
Pukul 16.00,pesawat yang di naiki oleh Gavin dan Dita mendarat diBandara kota A,setelah melakukan liburan selama beberapa hari ke Pantai akhirnya mereka pulang.
Sampai diBandara Gavin menyuruh Anandita menunggu dilobi sementara dia mengambil mobil mereka diparkiran Bandara.
Sambil menunggu Gavin,Anandita duduk dengan memainkan ponsel miliknya,tanpa dia sadari ada seseorang yang dari tadi memperhatikan dirinya dari kursi tak jauh dari tempatnya duduk.
Anandita bermaksud berdiri dan pergi dari tempatnya saat seseorang tiba tiba datang menghampirinya.
"Dita,Ananditakan?"sapa seorang laki laki padanya.
Anandita menatap kearah laki laki yang mengajaknya bicara.
"Iya,kamu...?"Anandita mencoba mengingat ingat siapa laki laki itu.
"Bima aku Bima,kamu lupa?"
"Ah ya Bima anak IPA1 dulukan!"
"Iya ,akhirnya kamu ingat,bagaimana khabarmu sekarang?"
"Baik,kamu?"
"Baik akhirnya aku kembali lagi setelah bertahun tahun pergi dari kota ini".
"Kamu kemana setelah lulus SMA?"
"Aku kuliah keluar negeri dan sekarang karena sudah selesai aku bermaksud kembali dan mau bekerja disini".
Anandita masih bermaksud untuk mengobrol lagi dengan Bima tapi tiba tiba ponselnya berbunyi.
"Iya Vin,baik aku akan mendatangimu kedepan".
"Kamu sudah dijemput?"tanya Bima terlihat kecewa.
"Iya,maaf aku duluan suamiku sudah menyuruhku untuk keluar",ucap Anandita bermaksud berjalan meninggalkan Bima tapi belum sempat dia melangkah Bima lebih dulu mencekal lengannya.
"Kamu sudah menikah Dita?!"tanya Bima terkejut.
"Iya,beberapa bulan yang lalu,aku sudah menikah"
"Selamat kalau begitu untuk pernikahanmu.
"Trimakasih,aku pergi duluan".
"Tunggu,aku juga akan keluar mari kita jalan keluar bareng",ajak Bima.
Anandita ingin menolak tapi Bima sudah lebih dulu berjalan disampingnya.
Sampai diluar Bandara Anandita melihat mobil Gavin sudah berhenti didepan menunggunya.Anandita bermaksud pamit pada Bima dan akan segera masuk mobil tapi belum sempat Anandita membuka pintu mobil,Gavin sudah lebih dulu turun dari mobil dan berjalan kearah Anandita yang baru sampai dekat mobil bersama Bima.
"Ayo Yank",Gavin bermaksud menarik tangan Anandita menuju mobil,tapi sebelum sampai Anandita menyelanya.
"Oh iya Vin ,kenalkan ini Bima teman sekolahku dulu".
__ADS_1
Anandita mengenalkan mereka berdua.
Gavin menatap sekilas pada laki laki yang tadi berjalan bersama Anandita,kemudian mengulurkan tangannya pada Pria itu.
"Gavin"
"Bima,kamu..?"Bima menunjuk Gavin dengan dagunya.
"Dia suamiku Bim,"sebelum Gavin menjawabnya Anandita lebih dulu menjawabnya.
Bima menatap Anandita tampak seperti tidak percaya,bahwa pemuda yang memakai kaos atasan warna pink itu suami Anandita.
"Kamu serius Dita dia suamimu?"
Anandita menatap bingung kearah Bima.
"Iya,dia suamiku ada yang salah?"tanya Anandita.
"Tidak ada kalau begitu selamat atas pernikahanmu,oh iya aku akan tinggal dan bekerja dikota ini lagi,mari kapan kapan kita bertemu".
Anandita menatap kearah Gavin yang masih menggenggam tangannya erat tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
"Maaf Bima aku tidak bisa mengatakan iya,karena sekarang aku sudah menikah,jadi aku harus minta ijin pada suamiku dulu kalau ingin bertemu denganmu".
Anandita harus menjelaskan masalah seperti ini langsung pada lawan bicaranya karena dia tidak ingin akan ada salah paham dikemudian hari dengan Gavin karena dia tidak tegas.
"Baiklah kalau begitu,sampai jumpa lain waktu aku duluan",Bima pergi setelah mendengar apa yang diucapkan Anandita.
"Ayo kita pulang!"
Sampai dimobil Gavin masih tetap diam,tidak mengatakan apapun.
