
Anandita tersenyum manis saat melihat Gavin membuka matanya lalu memeluknya seperti biasa.
"Selamat datang,Vin"ucap Anandita dengan memeluk tubuh Gavin yang langsung dibalas oleh Gavin.
"Bagaimana khabarmu hari ini?"tanya Gavin pada Anandita.
"Aku merindukanmu seperti biasa"ucap Anandita"Aku tidak sabar untuk bertemu denganmu lagi".
Kalau kemaren kemaren Gavin akan membalasnya dengan mengatakan hal serupa pada Anandita atau memeluk dan mencium Anandita mesra tapi malam ini dia diam saja malah langsung menanyakan tetang dokter Rumi pada Anandita membuat Anandita sedikit heran.
"Kamu baik baik saja Vin?"tanya Anandita khawatir yang dibalas Gavin hanya dengan anggukan kepala,lalu bangkit menuju sofa dan mulai membuka rekaman yang diberikan Dokter Rumi padanya tanpa berbasa basi pada Anandita,membuat Anandita semakin heran.
Saat Anandita bermaksud duduk disampingnya,tiba tiba Gavin meminta Anandita untuk membiarkannya sendiri bicara pada dokter Rumi membuat Anandita semakin heran.
"Kamu tidak papa?"tanya Anandita.
"Aku baik baik saja,tolong tinggalkan aku sebentar berbicara dengan dokter Rumi"ucap Gavin.
mendengar permintaan Gavin dengan berat hati terpaksa Anandita menurutinya.
Cukup lama Anandita berada diluar kamar menunggu sampai Gavin memanggilnya untuk masuk, tapi ternyata Gavin tidak menyuruhnya masuk jadi Anandita berinisiatif menengok kedalam kamar mungkin saja Gavin sedang sibuk dan menginginkan sesuatu.
Tapi saat masuk Anandita heran melihat Gavin sudah kembali tidur diatas ranjang.
Anandita bermaksud mem angunkan Gavin tapi melihat posisi tidur Gavin Anandita sadar Gavin sudah berubah lagi,melihat itu Anandita hanya bisa memejamkan mata menahan kesedihannya.
****
Paginya dokter Rumi tiba tiba datang kerumah besar tanpa pemberitahuan terlebih dahulu seperti biasa pada mereka, membuat semua orang yang sedang sarapan dimeja makan menjadi heran.
Bagaskara langsung menghampiri dokter Rumi dengan khawatir.
"Apa ada masalah?"tanya Bagaskara langsung.
"Iya"jawab Dokter Rumi,membuat semua orang yang mendengarnya langsung terkejut.
"Ada apa?"tanya Bagaskara.
"Mari kita bicara diruangan lain"ucap Dokter Rumi.
"Boleh aku ikut?"tanya Anandita,dan dijawab Anggukan oleh dokter Rumi.
__ADS_1
Lalu dia dan dokter Rumi diajak Bagaskara keruang kerjanya.
"Masuk"Bagaskara menyuruh mereka berdua masuk dan duduk disofa ruang kerjanya,lalu dengan tidak sabar dia langsung bertanya"Ada apa dengan Gavin?".
"Gavin menghubungiku tadi malam dan dia mengatakan agar aku merubah metode pengobatan yang selama ini sudah dijalaninya".
"Maksudnya?"
"Dia ingin dihipnotis".
Anandita dan Bagaskara terkejut mendengar ucapan dokter Rumi.
"Kenapa bukankah pengobatan yang selama ini dilakukannya sudah benar dan sudah membuahkan hasil"ucap Bagaskara.
"Itu benar tapi kita tidak tau akan sampai berapa lama kita harus melakukan ini,jadi dia bilang dia lelah dengan semua ini".
Anandita langsung pucat mendengar apa yang dikatakan oleh dokter Rumi.
"Jadi pikirkanlah apakah kalian akan menyetujui apa yang diinginkan Gavin,aku sebagai dokter tetap akan melakukan yang terbaik untuk kesembuhan pasienku,metode hipnotis boleh dilakukan tapi yang pasti lebih beresiko dari pada apa yang telah kita lakukan sekarang karena ini berhubungan langsung dengan diri Gavin"terang Dokter Rumi membuat Anandita dan Bagaskara terdiam.
"Berapa persen kemungkinannya?"tanya Anandita.
Mendengar itu Bagaskara dan Anandita semakin takut bagaimana kalau nanti gagal.
