Terpaksa Menikah Dengan Muridku.

Terpaksa Menikah Dengan Muridku.
141.Perasaan Yang Ingin Ditolak.


__ADS_3

Selama sisa hari itu mereka berdua membawa Cello untuk berkeliling Mall mengajaknya bermain diplayground seperti permintaan Cello pagi tadi.


Meskipun usia Bagaskara sudah tidak muda lagi tapi kegagahannya tidak kalah dengan yang muda, bahkan saat berada diplayground Para ibu yang juga menemani anak mereka bermain diplayground tidak lepas menatap kearah Bagaskara dan Cello membuat Cinta sedikit iri dengan hal itu.


Berkali kali dilihatnya para ibu itu tampak membidikkan kamera ponsel mereka untuk merekam dan memotret apa yang dilakukan oleh Bagaskara dan Cello.


Cinta yang melihat itu ingin segera mengajak mereka menjauh tapi tidak berani,jadi dia hanya bisa diam dengan wajah cemberut.


Setelah puas bermain diarena playground barulah Cello mau diajak pergi dari sana dengan iming imingan dibelikan eskrim seperti keinginanya.


Bagaskara mengajak mereka untuk makan ditempat yang menyediakan menu untuk anak anak juga.


"Cello mau yang ada boneka dinosaulus pinknya",pinta Cello saat Bagaskara menggendongnya dimeja counter untuk memilih menu".


Pelayan yang melayani mereka tertawa mendengar itu.


"kalau begitu bunda sama ayahnya juga pesan menu yang sama tanya petugas itu sambil menatap kearah Cinta dan Bagaskara secara bergantian.


Cinta yang mendengar apa yang dikatakan pelayan itu wajahnya langsung memerah karena malu.


Tapi Bagaskara terlihat cuek dan memesan menu untuk orang dewasa dua porsi.


Setelah itu mereka duduk satu meja layaknya keluarga,berpasang pasang mata menatap kearah mereka membuat Cinta berkali kali harus menunduk karena merasa malu orang orang memperhatikan mereka.


Setelah puas mengajak Cello bermain selama setengah hari Bagaskara mengajak mereka pulang.


Karena kelelahan saat sampai dirumah tak lama Cello langsung tertidur setelah Cinta membantunya mandi dan memasangkan piyama tidur untuknya.


"Oma mau minun cucu,mau bobo",pinta Cello.


mendengar itu Cinta langsung membuatkan susu formula untuk Cello dan menepuknya sebentar agar cepat tertidur.


Setelah Cello tertidur Cinta segera membersihkan diri dan setelah itu bermaksud untuk mengerjakan tugas kuliahnya sebelum tidur.


Saat Cinta selesai mengerjakan tugas kuliahnya,hari sudah cukup malam dia bermaksud tidur tapi dia tidak bisa juga tertidur karena perutnya merasa lapar.

__ADS_1


Dengan perlahan Cinta keluar dari dalam kamar bermaksud mencari sesuatu yang bisa dimakan didapur.


Sebelum menuju Dapur Cinta menoleh kearah kamar tidur Bagaskara yang terlihat sudah sepi,mungkin dia sudah tidur batin Cinta lalu segera kedapur.


Saat Cinta sedang memeriksa kulkas tiba tiba dia terkejut mendengar suara orang menegurnya dari belakang.


"Apa yang sedang kamu cari?".


"Duk!!,auw..,tu..tuan..sedang apa anda disini?",tanya balik Cinta dengan meringis karena kepalanya cukup keras terbentur ujung kulkas.


Melihat Cinta meringis kesakitan Bagaskara berjalan mendekatinya tapi cinta secara reflek langsung mundur sampai punggungnya membentur ujung kabinet dapur.


"Aku hanya ingin melihat bagaimana dahimu yang terbentur",ucap Bagaskara karena melihat gerakan Cinta yang mundur menghindarinya.


"Ti..tidak..apa..apa..hanya...sakit sedikit",jawab Cinta dengan menyentuh dahinya dengan ujung jari, tapi kembali dia meringis karena merasa nyeri dibagian yang disentuhnya.


Melihat itu Bagaskara segera melepaskan tangan Cinta dari dahinya dan menyibak dahi yang tertutup rambut itu.


Dilihatnya ada lebam kemerahan dibagian itu Bagaskara segera mengambil es batu dari kulkas dan segera mengompres dahi Cinta yang lebam.


