Terpaksa Menikah Dengan Muridku.

Terpaksa Menikah Dengan Muridku.
142. Curiga.


__ADS_3

Cinta sedang membantu Cello memakan sarapannya dimeja makan saat Bagaskara keluar dari dalam kamar dengan penampilan yang sudah rapi.


Wajah Cinta langsung bersemu merah melihat itu,dia langsung menundukkan wajahnya tidak berani menatap kearah Bagaskara.


"Hari ini aku akan keluar kamu libur kuliah bukan?",tanyanya pada Cinta.


Cinta langsung mengangguk tanpa berani menatap kearah Bagaskara.


"Jaga Cello sampai Willy datang nanti".


"Tuan akan pergi lama?",tanya Cinta reflek.


Bagaskara menatap kearah Cinta membuat Cinta merasa sudah salah bicara.


"Maaf saya tidak bermaksud....".


"Kamu akan keluar hari ini?",tanya Bagaskara.


Cinta langsung menggeleng.


"Oh iya berikan nomor rekeningmu aku akan mentransfer gajihmu nanti",ucap Bagaskara.


Cinta mengangguk dan langsung mengirimkan nomor rekeningnya kepada Bagaskara.


Bagaskara melihat ponselnya sebentar lalu bangkit dari kursinya.


"Tuan tidak ingin sarapan?",tanya Cinta tapi Bagaskara tidak menyahut,dia langsung berjalan kedalam kamarnya untuk mengambil barang yang akan dibawanya.


Setelah itu dia keluar dari kamar dan bicara dengan Cello sebentar lalu berangkat.


Cinta hanya memperhatikan apa yang dilakukan Bagaskara dengan perasaan sedikit sedih.


Mungkin hanya dia yang berpikir bahwa Bagaskara punya perasaan lebih padanya karena sudah menciumnya tadi malam.


Berbeda bagi Bagaskara berciuman dengan seorang wanita mungkin hal biasa bahkan melakukan yang lebih dari itu juga biasa,Cinta


tidak percaya dia tidak pernah berhubungan dengan wanita lain rasanya itu tidak mungkin batin Cinta merasa sebal karena Bagaskara cuek padanya tadi.


***


Sementara itu Bagaskara melajukan mobilnya meninggalkan rumah kecil itu menuju kekantor Bagaskara group.


Karena hari itu akhir pekan suasana kantor besar itu terlihat sepi, hanya ada penjaga keamanan dan beberapa pegawai yang sengaja mengambil lembur diakhir pekan.


Bagaskara langsung masuk lewat Lift khusus direktur.

__ADS_1


Dia langsung menuju kantornya yang berada dilantai paling atas gedung besar itu.


Bagaskara masuk kemudian segera menyandarkan tubuhnya dikursi kerjanya dipejamkan matanya mencoba untuk menetralkan perasaannya yang terasa berkecamuk dari tadi malam setelah ciuman apa yang dilakukannya dengan Cinta tadi malam.


Dia sudah berusaha bersikap sebiasa mungkin agar tidak merasa bersalah saat bertemu dengan Cinta tadi, tapi tetap saja dia merasa tidak nyaman karena harus bersikap cuek seperti itu dan menganggap apa yang sudah dilakukannya seolah tidak pernah terjadi.


Dia merasa seperti seorang pecundang dihadapan gadis kecil itu.


Oh Tuhan,batin Bagaskara,kenapa dia sampai bisa melakukan hal gila itu,dan perasaan apa ini,kenapa dia merasa saat mengingatnya dia malah suka dan ingatan apa ini, kenapa dia masih bisa merasakan saat dia mencium bibir mungil itu.


'Aku pasti sudah gila,kakek kakek gila karena punya nafsu pada gadis kecil,sial,gerutu Bagaskara.


Dia mencoba mulai menyibukkan diri agar tidak terus mengingat hal itu.


Dibukanya berkas berkas kantor tapi pikirannya masih belum bisa juga fokus,seperti biasa.


Bagaskara menyandarkan tubuhnya lagi dikursi, lalu mengambil ponselnya' mungkin dengan memberi bonus uang pada Cinta untuk bersenang senang perasaan bersalahnya sedikit berkurang', batin Bagaskara.


