
Anandita berjalan kembali keruang kantornya untuk bersiap siap mengajar Mapelnya.
Saat dia berjalan dikoridor bermaksud masuk keruang kelas yang akan diajarnya hari ini,tiba tiba seseorang memanggil namanya.
"Bu Dita....tunggu.".
Mendengar suara orang yang memanggilnya Anandita menghela nafas dulu sebelum berhenti.
"Bu Margaret ada apa ibu memanggil saya?",tanya Anandita berusaha berbicara sesopan mungkin pada orang yang tidak ingin ditemuinya dihari pertamanya mengajar,tapi malah bertemu.
"Ibu masih mengajar saya pikir ibu langsung berhenti saat Gavin sudah lulus sekolah",cerocosnya yang membuat Anandita sedikit marah tapi berusaha ditahannya.
"Tentu saja saya masih mengajar bahkan sampai anak saya lahir saya juga bermaksud masih mengajar apa ada masalah bu?".
"Bukannya ibu disini ditugaskan untuk mengawasi Gavin oleh pak Bagaskara?".
"Maaf bu saya sekarang disini sebagai seorang guru yang mengajar semua murid disekolah ini sedangkan kalau dirumah saya istri Gavin lalu pak Bagaskara hanya mertua saya kalau dirumah dan atasan saya disekolah,jadi saya harus bisa menempatkan dimana posisi saya dan saya harap ibu sebagai rekan kerja saya tidak mengaitkan dua hal itu".
"Tapi bu,anda sedang hamil apa tidak papa itu bukan bayi sembarangan lo itu bayi pewaris Bagaskara group".
"Sepertinya ibu tipe orang yang terlalu perduli dengan kehidupan orang lain ya,sementara saya dan suami saya tidak mempermasalahkan hal ini,tapi ibu yang malah repot".
"Saya hanya mencoba mengingatkan ibu,karena saya juga ikut khawatir kalau sampai terjadi apa apa pada ibu dan anak ibu".
"Terimakasih banyak bu,tapi ibu tidak perlu repot repot karena apa yang saya lakukan sudah atas persetujuan suami saya dan saya juga sudah dapat sertifikat dari dokter kandungan paling bagus dikota ini,bahwa saya boleh mengajar dan beraktifitas seperti biasa selama saya sehat,maaf bu saya sudah hampir terlambat saya sarankan dari pada ibu meributi hidup keluarga saya lebih baik ibu bangun keluarga sendiri jadi ibu bisa merasakan nikmatnya jadi istri,permisi".
Setelah mengatakan itu Anandita bergegas berjalan meninggalkan bu Margaret yang terdiam ditempatnya mendengar semua yang diucapkan oleh Anandita.
Setelah cukup jauh dari buMargaret Anandita berhenti sebentar untuk menarik nafas dan menenangkan perasaannya yang sempat emosi.
"Sabar beby ...sabar...orang seperti itu nggak perlu kita perdulikan jangan sampai apa yang dikatakannya membuat mommy marah lagi sama poppy kasihan poppy nanti,"ucapnya sambil mengelus elus perutnya untuk menenangkan dirinya.
Setelah merasa lebih baik Anandita segera pergi kekelas yang akan diajarnya hari ini.
****
Anandita mengajar sampai jam pelajaran terakhir setelah selesai dia segera keluar dari kelas terakhir yang diajarnya hari ini,lalu bergegas kembali kekantor untuk mengambil barang barangnya, saat hendak keluar dia terkejut melihat Gavin berdiri menunggunya didepan pintu ruangannya.
"Poppy kenapa nggak masuk malah berdiri disini?",tanya Anandita pada Gavin.
__ADS_1
"Nggak papa aku sengaja nunggu kamu keluar siapa tau kamu masih sibuk Yank".
"Enggak kok ini sudah mau pulang ayo".
"Kamu baik baik saja kan Yank?",tanya Gavin
terdengar khawatir.
Anandita mengangguk dan saat melihat bu Margaret lewat Anandita langsung menggandeng tangan Gavin mesra.
"Ayo py kita pulang katanya hari ini poppy mau ngajak mommy pergi belanja baju hamil,jadikan?",tanya Anadita dengan bergelayut mesra dilengan Gavin.
Mendengar itu Gavin langsung mengangguk dengan tersenyum senang.
Dia tadi sempat khawatir mood Anandita buruk setelah bicara dengan bu Margaret dikoridor.