"Apa kamu takut padaku?",tanya Bagaskara pada Cinta tiba tiba.


Mendengar pertanyaan itu Cinta langsung menggeleng.


"Benarkah tapi kurasa kamu takut padaku".


"Ti..tidak..saya..tidak takut pada anda".


"Lalu kenapa kamu selalu menunduk saat pandangan kita bertemu".


"I..itu..karena..anda.membuat saya...gugup",jawab Cinta sambil menundukan wajahnya lagi dihadapan Bagaskara.


Melihat Cinta menunduk secara reflek Bagaskara mengangkat dagu Cinta agar menatap kearahnya.


"Tatap aku saat bicara",ucap Bagaskara pada Cinta.

__ADS_1


Mendengar perintah itu Cinta langsung menatap Bagaskara.


Tatapan mereka tepat bertemu,Cinta merasa seolah pandangan tajam Bagaskara membuat perasaannya sangat berdebar debar.


"Aku tidak tau apa yang aku rasakan tapi saat berada didekatmu aku merasa seolah kau seperti magnet yang menarikku untuk melakukan sesuatu yang seharusnya tidak aku lakukan".


"A..apa...i..itu..tuan",tanya Cinta yang langsung menyesali apa yang baru ditanyakannya itu.


"Ini...",tiba tiba saja Bagaskara langsung mencium bibir Cinta membuat Cinta reflek menekankan kedua tangannya ditepi kabinet dapur sebagai tumpuan.


Lama Bagaskara melakukan hal itu, dia baru berhenti saat merasakan Cinta hampir kehabisan nafas karena apa yang dilakukannya.


Bagaskara membantu Cinta kembali berdiri tegak setelah apa yang dilakukannya barusan.


Cinta hanya diam sambil mengatur nafasnya yang terengah engah akibat ciuman Bagaskara.


"Sebaiknya kamu kembali kekamar sekarang",ucap Bagaskara sambil meninggalkan Cinta yang masih tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi diantara mereka barusan.


Dengan langkah lunglai Cinta berjalan meninggalkan dapur,niatnya yang akan mencari makanan untuk mengganjal perut hilang sudah setelah kejadian yang baru saja dialaminya bersama Bagaskara didapur tadi.


Sampai dikamar Cinta merebahkan tubuhnya diatas ranjang dia bingung dan masih tidak percaya bahwa Bagaskara baru saja menciumnya dengan begitu ganas tapi setelah itu meninggalkannya tanpa sepatah katapun.


Cinta bingung apa yang harus dilakukannya saat ini dia mencoba memejamkan matanya tapi gagal.


Itu ciuman pertamanya dan sudah dicuri oleh orang yang telah menikahinya,sebenarnya tidak ada yang salah tapi...Ah",Cinta membalikkan tubuhnya karena kesal dari tadi tidak bisa tidur,malah teringat bagaimana saat bibir Bagaskara menempel dibibirnya,menyesap pelan bagian atas dan bawah bibirnya secara bergantian lalu lidahnya mulai menggoda bibirnya agar mau terbuka lalu...Ah.kenapa dia yang jadi membuka bibirnya sendiri seolah saat ini bibir Bagaskara masih menempel disana.


Sementara itu Bagaskara yang berada dikamarnya berkali kali mengusap wajahnya dengan kedua tangannya untuk menghilangkan bayangan saat dia mencium Cinta barusan.


"Ini gila aku pasti sudah gila apa yang kulakukan mencium seorang gadis yang lebih muda dari anakku sendiri,oh Tuhan...",batin Bagaskara,dan yang lebih memalukan lagi dia pergi begitu saja setelah melakukannya.


Mengingat itu Bagaskara kembali menghela nafas dan mengusap wajahnya dengan telapak tangannya.


Pasti ada yang salah pada dirinya batin Bagaskara,selama ini dia baik baik saja melihat dan berkumpul bersama wanita secantik dan semenarik apapun mereka,tapi dengan Cinta kenapa dia selalu merasa perasaan yang tidak normal.


Dia sudah berusaha menghindari Cinta selama ini ,tapi kenapa malam ini...'Oh Tuhan,apa besok dia perlu pergi ke psikiater karena sudah mencium anak dibawah umur,' batin Bagaskara dengan menarik rambutnya sebal.

__ADS_1


__ADS_2