Dia memeriksa nomor rekening yang diberikan Cinta tadi, lalu mulai mengetikkan sejumlah angka sebagai gajih Cinta untuk merawat Cello selama sebulan ini dan juga menambahkan sedikit bonus untuknya,setelah selesai dia masih mengamati ponselnya menunggu notifikasi terkirim dan setelah ada notifikasi sukses dia langsung membuka pemberitahuan itu padahal biasanya dia tidak pernah perduli pada hal sepele seperti itu,segala urusan pembayaran pegawai pribadinya biasanya diserahkan kepada Willy yang sudah jadi orang kepercayaannya selama beberapa tahun ini.


Diponselnya hanya ada pemberitahuan pengiriman tapi dia juga tidak perduli,


tapi kali ini dia ingin melakukan hal itu sendiri bahkan dia ingin memastikan apakah uang yang dikirimkannya ke Cinta langsung terkirim atau tidak.


Aneh,batinnya sambil mengerutkan keningnya.


Karena penasaran Bagaskara mencoba mengecek notifikasi awal tadi dan menyamakan dengan pengiriman kemarin tapi ternyata benar benar sama hanya nominalnya saja yang berbeda.


Apakah Willy yang melakukannya, batin Bagaskara tapi kenapa jumlahnya lebih banyak dari yang dikirimnya hari ini.


Karena tidak ingin semakin penasaran dan nanti bisa menyebabkan marah tanpa alasan pada mereka berdua, Bagaskara langsung menghubungi Willy.


"Hallo tuan ada apa?",tanya Willy terdengar terkejut.


"Temui aku dikantor pusat sekarang juga ada hal penting yang harus kau jelaskan padaku",ucap Bagaskara tegas seperti biasa.


"Baik tuan saya akan kesana sekarang juga",jawab Willy terdengar sedikit gugup.


Setelah menunggu sekitar satu jam akhirnya Willy datang.


"Tok...tok...".


"Masuk!",perintah Bagaskara.


Dengan gugup Willy langsung masuk kedalam kantor dilihatnya Bagaskara sedang duduk sambil menghadapi laptopnya.

__ADS_1


"Ada masalah apa tuan",tanya Willy.


"Apa kau yang melakukan ini?",tanya Bagaskara sambil memperlihatkan notifikasi dari Bank diponselnya pada Willy.


Willy mengamati notifikasi pengiriman untuk Cinta yang bertanggal kemarin.


"I..iya..tuan...apa ada yang salah",ucapnya bingung karena biasanya setiap bulan juga dia mengirimkan uang dengan jumlah segitu kerekening Cinta.


"Uang apa ini kenapa kau kirim kerekening Cinta?,"tanya Bagaskara dengan menatap Willy tajam.


"Itu uang yang selalu anda suruh saya kirimkan selama ini untuk Cinta".


"Selama ini,maksudmu ini bukan yang pertama?",tanya Bagaskara tampak terkejut.


Willy menggeleng "Sudah sejak tiga tahun lalu anda menyuruh saya untuk mentransfer uang kerekening Cinta".


Mendengar itu Bagaskara terdiam lalu kembali menatap Willy"Apa untuk biaya dia sekolah".


Willy mengangguk,"Iya sejenis itu,tapi....".


"Berikan semua laporannya padaku sekarang",perintah Bagaskara.


Willy yang hampir mengatakan soal pernikahan mereka berdua langsung terdiam saat Bagaskara malah mengalihkan pembicaraan,tentang laporan transfer uang kerekening Cinta.


Willy keluar dan tak lama kembali membawa laporan yang diminta Bagaskara.


"Pergilah aku akan memeriksanya",ucap Bagaskara.


"Tapi tuan soal Cinta ini sebenarnya anda dan Cinta sudah..",Willy ragu untuk mengatakan hal yang sebenarnya.


"Apa yang ingin kamu katakan",ucap Bagaskara.


"Saya...saya....".


"Ada apa Willy kenapa kamu seperti takut mengatakannya apa kamu menyembunyikan sesuatu yang aku tidak tau selama ini".


"Bu...bukan...tu..tuan...saya..tidak berani".


"Lalu apa ada rahasia besar yang kamu tutupi soal laporan ini",ucap Bagaskara mulai merasa curiga pada Willy.


"I...itu..sebenarnya soal transer uang ini dulu adalah perintah anda karena...",Willy masih ragu ragu untuk mengatakannya.


"Karena apa katakan kau ingin membuatku marah!!!",hardik Bagaskara mulai marah.


"Sebenarnya anda dan Cinta sudah menikah",Ucap Willy.

__ADS_1


__ADS_2