Terpaksa Menikah Dengan Muridku.

Terpaksa Menikah Dengan Muridku.
99.Siapa?


__ADS_3

Anandita menatap Gavin dengan pikiran bimbang apakah harus mengatakan pada Gavin tentang orang yang dilihatnya tadi atau dia harus menghubungi ayah Bagas saja,pikirnya.


Sampai semua murid selesai mengerjakan tugas dan sudah mengumpulkannya Anandita masih belum juga bisa memutuskan apa yang harus dilakukannya.


Setelah semua selesai mengumpulkan tugas ujian, dia sengaja tidak langsung keluar dari ruang kelas Gavin,tapi menunggu mereka keluar dari kelas.


Anadita sengaja tetap duduk dan mengambil ponselnya sambil melirik Gavin yang bersiap keluar dari kelas.


"Poppy",Anandita mengirimkan pesan singkat pada Gavin.


Gavin mengambil ponselnya dan saat melihat pesan Anandita dia melirik keAnandita yang masih duduk diam dikursi guru.


"Apa",tulis Gavin singkat.


"Marah ya?"


"Nggak,".


"Serius?",tulis Anandita.


"Hemm".


"Kok cemberut?",tulis Anandita setelah itu menatap tajam kearah Gavin yang kembali duduk dikursinya dan berbalas pesan dengan Anandita yang duduk dikursi guru.


"Nggak!"tulis Gavin,lalu membalas tatapan Anandita.


Melihat itu Anandita sengaja tersenyum tipis kearah Gavin yang menatapnya tajam, lalu Anadita sengaja menautkan jari telunjuk dan jempolnya membentuk tanda cinta ala korea,sambil tersenyum simpul membuat wajah Gavin seketika bersemu merah melihatnya dan membuat Gavin lebih dulu memalingkan wajahnya dengan mengulum senyum dibibir.


"Bales dong poppy",tulis Anandita.


"Apanya ?"Gavin tidak lagi menatap kearah Anandita tapi sekarang memilih memandang kearah ponselnya.


"Yah,poppy nggak asik!"tulis Anandita,lalu bangkit dari kursi guru berjalan keluar tapi belum sampai keluar kelas Gavin sudah mencekal tangannya.


"lepas!"bisik Anandita.


"Kenapa,kan kelas sudah kosong hanya ada si Aldo saja Yank tu",tunjuk Gavin dengan dagunya.


"Bukan itu tapi ada orang lain yang mencoba memotret kita tadi",ucap Anandita.


Mendengar itu Gavin langsung menarik Anandita masuk kedalam kelas dan menutup pintunya.


membuat Anandita dan Aldo yang masih berada didalam terkejut.


"Vin kamu apa apaan!"kata mereka bersaman.


"Ssstt".


Gavin menarik Anandita duduk disamping Aldo.


"Diam disini kalian",ucapnya lalu dia menelpon seseorang.


"Halo ayah",ucapnya.


membuat Aldo dan Anandita saling pandang bingung.


"Ada apa?"jawab Bagaskara dari seberang telpon.


"sekarang ada orang mencurigakan memotret kami,"ucap Gavin.


"Siapa yang berani?!"tanya Bagaskara terdengar marah diseberang sana.

__ADS_1


"Aku tidak tau tapi tadi pagi aku sempat menabrak seorang siswa kelas sebelas dari sekolah kita",.


"Dimana kalian sekarang?"tanya Bagaskara.


"Masih didalam kelas".


"Sedang apa kalian didalam kelas?!"tanya Bagaskara penasaran.


"Masih ada Aldo disini ayah pikir kami sedang apa?!"


"Tidak ada,lalu apa yang harus ayah lakukan?".


"Tolong suruh anak buah ayah untuk memeriksa Cctv sekolah terutama yang mengarah kekantor dan sekitar kelasku apakah ada yang mencurigakan",pinta Gavin.


"Baiklah,akan ayah lakukan dan ayah akan suruh Willy mengawal kalian sampai rumah".


"Baiklah ayah kalau begitu sudah dulu".


Gavin mengakhiri panggilannya dengan Ayah Bagaskara,lalu menatap mereka yang juga menatap kearahnya.


"Apa aku sudah boleh keluar dari kelas ini?"tanya Aldo pada mereka karena dia merasa sejak tadi hanya menjadi obat nyamuk mereka.


"Kita keluar bersama",ucap Gavin.


"Kenapa?"tanya Aldo heran.


"Aku hanya merasa orang ini sedang mencari bahan untuk menjebak kami".


"Maksudmu Vin?".


"Aku nggak tau pasti siapa dia,mungkin bisa saja dia orang yang sakit hati pada kami,yang sengaja ingin mencari kesalahan kami".


