarapannya?",tanya Cinta pada pembantu itu.
"Belum non,biasanya sarapan kan jam tujuh pagi,ini baru setengah enam pagi saya baru mau mencuci sayur yang akan dimasak".
"Biar saya bantu",ucap Cinta sambil mengambil sayur yang berada dimeja dan langsung mencucinya.
"Emang tuan muda Cello belum bangun non?",tanya pembantu itu.
"Belum dan saya juga sengaja bangun lebih pagi untuk membantu bibik memasak".
"Wah non Cinta benar benar rajin,nanti kalau sudah menikah pasti suaminya sayang sekali sama non karena selain cantik non Cinta juga pintar mengurus suami dan anak".
Cinta hanya tersenyum mendengar apa yang diucapkan pembantu itu,karena meskipun pembantu wanita itu bekerja dirumah itu tapi dia bekerja hanya sampai siang saja setelah pekerjaannya selesai dia pulang kerumahnya,karena itu dia tidak tau kalau Cinta dan Bagaskara sebenarnya sudah menikah dan Cinta juga tidak ingin mengatakannya sekarang pada semua orang sebelum Bagaskara mau mengakuinya sebagai istrinya.
Sekitar sejam kemudian Cinta dan pembantu rumah selesai menyiapkan sarapan dan langsung meletakkannya diatas meja makan.
"Saya kekamar dulu untuk memeriksa Cello",ucap Cinta sambil berlalu meninggalkan pembantu rumah menuju kekamarnya dan Cello.
sampai didalam kamar dia agak terkejut melihat Bagaskara sedang membantu Cello memakai bajunya setelah selesai memandikannya.
"Cello sudah bangun dari tadi mas?",tanya Cinta.
"Iya".
"Kenapa mas nggak manggil aku kan ini tugasku",ucap Cinta sambil mendekat bermaksud menggantikan Bagaskara memasangkan baju untuk Cello.
"Nggak papa kulihat kamu tadi sedang sibuk didapur karena itu aku memeriksa Cello dan saat melihatnya sudah bangun aku langsung memandikannya karena kamu pasti kerepotan nanti".
"Enggak kok aku tadi cuma membantu bibik membuat sarapan untuk mas sama Cello".
Mendengar itu Bagaskara langsung menoleh kearah Cinta.
"Kamu nggak usah repot repot kan sudah ada bibik yang melakukannya".
"Iya memang tapi aku kan juga ingin melakukannya",jawab Cinta.
"Kamu nanti kelelahan".
__ADS_1
Cinta menggeleng,"Aku senang kok apalagi kalau masak buat suami sendiri".
Bagaskara diam mendengar itu.
"Mandilah aku akan mengajak Cello keruang makan"ucap Bagaskara sambil menggendeng Cello keluar dari dalam kamar.
Sebelum Cello dan Bagaskara benar benar keluar,Cinta berteriak dari pintu kamar mandi.
"Mas sarapannya tunggu aku ya biar aku aja yang melayani".Cinta pikir Bagaskara tidak menyahut tetapi ternyata dia menyahut apa yang dikatakan Cinta meskipun singkat.
"Iya".
Cinta yang mendengar itu bergegas masuk kekamar mandi saat sampai didalam dia senyum senyum sendiri sambil mengguyur tubuhnya dibawah shower.
'akhirnya bisa selangkah lagi lebih dekat denganmu mas sebentar lagi pasti kamu bisa menerimaku',gumam Cinta dengan bergegas mandi karena Cello dan Bagaskara sudah menunggunya diruang makan untuk sarapan.
Sekitar lima belas menit Cinta selesai bersiap siap dia segera keluar menuju ruang makan.
"Oma mau mamam lapal" ucap Cello ketika Cinta keluar dari dalam kamar.
Cinta menatap Bagaskara yang hanya diam mendengar apa yang dikatakan Cello.
"Sebentar ya oma ambilkan oppa makan dulu baru menyuapi Cello".
Cinta mengambilkan makan untuk Bagaskara.
"Cukup segitu saja",ucap Bagaskara.
