
Bagaskara menatap wajah gadis yang tidak lebih satu jam lalu dinikahinya itu.
Dicengkramnya dagu gadis itu agar menghadap kearahnya.
"Maaf tuan saya janji tidak akan melakukannya lagi,tapi tolong lepaskan saya sekarang,"mohon gadis itu.
"Kamu tau apa yang kamu lakukan itu salahkan!",tekan Bagaskara.
Cinta hanya mengangguk dengan ekspresi takut menatap Bagaskara.
"Lalu kenapa kamu lakukan!"bentak Bagaskara marah.
"I..itu s..saya...h..hanya ...i..iseng..",jawab Cinta dengan tertunduk takut.
"Tatap wajahku!,beraninya kamu menguntit Gurumu dan anakku sebagai sebuah keisengan!!"
Cinta menatap Bagaskara takut dapat dilihatnya laki laki didepannya ini sangat marah padanya.
"A..ampun...t..tuan...s..saya...t..tidak ..b..berani..l..lagi",jawab Cinta semakin takut dengan apa yang akan dilakukan oleh laki-laki dewasa ini padanya.
"Kamu takut?"tanya Bagaskara dengan menatap Cinta.
Cinta hanya bisa mengangguk lalu menggeleng saking takutnya.
"Lalu kenapa kamu berani melakukannya tanpa memikirkan akibat yang akan kamu dapatkan,apa anak anak seperti kalian tidak pernah berpikir dua kali sebelum melakukan hal buruk pada orang lain,jawab!!"bentak Bagaskara dengan mencengkram keras rahang Cinta membuatnya meringis kesakitan dan ketakutan.
Melihat itu Bagaskara sedikit melonggarkan cengkramannya bagaimana pun yang dihadapinya saat ini hanya seorang gadis kecil nakal.
"I..iya..m..maaf..t..tuan.s..saya..s..salah",jawab Cinta.
Bagaskara menatap tajam pada Cinta.
"Apa kamu pernah berpikir bagaimana kalau kamu juga mengalami hal itu,?"tanya Bagaskara.
Cinta menggelengkan kepalanya.
"Mau mencobanya ?".
Cinta kembali menggeleng.
"Lihat ini!",Bagaskara memperlihatkan foto pernikahan mereka pada Cinta.
"Bagaimana kalau fotomu ini dipajang dimading sekolah apakah kamu masih akan bisa bersekolah lagi?".
Cinta langsung menggeleng dan mencekal tangan Bagaskara.
"Jangan tuan jangan lakukan itu,saya masih ingin sekolah saya sudah tidak punya siapa siapa lagi saya hanya anak panti asuhan jadi tolong jangan tuan sebarkan foto itu,nanti masa depan saya hancur",tangis Cinta.
__ADS_1
Melihat itu hati Bagaskara sedikit tersentuh tapi saat mengingat apa yang bisa, terjadi pada Anandita dan Gavin karena kenakalan gadis ini Bagaskara pura pura tidak perduli.
"Kalau kamu tau apa akibatnya mengusik keluarga Bagaskara seharusnya kamu berpikir sebelum melakukannya bukan?".
Cinta mengangguk tapi lalu menggeleng saking takutnya.
Melihat itu Bagaskara mengerutkan keningnya sepertinya kali ini dia sedikit keterlaluan melakukannya,batinnya .
"Kamu tau Gavin putraku bukan?"tanyanya pada Cinta.
Cinta kembali menggeleng kemudian mengangguk lagi.
"Berhenti melakukan itu jawab dengan mulutmu!",bentak Bagaskara.
"S..saya ..t..tidak..t..tau...tuan...tapi..saya...penasaran..jadi.. saya menyelidikinya"jawab Cinta dengan tertunduk.
"Apakah seperti itu?".
Cinta mengangguk.
"Apa tidak ada yang menyuruhmu?"tanya Bagaskara tajam menatap Cinta.
Cinta menggeleng lalu mengangguk.
"Jawab Yang jelas!"
"kamu sering melakukan itu?"tanya Bagaskara setengah kasihan.
Cinta mengangguk,"saya hanya seorang yatim piatu yang dapat beasiswa hingga bisa sekolah disekolah bagus seperti milik tuan",jawab Cinta dengan menunduk.
"Lalu apa maumu sekarang ?"tanya Bagaskara saat mendengar apa yang dikatakan Cinta dia ingat apa yang dikatakan Anandita bahwa penguntitnya hanya seorang gadis biasa.