Gavin bermaksud menghampiri Anandita dari tadi tapi ditahannya karena dia ingin mencoba memberi waktu pada Anandita untuk lebih tenang dari emosinya meskipun Gavin lihat saat Anandita bicara dengan bu Margaret tadi sudah tidak terlalu emosi seperti sebelumnya.
Sampai dimobil Anandita langsung menatap kearah Gavin.
"Jawab dengan jujur py, poppy tadi melihatkan saat mommy bicara sama bu Margaret dikoridor kan?".
Mendengar pertanyaan mendadak Anandita dengan terpaksa Gavin mengangguk.
Mendengar itu Gavin malah tertawa.
"Kenapa malah tertawa?",tanya Anandita.
"Soalnya kamu lucu sih Yank,bukannya kamu tadi yang cerewet tapi malah bilang bu Margaret".
"Itu bukan cerewet tapi pembelaan diri sebelum diserang",jawab Anandita.
Mendengar itu Gavin langsung mencubit hidung mungil Anandita.
"Itu cuma alasan mommy aja supaya nggak disalahkan".
"Emang benar py kita harus membela keluarga kita jangan mau orang sekehendak hati menilai kita padahal mereka nggak tau apa yang sudah kita alami untuk sampai ketitik ini".
"Baiklah mommy aku menurut apa yang mommy katakan saja,sekarang kita jadi nggak ke Mallnya?",tanya Gavin.
__ADS_1
"Emang poppy serius dengan perkataan mommy tadi,padahal mommy cuma bercanda melihat bu Margaret lewat tadi".
"Jadi cuma alasan saja?",tanya Gavin.
Anandita langsung mengangguk.
"Nggak boleh kita jadi aja pergi jalan jalannya aku sudah bosan setengah hari jadi bodyguart mommy sekarang waktunya mommy nuruti poppy jalan jalan".
"Tapi py sekarang kehamilan mommy sudah semakin besar jadi mommy nggak sanggup lagi kalau harus jalan jalan keliling Mall".
"Kalau mommy lelah nanti kita istirahat dihotel dekat Mall",ucap Gavin.
"Untuk apa kita istirahat dihotel?",tanya Anadita bingung.
"Macam macam",jawab Gavin santai.
"Maksudnya?",tanya Anandita semakin bingung dengan jawaban Gavin.
"Nanti kamu juga akan tau Yank apa yang bisa dilakukan kalau kita istirahat dihotel",jawab Gavin.
Mendengar itu Anandita jadi terdiam terserah Gavin saja toh dibantah juga percuma,batin Anandita.
Seperti kata Gavin mereka pergi keMall untuk membeli beberapa baju hamil untuk Anandita tapi beberapa buat Gavin tidak kurang dari 12 pasang,membuat Anandita hanya menggelengkan kepalanya ,tidak mau protes karena tau percuma.
Lalu saat mereka melewati toko perlengkapan bayi Gavin berhenti dan mengajak Anandita masuk kedalam.
"Kita belanja sekarang yok Yank untuk beby",ajak Gavin.
"Tapi kan masih beberapa bulan lagi Py,ini nggak terlalu cepat belanjanya".
Gavin langsung menggeleng"Liat lucu lucukan Yank pakaian untuk bebynya,ini juga banyak yang warna pink,lucu banget Yank".
Melihat Gavin bermaksud mengambil pakaian bayi berwarna pink Anandita langsung mencegahnya.
"Kenapa Yank kan lucu coba ada baju seperti princes dan ini sepasang dengan sepatunya adalagi yang bersayap lucu banget kaya peri tau.
Anandita tetap menggeleng,"Taro lagi kita kan belum tau kalau jenis kelaminnya pasti perempuan bisa aja nanti yang lahir laki laki masa kamu nggak kasihan dia disuruh pakai baju seperti ini".
"Tapi Yank..".
__ADS_1
"No Py kita beli yang bisa dipakai oleh laki-laki atau perempuan bajunya nanti kalau sudah pasti kita tau jenis kelaminnya baru kita beli yang ini".
"Kalau begitu setelah pulang dari sini kita kedokter aja Yank untuk melihat jenis kelamin bayi kita",ajak Gavin tapi lagi lagi Anandita menggeleng "Aku mau jadi kejutan saat lahir nanti,kan lebih seru surprise jenis kelaminnya".