
Suasana rumah besar terasa lebih meriah setelah kehadiran beby Misca sekarang,apalagi swkarang usia beby Misca sudah 7 bulan usia yang sangat aktif bagi bayi.
Sekarang Bagaskara juga lebih sering berada dirumah untuk menemani Cinta mengasuh Baby Misca dan mengurangi kegiatan kegiatan yang tidak terlalu penting diluar bahkan dia juga sudah tidak pernah lembur atau pergi keluar kota lagi seperti dulu.
(Kira kira ini Visual Baby Miscaππ,sudah unyu belum).
Meski Bagaskara sudah mencarikan neny untuk membantu Cinta mengasuh baby Misca,Cinta tetap berkeras melakukan semua hal sendiri untuk merawat Baby Misca,membuat Bagaskara kadang sampai protes karena Cinta lebih perduli pada Beby Misca dari pada dirinya.
Tapi saat Bagaskara protes Cinta selalu bilang masa masa seperti ini tidak akan terulang lagi nanti jadi dia ingin menikmatinya.
"Sayang tidak bisakah kau menyuruh neni saja yang menyuapi Misca sekarang dan kamu membantuku merapikan dasiku sebelum berangkat kerja",gerutu Bagaskara karena sudah beberapa hari ini perhatian Cinta fokus pada beby Misca yang sempat tidak enak badan membuat Bagasakara merasa terabaikan sebagai suami.
Mendengar itu dengan terpaksa Cinta memanggil Neni untuk melanjutkan apa yang sedang dilakukannya sekarang.
"Tolong lanjutkan ya mbak?",pinta Cinta.
"Iya nyonya muda",jawab sang neni dengan menggendong Beby Misca kedepan dan melanjutkan menyuapinya bubur.
"Sini Beby Bagas neny bantu membetulkan dasinya",ucap Cinta merayu Bagaskara yang wajahnya cemberut.
"Sayang kurasa satu neni tidak cukup untuk mengasuh beby Misca, nanti aku akan menyuruh Willy mencarikan 2 neni lagi untuk membantumu merawat beby Misca supaya waktumu untukku menjadi lebih banyak seperti dulu".
Cinta langsung mengerutkan kening mendengar itu,memang agak sulit memberi pengertian pada orang yang sudah terbiasa memerintah seperti suaminya ini,batin Cinta.
"Kurasa kalau cuma 2 tidak akan cukup mas" jawab Cinta asal karena gemas pada ucapan Bagaskara.
"Lalu kamu mau berapa sayang nanti kusuruh Willy mencarikan lagi".
Cinta mengambil ponselnya lalu membuka aplikasi kalkulator diponsel itu.
"Kita perlu segini".
__ADS_1
Cinta menunjuk angka 12 pada Bagaskara yang membuat mata Bagasakara langsung melotot tidak percaya dibuatnya.
"Apa yang dilakukan neni sebanyak itu dengan beby Misca selama seharian?",tanya Bagaskara bingung.
"Setiap neni punya tugas masing masing untuk mengurus Misca dan kalau mas menyewa neni sebanyak ini aku tidak perlu melakukan apa apa dengan Misca bahkan mungkin Misca juga tidak ingat bahwa dia punya Bunda dan ayah dirumah ini karena hidupnya sudah dilayani dan diurus oleh para neni itu enakkan mas jadi aku yinggal merawatmu saja atau mas juga ingin menyirih Willy mencarikan Neni untukmu".
Mendengar itu baru Bagaskara mengerti kalau saat ini Cinta tidak setuju dengan usulannya jadi dia langsung menggeleng sebelum terjadi perang dunia lokal.
"Maaf sayang sepertinya kita batalkan saja menambah neninya nanti saja kalau adik Misca launcing baru kita tambah neni bagaimana?".
Cinta diam mendengar itu.
"Sayang..",panggil Bagaskara melihat Cinta tidak menaggapinya malah sibuk menyiapkan keperluannya untuk pergi kekantor.
Melihat Cinta belum juga menanggapi panggilannya Bagaskara langsung memeluk Cinta dari belakang membuat Cinta terkejut.
"Mas ngapain sih,nanti terlambat lo".
"Itu bukan masalah masih ada Willy dan yang lainnya,sekarang aku mau nyicil setoran yang sempat tertunda dulu sayang".
