
Bagaskara terkejut karena Cello menangis sambil memanggil Cinta oma seolah olah mereka sudah sangat akrab sebelumnya apalagi Cello sama sekali tidak mau lepas dari pangkuan Cinta menempel seolah Cinta seperti mommynya.
Dengan suara lembut Bagaskara mencoba membujuk Cello agar mau berpindah dalam gendongannya untuk diajaknya pulang,tapi Cello tetap menempel erat dibadan Cinta.
"Tuan biar Cinta saja yang menggendong tuan muda Cello sampai dia mau ikut anda",ucap Willy.
Bagaskara menatap kearah Cinta "Bantu aku sebentar untuk menenangkan Cello kamu tidak keberatan".
Mendengar nada bicara Bagaskara yang terdengar pelan membuat Cinta tidak bisa menolak,karena dia tau merawat anak kecil seumur Cello tanpa bantuan seorang perempuan apalagi pengasuh pasti tidak mudah bagi seorang Bagaskara.
'Iya pak saya akan membantu sampai Cello mau lepas dari saya".
"Trimakasih",ucap Bagaskara dengan nada tulus.
Willy yang mendengar Bagaskara mengucapkan trimakasih pada Cinta sampai terbengong bengong karena itu hal yang jarang dilakukan oleh seorang Bagaskara selama dia ikut bekerja bersamanya.
"Willy siapkan mobil kita pulang sekarang",perintah Bagaskara pada Willy.
"Baik tuan".
Bagaskara mengajak Cinta berjalan menuju mobilnya yang berada diparkiran,tapi tiba tiba dia ingat bahwa dia meninggalkan tasnya diaula tadi.
"Ada apa?",tanya Bagaskara karena melihat Cinta menghentikan langkahnya.
"Saya lupa belum mengambil tas kuliah saya diAula".
"Biar Willy saja",jawab Bagaskara.
"Hah!...kenapa?",tanya Cinta bingung.
"Biar Willy saja yang mengambilkan tas kamu apa kamu nggak merasa lelah dari tadi sudah menggendong Cello".
Cinta langsung menggeleng"Saya sudah biasa melakukan pekerjaan seperti ini bahkan menggendong beban yang lebih berat dari Cello juga saya bisa".
Seketika Bagaskara langsung menghentikan langkahnya dan langsung mengambil Cello dari gendongan Cinta meskipun Cello menolak Bagaskara tetap memaksa,membuat Cinta bingung.
"Cello mau gendong oma ndak mau gendong opa ,opa galak",protes Cello.
"Opa saja yang ngendong kamu sampai mobil kasihan kakak Cinta nanti tidak bisa tumbuh tinggi karena harus mengangkat beban berat terus".
Cinta hanya terdiam mendengar apa yang diucapkan Bagaskara,dia pikir Bagaskara hanya bisa marah dan menggerutu tetapi ternyata dia juga sangat perduli pada orang lain.
"Nggak....nggak...mau sama oma aja nggak mau sama opa!",rengek Cello.
"Ambil tasmu sekarang setelah itu temui aku di mobil paham!",perintah Bagaskara pada Cinta.
__ADS_1
Mendengar itu Cinta mengangguk dan langsung pergi kearah Aula untuk mengambil tas kuliahnya yang tadi dia titipkan bersama Nisa teman akrabnya selam dikampus ini.
"Cinta kamu dari mana saja acara sudah selesai dari tadi aku hampir saja mencarimu ketoilet karena kamu tidak kembali kembali,aku khawatir kamu terkurung didalam toilet".
"Sorry tadi ada kejadian tak terduga yang terjadi".
"Kejadian,kejadian apa..,kamu dalam masalah lagi?",tanya Nisa khawatir.
"Cinta langsung menggeleng"Aku dapat tawaran pekerjaan dadakan,dan kayanya gajihnya juga lumayan".
"Serius kerja apaan dan dimana?",tanya Nisa penasaran.
"Jadi pengasuh anak anak".
"Apa jadi pengasuh!'.
Cinta mengangguk "Karena itu aku duluan ya sudah ditunggu orang yang akan memberiku pekerjaan".
"Terserah kamu saja,aku tidak tertarik kupikir tadi kamu bekerja jadi calon istri rektor itu baru aku tertarik".