"Mas diet?",tanya Cinta karena porsi yang Cinta ambilkan baru separo dari porsi biasanya.
Bagaskara menggeleng,"Cuma pagi ini aku ada janji sarapan dengan klienku dari luar negeri untuk membahas kerjasama".
"Sepagi ini",ucap Cinta.
"Hemm,karena setelah itu dia harus langsung kembali".
"Ooo",jawab Cinta dengan nada sedikit tidak percaya.
Bagaskara menatap kearah Cinta karena mendengar nada suara Cinta yang seolah tidak percaya kepadanya.
"Klienku laki laki dan dia harus segera kembali keluar negeri pagi ini juga karena istrinya akan segera melahirkan,karena itu dia memajukan janji pertemuan kami",terang Bagaskara.
__ADS_1
Cinta diam tidak menaggapi ucapan Bagaskara karena dia sedikit malu telah salah sangka barusan.
"Kamu marah?",tanya Bagaskara tiba tiba membuat Cinta langsung menggeleng.
"Lalu kenapa diam".
"Nggak papa,hanya tadi sedikit merasa aneh karena ada klien yang mengajak bertemu saat sarapan".
"Jadi pengusaha itu sulit kami hanya punya sedikit waktu untuk keluarga,kalau pasangan kita mengerti itu sebuah berkah tapi kalau tidak mengerti itu akan jadi petaka,kami sukses dimata orang tapi kadang gagal dimata keluarga sendiri, itu seperti dua sisi mata uang yang bersebelahan tapi tidak bisa berdampingan".
Cinta diam mendengar apa yang dikatakan Bagaskara.
"Karena itu meskipun aku seorang pengusaha senior aku tidak ingin egois untuk memaksakan waktu pertemuan kami,aku ingin mencoba mengerti para pengusaha muda yang ingin sukses juga tetap ingin punya banyak waktu dengan keluarganya mereka berhak untuk itu".
"Aku akan mencoba mengerti kondisi mas yang sibuk",ucap Cinta.
Bagaskara tidak menyahut hanya menatap Cinta dengan ekspresi sulit dikatakan.
"Selesaikan makanmu lalu ayo kita berangkat bareng''.
Cinta mengangguk dia segera menyelesaikan sarapannya dan Cello,lalu mengajak Cello keluar menuju mobil mereka.
Sampai dikampus sebelum turun dia mencium tangan Bagaskara seperti biasanya.
Sekarang Bagaskara tidak menolak saat Cinta melakukan itu.
"Aku kuliah dulu mas" pamit Cinta Bagaskara mengangguk.
"Cello akan bersama Willy karena nanti aku akan bekerja sampai malam tidak tau jam berapa pulangnya bisa juga aku yidak pulang malam ini,jadi tidak perlu menungguku nanti malam".
Mendengar pesan Bagaskara Cinta mengangguk"Aku mengerti kok",ucap Cinta lalu berlalu meninggalkan mobil Bagaskara.
Bagaskara menatap kepergian Cinta setelah Cinta tidak terlihat baru Bagaskara menyuruh Willy melajukan mobilnya meninggalkan kampus.
Didalam mobil Bagaskara berbicara pada Willy.
"Willy ingatkan Cinta lagi nanti agar jangan menungguku pulang karena aku khawatir malam ini benar benar tidak bisa pulang".
"Baik tuan,kenapa tuan tidak menghubungi Cinta saja nanti,untuk memberitaunya bahwa anda sibuk".
"Aku takut lupa jadi aku menyuruhmu mengatakannya lagi mungkin dalam minggu ini aku benar benar sibuk, kau awasi mereka berdua baik baik,setelah pertemuan pagi ini aku akan membawa mobil sendiri saja biar mobil ini untuk mengantar Cinta dan Cello kalau ingin pergi kemana mana".
__ADS_1
"Iya tuan".
"Jangan cuma iya iya tapi lakukan yang betul apa yang aku perintahkan,karena aku sebenarnya sangat khawatir meninggalkan mereka berdua".