"Mas...kamu sedang apa?",tanya Cinta karena merasa tangan Bagaskara mulai nakal ditempat itu.
Bukannya menjawab Bagaskara malah mengecupi tengkuk mulus sang istri dengan intens,membuat Cinta merasa geli geli ni*mat.
"Sayang mau dong jadi Misca kedua sekarang" pinta Bagaskara dengan memutar tubuh Cinta menghadap kearahnya dan langsung menaikkan kaos longgar yang dipakai Cinta agar mudah kalau Misca minta Asi.
Melihat apa yang dilakukan Bagaskara Cinta hanya diam saja membiarkan Bagaskara melakukan apa yang biasa Misca lakukan kalau sedang haus.
Cinta hanya bisa mengerang dan mencengkram kuat Bahu Bagasakara saat Bagaskara menghisap kuat bagian favorit Misca itu bahkan Bagaskara sampai mengeluarkan bunyi "plop" saat menarik mulutnya dari kedua benda itu dengan nafas memburu karena gairahnya mulai bangkit.
Bagaskara menatap Cinta yang juga merasakan hal yang sama saat itu.
"Bisa nggak sebentar sayang kita selesaikan ini",pinta Bagaskara dengan ekspresi memohon.
__ADS_1
Cinta bingung mendengar itu karena dia takut kalau nanti tiba tiba neni membawa Misca masuk kekamar mereka tapi dia juga ingin melakukannya dengan Bagaskara karena sudah lebih seminggu mereka tidak bisa melakukanya.
"Tapi Misca mas",ucap Cinta ambigu.
"Tidak lama sayang,hanya satu kali saja kurasa Misca sanggup menunggu",jawab Bagaskara.
"Kalau mereka masuk kekamar bagaimana nanti?",kembali Cinta merasa bingung.
Mendengar Cinta terlalu banyak brrpikir, tiba tiba bagaskara langsung mengangkat tubuh Cinta dan membawanya kekamar mandi lalu mengunci pintunya dari dalam agar tidak ada orang yang masuk mengganggu kegiatan mereka plus plus mereka pagi ini.
Cinta masih ingin protes tapi Bagaskara langsung membungkam mulutnya dengan ciuman ciuman panasnya membuat Cinta langsung terbuai dan melupakan protesnya serta beby mereka untuk sementara.
Cinta menatap Bagaskara yang sudah berubah cerah dengan nafas terengah engah setelah mereka menyelesaikan permainan panas kilat mereka barusan.
"Makasih sayang",ucap Bagaskara dengan mengecup sekilas bibir Cinta.
"Hemm,minggir mas aku harus mandi sebelum memberikan Asi untuk Misca sebentar lagi".
Cinta menyingkirkan tubuh Bagaskara yang masih mengungkungnya diwastafel itu.
"Bukannya biasanya kamu cuma mencucinya saja kalau malam sebelum menyusui Misca kenapa sekarang harus mandi.
Mendengar itu Cinta langsung melotot kearah Bagaskara dan mendorong tubuh Bagaskara keluar dari dalam kamar mandi,agar ritual mandinya bisa singkat padat dan cepat tanpa ada acara ***** ***** lagi dari Bagaskara.
Kali ini Bagaskara mematuhi keinginan Cinta yang menyuruhnya keluar dari dalam kamar mandi meski dia ingin mandi bersama Cinta tapi...sebaiknya lain kali saja batin Bagasakara takut Cinta akan ngamuk lagi.
Tidak sampai 10 menit Cinta sudah menyelesaikan ritual mandinya dan bergegas memakai pakaiannya sebelum menemui Misca didepan untuk mengantar Bagaskara berangkat kekantor yang sudah jadi kebiasaannya dari Misca baru lahir.
"Sudah sayang?",tanya Bagaskara karena melihat Cinta sudah rapi dengan baju yang bersih untuk menggendong Misca.
"Hemm,sana mas kekamar mandi aku tunggu didepan ya sambil memeriksa Misca".
Bagaskara mengangguk lalu masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri lagi sebelum berangkat kekantor yang sedikit kesiangan,karena apa yang baru saja mereka lakukan tadi.
__ADS_1
Hay reader kesayangan autor,ini autor Upkan beberapa bab tambahan seperti janji autor ππ.