"Tolong lepaskan saya tuan saya janji tidak akan berani melakukannya lagi",mohon Cinta dengan memegang tangan Bagaskara.
"Apa kamu pikir aku percaya dengan apa yang kamu katakan?".
"Saya pasti akan menepatinya, saya janji".
"Tapi bukankah kamu bilang kamu mendapatkan uang dari apa yang kamu lakukan itu,jadi bagaimana aku bisa percaya,apakah aku harus menyebarkan foto pernikahan kita ini supaya kamu menepati janjimu?"
"Jangan!!,jangan tuan saya pasti akan menepati janji saya, tapi tolong jangan lakukan itu,saya masih ingin sekolah!".
"Apa setelah kamu melakukan hal ini kamu pikir kamu masih bisa bersekolah disekolah milikku!",gertak Bagaskara.
Mendengar itu Cinta hanya diam dengan menundukan wajahnya tidak tau lagi apa yang harus dilakukannya dia sudah bisa membayangkan masa depan yang kelam menantinya besok.
"Maaf,"ucapnya lirih karena tidak tau lagi apa yang harus dikatakannya.
__ADS_1
"Baiklah karena aku masih punya hati nurani sebagai orang tua disini maka aku akan memaafkanmu kali ini".
Mendengar itu Cinta langsung mendongakkan kepala dan menatap Bagaskara dengan senang.
"Tapi bukan berarti aku akan melepaskanmu".
"Maksud tuan?".
"Aku akan mengijinkanmu tatap sekolah bahkan aku akan membiayai sekolahmu sampai kamu selesai kuliah tapi dengan syarat".
"Apa pun syaratnya saya akan setuju asal saya masih bisa sekolah bahkan saya bisa kuliah saya akan menuruti semua keinginan tuan".
"Baik,aku tidak ingin apapun dan tidak tertarik apapun yang ada padamu,aku hanya ingin kamu jangan pernah lagi muncul dihadapanku dan keluargaku selamanya,paham!".
Cinta langsung mengangguk mendengar itu.
"Kalau kamu berani muncul apalagi dalam waktu dekat ini aku benar benar akan menghancurkan hidup dan masa depanmu mengerti!!".
Cinta kembali menganggukan kepalanya.
"Baiklah karena kamu sudah mengerti aku akan menyuruh Willy mengurus semuanya mulai besok kamu akan dipindahkan kesekolah lain,dan mulai besok sampai kamu lulus kuliah aku akan membiayai hidupmu,tapi dengan syarat kamu harus tetap berada dibawah pengawasan Willy dan juga jangan pernah muncul lagi dihadapanku,ingat itu!"
Cinta kembali mengangguk.
"Tuan terimakasih dan maaf dengan apa yang sudah saya lakukan",ucap Cinta dengan menyentuh tangan Bagaskara,tapi langsung ditepis oleh Bagaskara.
"Aku melakukan ini karena aku tidak ingin ada yang mengganggu keluargaku bagiku orang seperti kalian bukan apa apa,"ucapnya lalu berlalu meninggalkan Cinta terpaku sendiri didalam kamar.
Setelah Bagaskara keluar Willy masuk kedalam kamar.
"Apa kamu baik baik saja?"tanyanya khawatir pada Cinta.
Mendengar nada khawatir dari Willy Cinta langsung mengangguk.
"Aku tidak papa om,apa aku sudah boleh pulang sekarang?",tanyanya menatap Willy.
"Iya,tuan Bagaskara menyuruhku mengantarmu pulang kamu tidak takut padaku kan?"tanya Willy agak khawatir setelah mendengar bagaimana tadi Bagaskara membentak cinta berkali kali.
Cinta kembali menggeleng"Aku tidak papa tadi aku hanya sedikit terkejut saja sekarang aku baik baik saja".
"Baiklah kalau begitu ayo kuantar pulang".
Willy mengajak Cinta untuk naik kedalam mobil,sebelum naik kemobil Cinta masih bisa melihat Bagaskara yang sedang masuk kedalam mobil miliknya dengan langkah gagah tanpa menoleh sedikit pun kearahnya.
"Ayo",ajak Willy.
Mendengar suara Willy, Cinta menoleh dan langsung mengikuti Willy masuk kedalam mobil yang akan mengantarnya pulang ke panti asuhan tempatnya tinggal selama ini.
__ADS_1