"Tidak harus sekarang,kalian memutuskannya aku hanya menyampaikan apa yang Gavin ucapkan tadi malam,ini berat buat kalian tapi pasti Gavin merasa lebih berat saat mengatakannya,jadi pikirkanlah"ucap Dokter Rumi sebelum keluar dari ruang kerja Bagaskara meninggalkan mereka berdua yang masih terdiam karena syok.
Anandita bahkan harus berpegang pada pinggir sofa agar tidak pingsang saat membayangkan akibatnya dari keinginan Gavin ini.
****
Sampai malam hari Anandita belum bisa memikirkan apa yang harus dijawabnya saat Gavin meminta persetujuannya nanti.
Anandita sengaja hanya duduk disofa tidak sanggup untuk ikut merebahkan diri disamping Gavin,pikirannya terlalu takut membayangkan bagaimana kalau mulai besok Gavin benar benar menghilang dari sampingnya selamanya.
Dibenamkannya wajahnya dengan kedua tangan memeluk lutut bahunya terguncang karena menahan isak,sampai seseorang memeluknya dari samping dan ikut membenamkan wajahnya diceruk leher Anandita"Maaf,Yank"bisik gavin lirih.
Mendengar suara Gavin Anandita langsung mendongakkan kepalanya dan mendorong tubuh Gavin dengan marah.
"Kamu jahat!,kamu jahat!!"teriak Anadita sambil memukul keras dada Gavin.
"Maaf aku tau aku jahat memilih jalan ini,tapi aku sudah tidak sanggup lagi mengalami ini"ucap Gavin dengan menarik Anandita masuk kedalam pelukannya.
__ADS_1
Anadita masih berusaha berontak tapi Gavin tidak melepaskan tubuh Anandita.
Setelah cukup lama Anandita menangis akhirnya dia mulai tenang dengan pelan Gavin menyapu sisa airmata diwajah Anandita.
"Kamu jahat Vin"ucap Anandita lirih,tapi tidak memberontak lagi saat Gavin memeluknya erat.
"Maaf,aku tau apa yang akan aku lakukan ini pasti akan membuatmu terluka tapi aku ingin melakukannya"terang Gavin.
"Kenapa,bukankah selama ini kita sudah melakukan pengobatan dengan dokter Rumi dan sudah mulai terlihat hasilnya,kenapa kamu malah ingin mengubahnya!".
"Maaf Yank tapi aku sudah bulat dengan keputusanku kali ini dan kuharap kalian berdua mau mengerti".
"Tapi bagaimana kalau gagal,bagaimana denganku,Vin!"Anandita mencengkram lengan Gavin.
"Yank dengarkan aku,aku pernah bilang mari kita berencana tentang semua hal dalam hidup kita tapi biarkan Tuhan yang memberi keputusan terbaik untuk semua rencana kita"ucap Gavin mencoba menenangkan Anandita.
"Aku takut,aku benar benar takut membayangkan kemungkinan terburuk yang akan terjadi nanti".
"Aku tau tapi paling tidak semuanya akan segera terjawab,tidak seperti sekarang,aku hidup tapi aku seperti mati,aku selalu bersamamu tapi aku harus mencuri waktu dari bagian lain dari diriku,kamu tau Yank aku sekarang merasa aku tidak nyata".
"Vin jangan semakin menakutiku"ucap Anandita semakin erat memeluk tubuh Gavin.
"Jadi tolong bantu aku,aku tidak hanya ingin bertemu denganmu dimalam hari aku ingin hidupku dulu,aku ingin bersamamu seperti dulu Yank,aku ingin hidup normal lagi".
Mendengar ucapan Gavin Anandita mengerti bahwa ini pasti sangat berat untuk Gavin,jadi dia berusaha untuk menguatkan hatinya.
Gavin mencoba untuk kembali padanya dengan mengambil resiko besar jadi sebagai istrinya dia harus mendukung keputusan Gavin yang ini meski sangat berat.
"Baiklah aku setuju kamu melakukan terapi Hipnotis ini",ucap Anandita.
Mendengar itu Gavin langsung memeluk erat tubuh Anandita.
"Makasih Yank,sudah setuju",ucap Gavin.
"Iya,kamu sudah berjuang untuk kembali normal demi aku, karena itu aku harus mendukung sebagai seorang istri"jawab Anandita.
Gavin menatap wajah Anandita lama setelah mendengar apa yang diucapkan Anandita padanya.
"Ilove you,aku akan berusaha untuk kembali padamu"ucap Gavin.
"Ilove you too".Balas Anandita.
__ADS_1