Melihat itu Anandita mencoba memulai pembicaraan
"Kamu marah Vin?"tanya Anandita sambil menatap kearah Gavin.
"Sedikit",
"Maksudmu?,bukankah aku sudah menjelaskan pada Bima tadi dan kamu juga mendengarnya?".
"Aku tau,tapi aku tetap merasa sedikit marah,karena aku ini suamimu".
"Kenapa masih harus marah?"tanya Anandita bingung.
"Karena kamu istriku,mungkin aku egois tapi aku rasa semua laki laki tidak suka kalau istrinya akrab dengan siapa pun".
"Apa dengan ayahmu juga kamu cemburu?".
"Iya!"
"Hah,kamu tidak merasa itu keterlaluan!".
"Aku tau itu keterlaluan karena itu aku mencoba mentolelirnya,tapi dengan pria lain aku tidak akan bisa",terang Gavin.
__ADS_1
Mendengar apa yang diucapkan Gavin Anandita hanya diam,mungkin karena usia Gavin masih muda jadi sifat egoisnya masih sangat tinggi,batin Anandita.
"Sebaiknya kita pulang sekarang,aku sudah sangat lelah,dan jangan khawatir aku tidak akan menemui Bima tanpa sepengetahuanmu",terang Anandita sambil menyandarkan tubuhnya disandaran kursi mobil.
Gavin menatap Anandita sebelum mulai menghidupkan mesin mobil dan mulai melajukannya meninggalkan Bandara menuju rumah mereka.
***
Anandita terbangun saat merasa tubuhnya melayang keudara,dia terkejut sampai hampir saja meloncat dari gendongan Gavin,kalau Gavin tidak segera menahan tubuhnya mungkin dia sudah jatuh,dilantai lift yang menuju Apartemen mereka.
"Jangan banyak bergerak Yank,kamu bisa jatuh!"perintah Gavin.
Anandita memeluk leher Gavin agar tidak terjatuh.
"Aku sudah bangun,turunkan sekarang,Vin!",ucap Anandita.
"Biarkan aja,aku akan menggendongmu sampai Apartemen".
"Tapi aku berat!"protes Anandita.
"Kenapa,kamu pikir aku tidak kuat?!"tanya Gavin.
"Bukan tapi....?"
"Berhenti protes,sekarang ayo kita keluar!"
Gavin tetap menggendong tubuh Anandita sampai mereka masuk kedalam Apartemen.
Setelah didalam Gavin langsung membawa Anandita masuk kedalam kamar tidur mereka dan merebahkan tubuh Anandita pelan diatas kasur.
Bukannya menjauh Gavin malah menarik tubuh Anandita untuk masuk kedalam pelukannya.
"Vin,kamu ngapain",tanya Anandita karena Gavin memeluk tubuhnya dengan erat,seperti sudah lama mereka tidak bertemu.
"Aku rindu kamu Yank".
"Bukannya kita sudah bersama setiap hari setelah kamu pulang?"tanya Anandita merasa bingung.
"Tapi aku lama nggak peluk kamu disini,rasanya aku jadi pengen saat melihat kamar kita".
"Maksudmu?!,Jangan bilang kamu pengen itu!?"Anandita langsung mendorong tubuh Gavin menjauh darinya.
"Emang nggak boleh Yank kan kita udah lama nggak main diranjang kita?".
Anandita tidak mendengarkan lagi ucapan Gavin,dia langsung bangun dan segera pergi kekamar mandi.
"Yank tunggu!"tapi sebelumnya Gavin berhasil menyusul masuk kedalam kamar mandi Anandita sudah lebih dulu menutup pintunya dihadapan Gavin dan langsung menguncinya dari dalam dia tidak perduli saat mendengar suara Gavin yang memanggil manggilnya minta untuk dibukakan pintu ingin masuk kedalam kamar mandi bersamanya.
Setelah puas membersihkan diri Anandita baru membuka pintu dan masuk kedalam kamar,tapi ternyata Gavin sudah tidak ada lagi didalam kamar.
Anandita segera berpakaian dan langsung mencari Gavin keluar kamar ternyata Gavin sedang duduk didepan televisi.
Anandita segera menghampiri Gavin yang hanya diam tidak bergerak,dia bermaksud mengejutkan Gavin dari belakang tapi segera mengurungkan niatnya saat dilihatnya Gavin sudah tertidur sambil duduk disofa.
__ADS_1
Anandita lalu menghampiri Gavin dan membetulkan posisi tidur Gavin agar nyaman.