Cinta tidak menanggapi ucapan sahabatnya itu,karena meskipun mereka dekat tapi dia tidak pernah bercerita masalah pribadinya pada Nisa,Nisa cukup tau tentang hal hal umum tentangnya saja selebihnya disimpannya sendiri.
Cinta sampai diparkiran dia bingung mencari yang mana mobil milik Bagaskara karena dia tidak pernah melihatnya.
"Oma ini mobil kita".
Cinta langsung menoleh kearah Cello,dia melambai tapi belum berani naik karena takut salah.
Setelah Willy turun dan menyuruhnya naik baru Cinta berani naik kedalam mobil.
"Oma!!peluk",pinta Cello setelah Cinta masuk dan duduk dikursi belakang disamping Cello dan Bagaskara.
"Berhenti memanggil kakak Cinta oma dia Neni bukan oma",perintah Bagaskara.
"Butan dia Oma butan Neni".
"Kenapa kamu berkeras memanggilnya seperti itu,panggil Neni".
"Huaaa nggak mau Neni maunya Oma huaaa".
"Terserah kamu saja mau memanggilnya apa,kepalaku rasanya mau pecah mendengar rengekanmu,aku heran ngidam apa dulu Ommymu sampai kamu keras kepala seperti ini".
Willy yang mendengar apa yang dikatakan oleh Bagaskara menahan tertawanya,sementara itu CInta hanya diam mendengar perdebatan antara Bagaskara dan Cello.
"Berhenti tertawa Willy atau kupotong gajihmu nanti!",hardik Bagaskara kesal.
__ADS_1
"Maaf tuan,apa kita pulang sekarang?".
"Hemmm".
"Ndak Cello mau main playGlon sekalang!!".
"Opa harus kerja setelah ini,main saja dirumah dengan om Willy dan Neni Cinta".
"Oma...opa oma".Jawab Cello.
"Terserah kamu saja,Ayo Willy jalankan mobilnya",perintah Bagaskara.
Selama dalam perjalanan menuju rumah,Bagaskara menyandarkan tubuhnya,sambil memperhatikan interaksi yang terjadi antara Cinta dan Cello yang sangat cepat akrap seperti mereka pernah bertemu sebelumnya.
"Kamu yakin kamu belum pernah bertemu Cello sebelumnya ?',tanya Bagaskara penasaran.
Cinta langsung menggeleng"Ini hari pertama kami bertemu".
"Lalu apa kita pernah bertemu sebelumnya?",tanya Bagaskara tiba tiba membuat Cinta langsung gugup.
"I..itu..dulu tuan dan om Willy pernah datang untuk memberi sumbangan pada panti asuhan tempat saya tinggal".
"Jadi kita memang sudah pernah bertemu,apa kamu tadi mengenaliku?'.
Cinta mengangguk,"Tapi kejadiannya sudah lama jadi tuan pasti sudah lupa pada saya".
"Oma panggil Oppa kaya Cello,Ommy kalau dilumah juga manggil Oppa supaya sama,Ommy sama Oppy, Oppa sama Omma''.
Willy harus menahan tawa lagi mendengar apa yang dikatakan Cello.
"Tambah kecepatan Willy,antar mereka kerumah setelah itu, aku akan langsung pergi kekantor sendiri,kau temani Cinta dan Cello dirumah antarkan kemana mereka ingin pergi,karena aku mungkin malam sekali baru pulang".
"Baik tuan''.
Mobil mereka berhenti disebuah rumah sederhana dengan halaman cukup luas dan pagar beton berwarna abu abu putih.
Willy membantu Cello dan Cinta turun sementara itu Bagaskara setelah mereka turun langsung pindah kekursi pengemudi untuk kembali pergi bekerja.
"Tinggal saja disini sementara untuk menemani Cello ,biar nanti Willy yang akan mengantar kamu mengambil barang barang milikmu yang akan dipakai dirumah ini, ada tiga kamar disini, kamu bisa tidur bersama Cello sementara tinggal disini,sedang Willy akan aku suruh menemani kalian karena aku akan semakin sibuk mulai sekarang,setiap hari akan ada yang membantu membersihkan rumah dan menyiapkan makanan kalian,jadi tugasmu hanya menemani Cello kalau tidak kuliah, kalau kau sedang ada mata kuliah biar Willy yang menjaga Cello".
Cinta hanya mengangguk mendengar semua perkataan Bagaskara itu.
"Aku pergi dulu".
Cinta kembali mengangguk kearah Bagaskara.
__ADS_1