"Kesalahan apa?"tanya Anandita bingung.


"Tapi apa salahnya dengan pernikahan kita Vin".


"Mommy,"tekan Gavin.


"Ehemm,"Aldo sengaja berdehem mendengar Gavin memanggil Anandita mesra,tapi Gavin tidak perduli.


"Aku tidak masalah orang tau tentang pernikahan kita tapi karena seperti katamu statusku seharusnya belum boleh menikah karena masih pelajar,karena itu bisa dijadikan senjata oleh orang yang ingin jahat pada kita".


"Tapi inikan sekolah milik ayah Bagas Vin apakah kamu juga akan dihukum?".


"Itu tetap bisa,orang itu bisa menyebarkan berita negatif lewat media sosial jadi itu bisa membuat nama sekolah ini jelek".


"Sampai seperti itu ya?"tanya Anandita khawatir.


"Tidak papa Yank",Gavin bermaksud memeluk Anandita untuk menenangkannya tapi lagi lagi Aldo berdehem.


"Ehemm".


Mendengar itu Gavin langsung menatap tajam Aldo.


"Nasib Jomblo",ucapnya lirih.


"Ayo pulang!"ajaknya menarik tangan Anandita keluar dari kelas.


"Nggak papa?"tanya Anandita menahan langkahnya.


Gavin menggeleng,tenang aja semua pasti beres,ayah sudah bilang tadi,akan menyuruh Willy mengikuti kita sampai rumah".

__ADS_1


"Mendengar itu Anandita langsung mengangguk dan mengikuti Gavin berjalan disampingnya.


"Bagaimana denganku?"tanya Aldo masih diam ditempatnya.


"Ya terserah lo emang lo mau ikut kita pulang bareng,kalau lo sanggup ngeliat kemesraan kami nggak masalah aja iyakan Yank",ucap Gavin dengan sengaja memeluk pundak Anandita didepan Aldo.


"Benar benar teman luknut",gerutu Aldo sambil bangkit dan berjalan dibelakang mereka berdua.


"Saat sudah berada didepan kelas Gavin mengamati sekitar sekolah.


"Dimana tadi kamu ngeliat dia Yank?,"tanya Gavin pelan.


"Dia berdiri dibangunan sebrang,sambil memotret kekelasmu saat aku sedang masuk".


Mendengar itu Gavin mengamati kebangunan sebrang kelasnya dengan diam.


"Ada yang mencurigakan Vin?"tanya Aldo.


"Nggak tau biar anak buah ayah yang mengurusnya",jawab Gavin.


"Kamu sudah nggak marah lagi sama ayah Vin?"tanya Anandita.


Tapi gavin tidak menjawab pertanyaan Anandita dan terus berjalan kerah mobilnya.


sampai didalam mobil,Anandita masih penasaran dan dia kembali bertanya.


"Vin kamu sudah nggak marah sama ayah Bagas?"tanya Anandita lagi.


"Nggak "jawab Gavin singkat.


"Syukurlah",gumam Anandita.


"Tapi aku tetap nggak suka kamu telalu dekat sama ayah,"ucap Gavin.


Anandita langsung menghadap Gavin"Kenapa,dia ayahmu Vin jadi wajar saja kalau aku dekat dengannya".


"Pokoknya jangan jalan sama ayah tanpa sepengetahuanku,menelpon ayah harus atas ijinku,titik".


"Gavin!!,kamu keterlaluan masa sama ayah sendiri kamu juga cemburu",ucap Anandita.


"Emang kenapa, kamu nggak dengar apa kata bu Margaret tadi,ayah itu masih gagah jadi wajar aja cemburu".


Anandita menghela nafas keras mendengar itu.


"Ayah memang masih gagah dan lebih segalanya dari kamu tapi aku ini sudah jadi istrimu,dan yang penting aku cintanya cuma sama kamu",ucap Anandita dengan wajah cemberut.


Mendengar ucapan Anadita dengan tiba tiba Gavin mendekat dan langsung mencium pipi Anandita,membuat Anandita terkajut.


"Apa yang kamu lakukan?!"ucapnya.


"Mencium istriku,emangnya kenapa?".


"Bagaimana kalau ada yang melihat apa yang kamu lakukan",gerutu Anandita.


"Siapa kita cuma berdua didalam mobil sekarang".


"Orang yang sedang mengawasi kita?".


"Kan ada Willy yang mengawasi tu",Gavin menunjuk mobil disampingnya.


Anandita juga ikut menoleh.

__ADS_1


"Itu anak buah ayah?"


Gavin mengangguk,"Jadi kita aman kalau mau macam macam,sekarang,"ucap Gavin jahil.


__ADS_2